
Jakarta, SatukanIndonesia.com – Kedatangan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka ke DKI Jakarta beberapa waktu lalu menjadi perbincangan publik. Terlebih saat kunjungannya itu, Gibran dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saling memuji terkait penanganan wabah Covid-19 di daerahnya masing-masing.
Walikota Surakarta Gibran Rakabuming juga menjadi sorotan pasca mengatakan DKI Jakarta menjadi role model pengendalian Covid-19 di Kota Solo. Berbagai spekulasi muncul, salah satunya putra mahkota Presiden itu bakal maju bertarung dalam Pimilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta.
Namun menurut komunikasi politik Universitas Esa Unggul Jamiluddin Ritonga, mendorong Gibran untuk maju di Pilgub DKI Jakarta sangat berlebihan. Sebab, Gibran belum lama menjadi Walikota Solo dan prestasinya pun hingga saat ini belum terlihat. Baca Juga: Mendagri Usul Pemilu 2024 Digelar April atau Mei
“Kalau kinerja Gibran masih seperti saat ini, tampaknya beresiko mendorongnya maju Pilgub DKI Jakarta. Karena kapasitas Gubernur DKI Jakarta idealnya setara menteri,” kata Jamiluddin, Kamis (16/9/2021).
Disisi lain, kata Jamil, Kapasitas Gibran untuk Walikota Solo masih perlu diuji. Anak sulung Joko Widodo itu harus mampu membuktikan dahulu kinerjanya yang luar biasa sebagai Walikota.
“Jadi biarkan saja Gibran menata kota Solo hingga berakhir masa baktinya sebagai Walikota. Dari situlah akan terlihat layak tidaknya Gibran bertarung pada pilgub DKI Jakarta,” tandas Jamil. Baca Juga: Demokrat: Bukti yang Diberikan Moeldoko di Pengadilan Tidak Nyambung
Sementara itu, lebih lanjut Jamil menambahkan, PDIP punya banyak kader yang layak dicalonkan pada pilgub DKI Jakarta. Misalnya, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saefullah Hidayat.
Djarot, selain punya kapasitas juga sudah pernah merasakan empuknya kursi gubernur DKI Jakarta. Karena itu, ia sudah tahu beratnya menjadi Gubernur Jakarta.
“Dan Djarot sudah paham karakteristik warga Jakarta. Begitu juga persoalan Jakarta, seperti kemacetan dan banjir. Karena itu, peluang Djarot jauh lebih besar bila maju pada Pilgub DKI Jakarta,” demikian Jamiluddin. (Nal/SI)













