
BOGOR, SATUKANINDONESIA.Com – Guna mengejar ketertinggalan Marga Silaban dari dan dengan marga-marga dan etnis yang bermukim di Nusantara, Ketua Umum Parsadaan Borsak Jungjungan Silaban (PBJS) Jabodetabek, Togu Silaban menyerukan supaya seluruh Keturunan Borsak Jungjungan Silaban (Marga Silaban) yang ada di tanah air, utamanya yang ada di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek), bersama-sama mewujudkan dan mengupayakan persatuan dan kesatuan serta bahu -membahu satu sama lain.
Pesan dan harapan itu disampaikan Togu Silaban saat memberikan arahan dan sambutan dalam acara Bona Taon 2025 yang dilaksanakan Parsadaan Borsak Jungjungan Silaban (PBJS) Boru dan Bere Sektor 14 yang ada di Pondok Ungu Permai dan Harapan Indah (PUP HI) Sekitarya, bertempat di Cisarua Bogor, Minggu (11/5/2025).
Menurut Togu, berdasarkan fakta ditengah masyarakat, secara kuantitas Marga Silaban tergolong tertinggal dalam karier kancah kepemimpinan nasional dibidang legislatif, ekeskutif, judikatif dibandingkan dengan etnis dan marga-marga yang ada di bumi Nusantara, utamanya bila dibandingkan dengan Toga Sihombing (Brosak Jungjungan, Borsak Sirumonggur, Borsak Mangatasi dan Borsak Bimbingan-Red) yang secara genealogis satu rumpun dengan Marga Silaban (Borsak Jungjungan Silaban).
“Kalau secara kualitas dan kemampuan intelektual atau kecerdasan menurut saya kita Marga Silaban termasuk orang cerdas dan tidak kalah dibanding dengan marga lain seperti ahli kimia, ahli fisikawan dunia Prof. Pantiur Silaban dan arsitek ternama legendaris Silaban seperti Alm. Frederick Silaban yang tidak perli diragukan lagi kemampuan dan kecerdasan intelektualnya, tapi secara kuantitas dalam karier kepemimpinan nasional jauh lebih tertinggal dibandingkan dengan Marga-marga lain, utamanya dengan Marga Toga Sihombing”, katanya.
Keprihatinan ketertinggalan Marga Silaban dalam kepemimpinan nasional jauh tertinggal dan sulit untuk maju. Ia mecontohkan pada awal tahun 1950-an, Kodim Jakarta Selatan pernah di[impin Alm, Kapten Jepta Silaban, tapi Kapten Jepta Sangal Silaban itu mentok di Kapten walaupun masih muda dan masih lajang waktu itu.
Lebih lanjut ia mencontohkan keprihatinannya terhadap Marga Silaban pertama sekali menduduki jabatan Jenderal seperti Alm, Brigjen TNI Ranto Parulian Silaban yang hanya menjabat hanya beberapa bulan lalu pensiun dan pada akhirnya tak lama setelah pensiun meninggal karena Covid-19 yang belum mampu mewariskan sesuatu yang bermakna bagi nusa dan bangsa termasuk untuk kemajuan Marga Silaban.
“Kiprah Marga Silaban seperti Kapten Jepta Sangal Silaban yang pada awal tahun 1950 -an dan Alm, Brigjen TNI Ranto Parulian Silaban yang pertama sekali meraih jenderal diantara Marga Silaban yang secara hubungan darah masih keluarga dekat saya, serta Marga Silaban lainnya belum masuk hitungan dalam kancah kepmimpinan nasional yang belum ada yang bisa dibanggakan dan diandalkan dibandingkan dengan Marga lainya”, ujar Togu penuh dengan pertanyaan mendalam dari aspek spritual.
Togu mengetengakan keprihatinannya mengenai ketertinggalan Marga Silaban yang belum ada yang bisa dibanggakan kepada seluruh keluarga besar PBJS Sektor 14 PUP HI Sekitarnya yang ikut dalam acara Bona Taon tersebut dan kepada seluruh keturunan Borsak Jungjungan Silaban diseluruh Nusnatara utamanya yang ada di Jabodetabek, karenanya Togu menghimbau pentingnya membangun semangat persatuan dan kesatuan dengan dengan tidak menjadikan perbedaan sebagai
“Mari kita hilangkan perbedaan yang tidak berguna bagi persatuan dan kesetauan serta kemajuan kita Marga Silaban, karena secara kodrat dalam keluargapun perbedaan itu sesuatu yang tidak bisa dihindarkan, tapi Mari kita jadikan perbedaan itu sebagai alat untuk merekat persatuan dan kesatuan kita untuk kemajuan Borsak Jungjungan Silaban dimasa yang akan datang”, katanya.
Bona Taon 2025 PBJS Sektor 14 PUP HI Sekitarnya
Kegiatan Bona Taon 2025 PBJS Sektor 14 PUP HI Sekitarnya terlaksana dengan sukses dengan berbagai rangakain kegiatan mulai dari hari Sabtu – Minggu, 10 -11 Mei 2025 bertempat di Villa Sopo Tumbur dihadiri puluhan Keluarga yang terdaftar di PBJS Sektor 14 yang dihadiri Ketua Umum PBJS Jabodetabek, Togu Silaban beserta Istrinya dan Wakil Ketua Umum PBJS Jabodetabek Purdiman Silaban.

Menurut Hairuli Silaban selaku Ketua Panitia Bona Taon 2025 PBJS Sektor 14 PUP HI Sekitarnya, acara berlangsung dengan baik sesuai agenda yang dirangkai dengan berbagai acara diantaranya acara Ibadah dihari pertama dan hari kedua, penyampaian Visi dan Program Ketua Sektor yang baru Masa Bakti 2024 – 2028 oleh Maruli Tua Silaban, Pengukuhan kembali Badan Pengurus Harian (BPH) Sektor Masa Bakti 2024 – 2028.
Selain itu, Bona Taon dijadikan sebagai momentum BPH untuk memberikan Cindera Mata Penghargaan kepada para Pendiri/inisiator beridirinya PBJS PUP HI Sekitarnya dari unsur Marga Silaban dan Boru Silaban, kepada mantan Ketua Sektor, arahan dari Penasehat Sektor, sambutan/arahan dari Ketua Umum PBJS Jabodetabek, serta berbagai permainan dan perlombaan mulai dari anak-anak hingga orang tua yang bertujuan untuk menciptakan semangat persatuan dan kesatuan serta kekompakan diantara sesama keluarga PBJS Sektor 14 PUP HI Sekitarnya.
“Puji Tuhan acara Bona Taon 2025 PBJS Sektor 14 PUP HI Sekitarnya berjalan dengan lancar sukses”, ujarnya.
Pemberian Cindera Mata Penghargaan dari BPH PBJS Sektor 14 kepada para Pendiri/inisiator lahirnya PBJS Sektor 14 PUP HI sekitarnya sekitar tahun 1996 yang lalu yang terdiri dari unsur Marga Silaban dan Boru Silaban, mantan Ketua Sektor, mendapat apresiasi dari Penasehat PBJS Sektor 14, Edison Silaban.
Menurut Edidon Silaban, pemberian penghargaan seperti yang dilakukan BPH PBJS Sektor 14 yang saat ini dibawah kepemimpinan Maruli Tua Silaban, sejak punguan Marga Silaban terbentuk sekitar tahun 1996 yang lalu, belum pernah terjadi di Sektor 14 pemberian penghargaan kepada para pendiri.
Hal yang sama diungkapkan Penasehat lainnya, Ny. Silaban Rosmauli Br. Pakpahan yang akrap dipanggil Oppung Cleo.
Dikatakannya, para pendiri dan inisiator berdirinya Punguan Marga Silaban diwilayah Pondok Ungi Permai dan Harapan Indah yang berdiri bukan karena pengurus wulayah Bekasi, melainkan oleh Marga Silaban dan Borunya yang ada di wilayah Pondok Ungu Permai dan harapan Indah sekitarnya, baru pertama klai dilakukan seperti yang dilakukan Ketua Sektor saat ini, Maruli Tua Silaban. (MTS/01)













