
KOTA BEKASI, SATUKANINDONESIA.Com – Tren penguatan toleransi di Kota Bekasi kian menemukan momentumnya di awal 2026. Setelah Perayaan Natal Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Bekasi yang kembali digelar usai hampir lima tahun vakum, kini gaung serupa datang dari kalangan pers.
Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bekasi Raya menggelar Ibadah Ucapan Syukur Natal 2025 dan Awal Tahun Baru 2026, Rabu (14/1/2026), dinilai menjadi penguat hidupnya iklim kebhinekaan sekaligus sinyal positif bagi perbaikan peringkat Kota Bekasi sebagai Kota Toleran di Indonesia.
Atas pelaksanaan Ibadah Syukuran Natal 2025 dan Tahun baru 2026 itu, apresiasi tinggi datang dari Pemimpin Umum media online SatukanIndonesia.com, Maruli Tua Silaban, SH, MH.
Ia menilai langkah Ketua PWI Bekasi Raya Ade Muksin telah berhasil mengangkat kembali marwah organisasi, sekaligus menunjukkan bahwa PWI Bekasi Raya hadir sebagai rumah besar yang memberi perhatian setara bagi seluruh elemen RAS (agama, suku, dan sosial).
Menurut Maruli, penyelenggaraan perayaan Natal yang melibatkan dan memuliakan wartawan Kristiani bukan hanya soal perayaan keagamaan, tetapi mencerminkan kepemimpinan organisasi yang inklusif dan matang.
Maruli yang bergabung di PWI sejak 2024 itu menegaskan bahwa langkah tersebut membuat PWI Bekasi Raya tampil lebih solid, berwibawa, dan relevan dengan semangat kebhinekaan yang kini kembali dibutuhkan Kota Bekasi.
Maruli juga melihat pola dan tren yang sama tengah tumbuh di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi, khususnya dengan kembali digelarnya perayaan Natal ASN yang dihadiri langsung Wakil Wali Kota Bekasi. Menurutnya, kesamaan arah antara pers dan pemerintah daerah inilah yang berpotensi membentuk pengaruh positif yang kuat terhadap iklim toleransi secara keseluruhan.

“Ketika organisasi pers dan pemerintah daerah berjalan pada frekuensi yang sama dalam merawat toleransi, dampaknya tidak hanya simbolik, tapi struktural. Ini modal penting untuk mengembalikan status Kota Bekasi ke peringkat toleransi yang lebih baik, seperti yang pernah dicapai pada 2022,” tutur Maruli menilai substansi toleransi di Kota Bekasi terkini.
Maruli yang merupakan Wartawan Madya itu juga menyinggung keterpurukan Kota Bekasi pada 2024 yang berdampak pada turunnya peringkat toleransi hingga posisi 7 secara nasional, dan menilai bahwa rangkaian kegiatan toleransi di awal 2026 ini bisa menjadi titik balik yang nyata, bukan sekadar kosmetik citra.
Pemkot Bekasi: Sinyal Sejalan
Perwakilan Pemerintah Kota Bekasi, Marwah, yang hadir dalam acara tersebut, menyampaikan apresiasi atas peran aktif wartawan dalam menjaga kondusivitas informasi di wilayah Bekasi. Ia menegaskan bahwa PWI merupakan mitra strategis Pemkot, terutama dalam menciptakan narasi publik yang menyejukkan.
Marwah juga mengungkapkan bahwa Kota Bekasi saat ini tengah dalam proses penilaian Kota Toleran, sehingga dukungan seluruh elemen, termasuk insan pers, sangat dibutuhkan agar predikat tersebut dapat diraih kembali dengan hasil yang lebih baik.
Toleransi Sebagai Gerakan Bersama
Rangkaian perayaan Natal di lingkungan Pemkot Bekasi dan PWI Bekasi Raya menunjukkan bahwa toleransi di Kota Bekasi mulai bergerak dari simbol ke kolaborasi lintas sektor. Ketika birokrasi dan pers sama-sama membuka ruang keberagaman, publik melihat bukan hanya niat, tetapi arah.
Jika konsistensi ini dijaga, Kota Bekasi tidak hanya berpeluang keluar dari bayang-bayang peringkat 7, tetapi kembali menempatkan diri sebagai salah satu kota dengan iklim toleransi terbaik di Indonesia. (Admin/Tim)













