• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Hindari Stigma Buruk, WHO Rubah Nama Varian Mutasi Virus Corona

Hindari Stigma Buruk, WHO Rubah Nama Varian Mutasi Virus Corona

Juni 18, 2021
Kantor BGN Pusat Digeledah Kejagung di Jakarta

Kantor BGN Pusat Digeledah Kejagung di Jakarta

Juni 3, 2026
Pansus DPRD Kota Batam Gelar Rapat dan FGD, Bahas Perubahan Perda Pengelolaan Sampah

Pansus DPRD Kota Batam Gelar Rapat dan FGD, Bahas Perubahan Perda Pengelolaan Sampah

Juni 3, 2026
ADVERTISEMENT
Menteri Ekraf Hadiri Proficient Conference 2026, Tekankan Kolaborasi dalam Transformasi Digital

Menteri Ekraf Hadiri Proficient Conference 2026, Tekankan Kolaborasi dalam Transformasi Digital

Juni 3, 2026
Anggota Komisi III DPR Dorong Kejelasan Posisi Kompolnas dalam Revisi UU Polri

Anggota Komisi III DPR Dorong Kejelasan Posisi Kompolnas dalam Revisi UU Polri

Juni 3, 2026
BMKG: Cuaca Jakarta Cenderung Bervariatif, Waspadai Potensi Hujan di Jaksel dan Jaktim

BMKG: Cuaca Jakarta Cenderung Bervariatif, Waspadai Potensi Hujan di Jaksel dan Jaktim

Juni 3, 2026
Menkes Budi Gunadi Soroti Rendahnya Deteksi Hepatitis: Baru 10 Persen Tersentuh Skrining

Menkes Budi Gunadi Soroti Rendahnya Deteksi Hepatitis: Baru 10 Persen Tersentuh Skrining

Juni 3, 2026
Prabowo Berdialog dengan Siswa SMPN 111 Jakarta Saat Meninjau Program Makan Bergizi Gratis

Prabowo Berdialog dengan Siswa SMPN 111 Jakarta Saat Meninjau Program Makan Bergizi Gratis

Juni 3, 2026
Menkeu Purbaya Nilai Kebijakan DHE SDA Berpotensi Dongkrak Kinerja Himbara

Menkeu Purbaya Nilai Kebijakan DHE SDA Berpotensi Dongkrak Kinerja Himbara

Juni 2, 2026
Ditjen Imigrasi Siapkan Layanan Khusus untuk Percepat Kepulangan Jamaah Haji Indonesia 2026

Ditjen Imigrasi Siapkan Layanan Khusus untuk Percepat Kepulangan Jamaah Haji Indonesia 2026

Juni 2, 2026
Mensos Sebut 45 Persen Bansos Tak Tepat Sasaran Akibat Data Kurang Akurat

Mensos Sebut 45 Persen Bansos Tak Tepat Sasaran Akibat Data Kurang Akurat

Juni 2, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Rabu, Juni 3, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home News

Hindari Stigma Buruk, WHO Rubah Nama Varian Mutasi Virus Corona

[News]

Juni 18, 2021
in News
0
0
SHARES
61
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
Ilustrasi.

Jakarta, SatukanIndonesia.com – Untuk menghindari stigma wilayah saat ditemukannya mutasi virus Sars-Cov-2, WHO merubah nama-nama virus corona yang bermutasi di berbagai negara dengan memberi nama berdasarkan huruf alfabet Yunani.

Sebelumnya Badan Kesehatan Dunia WHO telah menyebutkan empat varian yang menjadi perhatian publik. Mutasi itu dikenal sebagai varian Inggris (B.1.1.7), Afrika Selatan (B.1.351), Brasil (P.1) dan India (B.1.617.2).

Mutasi virus corona kini diberi huruf Alpha, Beta, Gamma, dan Delta untuk mencerminkan urutan deteksi virus dengan varian baru. Penamaan itu mengikuti pola alfabet Yunani. Keputusan penamaan varian virus ini dilakukan usai pertimbangan berbulan-bulan oleh para ilmuwan dunia.

Organisasi tersebut mengatakan alfabet Yunani digunakan untuk menggantikan nama ilmiah yang melibatkan kombinasi angka, simbol baca dan huruf. Hal ini dianggap untuk memudahkan laporan kepada publik.

Namun saat menyampaikan informasi ilmiah yang dianggap penting, penyebutan varian virus yang orisinal masih akan digunakan.

“Meskipun mereka memiliki kelebihan, nama-nama ilmiah ini bisa sulit untuk diucapkan dan diingat. Tetapi rentan terhadap kesalahan pelaporan,” ujar WHO seperti dikutip dari The Guardian.

Sebagian orang kerap menggunakan nama varian berdasarkan tempat di mana mutasi terdeteksi. Hal itu dinilai akan menstigmatisasi dan diskriminatif pada masyarakat.

“Untuk menghindari hal ini dan untuk menyederhanakan komunikasi publik, WHO mendorong otoritas nasional, media, dan lainnya untuk mengadopsi label baru ini,” ujarnya.

Secara historis penyakit sering dinamai berdasarkan lokasi yang dianggap titik mula asal penyebaran, seperti salah satunya virus Ebola, yang namanya diambil dari sungai Kongo.

Namun, penamaan semacam itu dianggap dapat mencoreng sejumlah wilayah dan seringkali tidak akurat, seperti halnya dengan ‘flu Spanyol’ pada 1918. Hingga kini, asal-usulnya tidak diketahui.

Dikutip USA Today, menyebut ‘varian Afrika Selatan’ dianggap bisa membuat siapa pun takut untuk berkunjung ke Afrika Selatan, hingga kepada orang yang datang dari wilayah itu.

Beberapa waktu lalu pemerintah India memerintahkan platform media sosial untuk menghapus berita yang merujuk pada “varian India”.

Perintah dari otoritas India itu dianggap sebagai contoh kepekaannya terhadap tuduhan bahwa mereka telah salah menangani pandemi Covid-19.

Kebencian dan aksi intimidasi kepada etnia Asia telah meningkat akibat menyebarnya virus Sars-CoV-2. Hal itu lantaran penyebaran virus pertama dideteksi di Wuhan, China.

Kelompok anti-ekstremis Amerika Serikat mengatakan peningkatan serangan terhadap orang Asia-Amerika sebagian disebabkan oleh Donald Trump, yang menyebut Covid-19 sebagai “virus China”.

Pengganti Trump, Joe Biden dilaporkan telah menandatangani undang-undang untuk melindungi korban intimidasi yang mengalami serangan selama pandemi.

Nama-nama baru varian virus corona:

1. Varian Inggris B.1.1.7 disebut Alpha

2. Varian Afrika Selatan B.1.351 disebut Beta

3. Varian Brasil P.1 disebut Gamma

4. Varian India B.1.617.2 disebut Delta

5. Varian India B.1.617.1 disebut Kappa

6. Varian Amerika Serikat B.1.427/B.1.429 disebut Epsilon

7. Varian Brasil P.2 disebut Zeta

8. Varian B.1.525 disebut Eta

9. Varian Filipina P.3 disebut Theta

10. Varian Amerika Serikat B.1.526 disebut Iota.

(FA/SI).

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: Hindari Stigma BurukRubah Nama Mutasi Virus CoronaVirus CoronaWHO
ShareTweetSend

Related Posts

Menkes Budi Gunadi Soroti Rendahnya Deteksi Hepatitis: Baru 10 Persen Tersentuh Skrining

Menkes Budi Gunadi Soroti Rendahnya Deteksi Hepatitis: Baru 10 Persen Tersentuh Skrining

Juni 3, 2026
Cegah Kanker Rahim, Kemenkes Gelar Advokasi Perluasan Implementasi Deteksi Dini Kanker Leher Rahim di Papua Barat Daya

Cegah Kanker Rahim, Kemenkes Gelar Advokasi Perluasan Implementasi Deteksi Dini Kanker Leher Rahim di Papua Barat Daya

Maret 15, 2026
WHO Umumkan Pandemi Covid-19 Telah Berakhir

WHO Umumkan Pandemi Covid-19 Telah Berakhir

Mei 6, 2023

Penanganan Darurat Covid Indonesia Dipuji 2 Lembaga Besar Dunia

Maret 21, 2023

Rektor Unhan RI Paparkan Biodefense di WHO

April 25, 2022
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?