• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Idrus Marham: Perpecahan KNPI Saat ini, KNPI Bukan Lagi sebagai Wadah Pemersatu Pemuda Indonesia

Idrus Marham: Perpecahan KNPI Saat ini, KNPI Bukan Lagi sebagai Wadah Pemersatu Pemuda Indonesia

Juni 12, 2018
Dewan Pers Didesak Sahkan Regulasi Dana Jurnalisme Indonesia

Dewan Pers Didesak Sahkan Regulasi Dana Jurnalisme Indonesia

Agustus 21, 2026
Populasi Penduduk Melanesia di Negara Kesatuan Republik Indonesia Lebih Banyak?

Populasi Penduduk Melanesia di Negara Kesatuan Republik Indonesia Lebih Banyak?

Agustus 21, 2026
ADVERTISEMENT
Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian Indonesia Dikunjungi MIKTA

Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian Indonesia Dikunjungi MIKTA

Agustus 21, 2026
Bukan Menolak Wartawan! Kadis DLH Batam Jelaskan Makna Sesungguhnya “Makanan saja masih di Atas Perut”

Bukan Menolak Wartawan! Kadis DLH Batam Jelaskan Makna Sesungguhnya “Makanan saja masih di Atas Perut”

Agustus 21, 2026
Angkut 12,4 Ton Bahan Kontak Bantuan Kemanusiaan, Unsur TNI AL KRI Bung Hatta-370 Tiba di Reo Manggarai

Angkut 12,4 Ton Bahan Kontak Bantuan Kemanusiaan, Unsur TNI AL KRI Bung Hatta-370 Tiba di Reo Manggarai

Agustus 21, 2026
Melalui Jalur Udara, TNI AL Percepat Distribusi Bantuan Logistik Bagi Masyarakat NTT

Melalui Jalur Udara, TNI AL Percepat Distribusi Bantuan Logistik Bagi Masyarakat NTT

Agustus 21, 2026
Jamin Kebebasan Pers, Oki Indra Laporkan Oknum Polri ke Propam Mabes Polri

Jamin Kebebasan Pers, Oki Indra Laporkan Oknum Polri ke Propam Mabes Polri

Agustus 21, 2026
DPR RI Atur Regulasi Media Digital di RUU Penyiaran

DPR RI Atur Regulasi Media Digital di RUU Penyiaran

Agustus 21, 2026
Komisi X DPR Prihatin Rektor Unsoed Ditangkap KPK

Komisi X DPR Prihatin Rektor Unsoed Ditangkap KPK

Agustus 21, 2026
Indonesia-Jerman Perkuat Kemitraan Dorong Investasi, Pendidikan Vokasi, Hingga Transisi Energi

Indonesia-Jerman Perkuat Kemitraan Dorong Investasi, Pendidikan Vokasi, Hingga Transisi Energi

Agustus 21, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Jumat, Agustus 21, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Ragam Info

Idrus Marham: Perpecahan KNPI Saat ini, KNPI Bukan Lagi sebagai Wadah Pemersatu Pemuda Indonesia

(Ragam Info)

Juni 12, 2018
in Ragam Info
0
0
SHARES
584
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
Idrus Marham Memberikan Pencerahan Kepada Para Pimpinan OKP

Jakarta, SatukanIndonesia.com – Keberadaan organisasi Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) yang telah berkeping-keping dengan timbulnya beberapa kelompok yang mengatas-namakan KNPI, baik di Pusat maupun di beberapa daerah, bukan lagi sebagai wadah pemersatu dan perekat persatuan dan kesatuan Pemuda Indonesia seperti semangat awal pendirian KNPI.

Pada hal sejak KNPI didirikan pada tahun 1973 dan semangat pendirian KNPI dimaksudkan dan dirancang sebagai wadah perekat pemuda Indonesia dari berbagai latar belakang yang berbeda partai politik, suku, agama, budaya dan adat istiadat serta perbedaan lainnya. Kepelbagaian itu disatu-padukan dalam bingkai satu wadah Pemuda Indonesia, yaitu KNPI.

Dengan latar belakang pendirian KNPI yang sedemikian luhur melalui gagasan dan pemikiran untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa sekaligus untuk mengisi kemerdekaan Republik Indonesia, menjadikan KNPI sebagai miniatur Indonesia dalam kepemudaan.

Namun semangat keberhimpunan kepemudaan itu kini telah sirna akibat hawa nafsu sekelompok orang yang tidak lagi memahami secara utuh semangat pendirian KNPI dan membawa KNPI kearah kegiatan politik praktis yang mengakibatkan perpecahan ditubuh KNPI secara berkepanjangan.

Kondisi KNPI yang demikian dikemukakan Idrus Marham selaku Mantan Ketua Umum DPP KNPI Periode 2002 -2005, usai berbuka puasa bersama dengan Pimpina Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) yang berhimpun di KNPI, di rumah dinasnya di Kompleks Widyachandra, Selasa, 5/ 6/ 2018.

Menurut Idrus, hatinya gelisah dan prihatin melihat kondisi kelembagaan KNPI saat ini yang telah tercerai- berai sehingga dirinya berinisiatif untuk mengundang para Pimpinan OKP dan DPP KNPI sambil berbuka puasa bersama untuk berdialog membicarakan permasalahan KNPI saat ini demi perbaikan KNPI dan Pemuda Indonesia dimasa mendatang.

Pada kesempatan itu, Idrus Marham yang juga Menteri Sosial Republik Indonesia sejak tahun 2017 menggantikan Kofifah indralrawansah, berharap dan mengajak semua pihak yang berkaitan langsung dengan KNPI untuk duduk bersama berdialog membicarakan dan menyelesaiakan segala persoalan yang terjadi.

Menurut Idrus, oleh karena KNPI sebagai wadah perekat dan pemersatu Pemuda Indonesia, cara dan pendekatan memimpin organisasi KNPI tidak tepat dan salah arah jika pendekatannya dengan pedekatan politik praktis.

“Jika ada pemuda yang berfikir KNPI sebagai instrumen gerakan politik praktis, maka itu sebuah sikap yang fatal dan tidak berguna. Karena itu, KNPI harus dijadikan sebagai instrumen gerakan politik kebangsaan,” tegas Idrus seraya mengisahkan keberadaan KNPI sebelum Era Reformasi atau dimasa Pemerintahan Soeharto KNPI mendapat porsi anggaran dari Negara melalui GBHN dan APBN.

Idrus dengan tegas mengajak semua stakholder di KNPI untuk tidak menggunakan KNPI sebagai instrumen politik praktis karena hal itu merupakan gerakan yang tidak cerdas dan tidak mendidik yang pada akhirnya akan menambah persoalan yang tak berkesudahan dan merugikan pemuda Indonesia sendiri.

Dalam dialog yang penuh dengan keakraban dan persahabatan diantara para pimpinan OKP yang hadir saat itu, Idrus menekankan pentingnya pemuda mempunyai ide dan gagasan yang bermutu di era millenial sekarang ini, sehingga mampu menghadapi kompetisi yang ada.

“Pemuda harus mempunyai ide dan gagasan sebagai modal utama dalam menghadapi persaingan global”, ungkap Idrus serya mengisahkan di era kepemimpinannya sebagai Ketua Umum KNPI mampu merangkul semua kekuatan politik kepentingan dan potensi pemuda dengan cara mengedepankan ide dan gagasan dalam menjalankan program organisasi KNPI.

Acara yang dipandu Rahmat HS, sesepuh Pemuda saat ini dari Pemuda Betawi, mendapat respon positif dan dukungan dari semua Pimpinan OKP yang hadir terhadap ide dan gagasan awal yang dielaborasi oleh Idrus Marham dengan cara melanjutkan pertemuan serupa untuk membahas dan memformulasikan format yang telat dalam menyatukan pemuda Indonesia yang saat ini sedang mengalami delegitimasi.

Ide dan gagasan Idrus Marham yang sangat esensial dalam menyelesaikan persoalan KNPI adalah tanpa pendekatan hukum.

“Dalam rangka menyelesaikan konflik dan menyelesaikan persoalan KNPI, janganlah melakukan pendekatan secara hukum, tapi pendekatan yang lain”, kata Idrus yang mendapat jawaban spontan “Setujuu” dari forum yang dihadiri oleh para Ketua Umum dan Pimpinan OKP tingkat nasional dan beberapa pimpinan DPD KNPI Provinsi.

Secara terpisah, Maruli Tua Silaban, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Perhimpunan Pemuda Gereja Indonesia (DPP PPGI), yang hadir dalam acara tersebut mengapresiasi perhatian dan terobosan yang dilakukan Idrus Marham terhadap kondisi KNPI/Pemuda Indonesia saat ini dengan cara mengundang para pimpinan OKP yang berhimpun di KNPI.

“Kami semua pimpinan OKP yang hadir dalam dialog dan silaturahmi yang gagas oleh Bang Idrus sepakat dan menyambut baik atas ide dan gagasan yang ditawarkan,” kata Maruli Tua Silaban.

Maruli menambahkan, untuk menyelesaikan persoalan yang terjadi ditubuh KNPI membutuhkan figur dan tokoh senior yang berpengalaman memimpin Pemuda Indonesia, mempunyai dan mengetahui persoalan dan dapur dunia kepemudaan itu sendiri.

“Bang Idrus termasuk tokoh dan senior KNPI yang pernah berhasil memimpin KNPI yang sangat relevan untuk menyelesaikan persoalan yang terjadi di KNPI”, ungkap Maruli Tua Silaban yang akrap disapa “MTS” itu yang berprofesi sebagai Advokat dan Kurator di Jakarta. (Manroe/RedaksisatukanIndonesia).

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: Buka bersamaDPP KNPIIdrus MarhamOKP
ShareTweetSend

Related Posts

Kinerja Bahlil di Kementerian Disorot, Golkar Sebut Jangan Abaikan Fakta Ketersediaan Energi Nasional

Kinerja Bahlil di Kementerian Disorot, Golkar Sebut Jangan Abaikan Fakta Ketersediaan Energi Nasional

April 14, 2026
Waketum Golkar: Bahlil Tak Akan Mundur Sejengkal Pun Jalankan Perintah Presiden Prabowo

Waketum Golkar: Bahlil Tak Akan Mundur Sejengkal Pun Jalankan Perintah Presiden Prabowo

Oktober 25, 2025
Waket DPP KNPI : Pemuda adalah Penggerak Pembangunan Daerah

Waket DPP KNPI : Pemuda adalah Penggerak Pembangunan Daerah

Agustus 18, 2025

KPK Panggil Idrus Marham Terkait Dugaan Suap Eddy Hiariej

Januari 25, 2024

Idrus Marham Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Penasihat Bappilu Partai Golkar

Oktober 22, 2023
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?