
Surabaya, Satukanindonesia.com – Sebagaimana telah dilansir satukanindonesia dan juga beberapa media lainnya, Kader tulen Partai Golkar Ponorogo, Ali Mufthi terpilih secara aklamasi sebagai nahkoda baru partai berlambang Beringin untuk wilayah Jawa Timur. Dibalik keberhasilannya mengkonsolidasi semua elemen hingga memilihnya secara aklamasi, perjalanan berorganisasi pria kelahiran Lamongan ini cukup luar biasa. Hasil penelusuran satukanindonesia dari berbagai sumber, pengalaman lapangan yang dimiliki membuatnya layak menduduki posisi nomor satu di jajaran Partai Golkar Jawa Timur Periode 2025-2030.
Pria kelahiran 17 Oktober 1970 ini menyelesaikan rangkaian pendidikan dasar dan menengahnya di sekolah berbasis keagamaan, Pendidikan dasarnya diselesaikan di MIM I Lamongan pada tahun 1978 hingga 1984. Sebagai bagian dari kelurga Nahdlatul Ulama ia melanjutkan pendidikannya di M.Ts Nahdlatul Ulama hingga tahun 1987. Selanjutnya, perjalanan religius sekaligus pendidikannya ditempuh di Madrasah Aliyah (MA) Tebuireng yang sangat erat hubungannya dengan Pondok Pesantren Tebuireng yang didirikan pendiri NU Hadratussyaikh K.H. Hasyim Asyari.
Tak berhenti di sini, semangat untuk menempatkan kehidupan keagamaan sebagai bagian integral kehidupan, Ia melanjutkan pendidikannya di Fakultas Tarbiyah IAIN Tulungagung (1990-1994). Di tengah kesibukannya berkuliah, ia mulai mengikuti organisasi ekstra kampus. Di sini ia aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). ampai di tahun 1992 karir organisasinya meningkat ketika ia diamanahi jabatan sebagai Ketua BLK HMI Cabang Tulungagung dan Sekum HMI Komisariat Tarbiyah di tahun yang sama.
Selain HMI semasa berkuliah, Ali Mufthi juga menjalani gerak organisasi di sebuah LSM yang bernama Algheins, ia bergerak aktif di LSM ini sejak tahun 1993 sampai dengan 2003. Organisasi lain yang juga ia tapaki adalah Word Education sebagai koordinator pada tahun 1996 sampai 2003.
Selepas kuliah, Ali Mufthi memanfaatkan ijazah yang dimiliki untuk bekerja sebagai pengajar, sebagaimana ia cita-citakan. Walaupun sibuk bekerja, Ali Mufthi tidak meninggalkan dunia organisasi. Ia tetap lekat dengan HMI sampai pada tahun 2000 Ali Mufthi diamanahi jabatan sebagai Presidium KAHMI Ponorogo. KAHMI merupakan organisasi yang mewadahi para alumni HMI. Ia menjalani jabatannya ini sampai 2005.
Karier Politik
Di sinilah ia mulai terjun ke dunia politik. Berbekal jejaring di HMI ia memutuskan untuk melabuhkan diri menjadi bagian dari Partai Golkar. Pada tahun 2009, pilihannya mulai berbuah hasil, Ali Mufthi diamanahi jabatan sebagai Sekretaris DPD II Partai Golkar Kabupaten Ponorogo hingga habis masa jabatan sampai tahun 2017.
Selanjutnya, ia terus menapaki karir setapak demi setapak di Partai Golkar. Mulai dari Sekretaris SOKSI Kabupaten Ponorogo pada 2010 sampai 2020. Lalu jabatan terakhirnya ketika didapuk sebagai Wakil Ketua Bidang PP V DPD Partai Golkar Jawa Timur Periode 2020-2025. Puncaknya ia terpilih sebagai Ketua DPD Partai Golkar Jatim Periode 2025-2030
Di luar Partai Golkar, Ali Mufthi juga turut aktif dalam organisasi pencak silat, IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia). Di organisasi ini, jabatan terakhirnya adalah sebagai Ketua IPSI Kabupaten Ponorogo untuk periode 2021 sampai dengan 2025. Pada tahun 2021 pula, ia mendapat amanah untuk menduduki kursi Presidium MW KAHMI (Majelis Wilayah Korps Alumni HMI) Jawa Timur sampai dengan tahun 2026.
Sebelum menapaki karir sebagai Anggota DPR RI, pada level politik daerah, Ali Mufthi sempat menduduki jabatan sebagai Ketua DPRD Kabupaten Ponorogo pada periode 2014-2019. Jadi kerja-kerja legislasi sebenarnya bukanlah hal baru bagi seorang Ali Mufthi.
Sebagai Anggota DPR RI, Ali Mufthi dilantik pada 6 Mei 2021 bertepatan dengan pembukaan Masa Persidangan V Tahun Sidang 2020-2021. Sebelumnya, pada Pemilu Legislatif tahun 2019 lalu, Ali Mufthi memperoleh jumlah suara sah sebanyak 25.730, ia menempati urutan kedua dari Partai Golkar dapil Jawa Timur 7.
Menggantikan Gatot Sudjito, oleh Fraksi Partai Golkar, Ali Mufthi lantas ditempatkan di Komisi II DPR RI. Ia tak lama duduk di Komisi II DPR RI, Fraksi Partai Golkar kemudian memindahkannya ke Komisi V DPR RI yang membidangi urusan infrastruktur dan perhubungan.
Selama duduk di Komisi V DPR RI, Ali Mufthi cukup aktif bersuara dalam Penyusunan Revisi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Saat itu ia berkelakar bahwa potret transportasi Indonesia adalah peradaban di bidang moralitas atau akhlak, aspek penting adalah saling menghormati antar manusia. Akhlak tertinggi adalah saling menghormati, ini harus dirumuskan terkait aspek jalan tol.
Ia juga memberi masukkan agar masyarakat mudah mendapatkan SIM. Ia menyarankan SIM dapat diperoleh di tempat belajar kendaraan seperti dulu, tidak hanya di Samsat. Pemerintah juga harus membuat sekolah berjenjang D1 pada jurusan mengemudi agar masyarakat mendapat SIM A dan SIM C dengan baik dan tanggung jawab.
Dalam Pemilu 2024, Ali Mufthi yang sebelumnya PAW Alm. Gatot Sudjito lolos ke Senayan Bersama 7 orang Caleg lainnya dengan perolehan suara 76.877 suara. Suara ini merupakan suara tertinggi caleg Partai Golkar dari Dapil Jatim VII yang memperoleh suara total 217.703. (Yos/Berbagai Sumber)













