
BOGOR, SATUKANINDONESIA.Com – Dalam acara Silaturrahmi para Senior yang digelar Pimpinan Pusat Koletif (PPK) Kosgoro 1957 di Hotel Lorin Bogor, Sabtu (31/1/2026), Politisi senior Partai Golkar Ridwan Hisjam menyampaikan pesan penting untuk dijalankan dan diwujudkan Kosgoro 1957 sebagai organisasi yang ikut mendirikan Partai Golkar.
Dalam sambutannya, ia menjelaskan histori Kosgoro 1957 dengan Golkar ditambah dengan pengalamannya sebagai kader Kosgoro 1957 yang telah menduduki jabatan berkali-kali sebagai anggota DPR.
Oleh karena peran Kosgoro 1957 sangat strategis dalam memenangkan dan membersarkan Partai Golkar, pihkanya tidak suka jika ada pihak-pihak yang mau mengatur dan mendikte kepemimpinan dan kepengurusan serta eksistensi Kosgoro 1957 sebagai salah satu dari bebrapa ormas pendiri Partai Golkar.
“Saya tidak suka Kosgoro diatur-atur”, kata Ridwan Hisjam disambut dengan tepuk tangan yang ada di ruangan lantai 10 Hotel Lorin itu.
Ridwan Hisjam mantan Ketua DPD Golkar Jawa Timur yang lebih dari tiga periode menjabat sebagai Anggota DPR RI menegaskan betapa pentingnya agar PPK Kosgoro 1957 berani mengambil peran utama dalam mendorong pengurus Partai Golkar bekerja lebih agresif dan terarah demi memastikan Golkar keluar sebagai pemenang Pemilu 2029.
Dikatakan Ridwan, upaya mendorong Partai Golkar tidak cukup disampaikan secara informal, melainkan harus menjadi rekomendasi resmi yang diputuskan dalam Musyawarah Besar (Mubes) Kosgoro 2026. Sebagai organisasi sayap tertua sekaligus pendiri Partai Golkar, Kosgoro dinilai memiliki legitimasi historis dan moral untuk bersuara lebih keras.
“Kosgoro bukan organisasi biasa. Kosgoro adalah pendiri Golkar. Karena itu Kosgoro harus berani menekan dan mendorong Golkar agar bekerja sungguh-sungguh supaya pada 2029 menjadi partai nomor satu,” kata Ridwan.
Ridwan menjelaskan lebih lanjut, target kemenangan Partai Golkar pada Pemilu 2029 harus dipandang sebagai keputusan politik strategis yang disertai keberanian mengambil risiko. Ia menegaskan, Kosgoro tidak boleh ragu menyampaikan tuntutan tersebut kepada pimpinan partai.
“Dorongan itu harus menjadi rekomendasi resmi Mubes Kosgoro yang akan dilaksanakan 2026. Kalau Kosgoro diam, lalu siapa lagi yang akan mengingatkan Golkar tentang target besarnya?” ujarnya.
Ridwan mengingatkan bahwa sejarah telah membuktikan peran strategis Kosgoro dalam menentukan arah politik Golkar. Ia menyinggung Mubes Kosgoro 2003, ketika organisasi tersebut secara tegas merekomendasikan agar Golkar menjadi pemenang Pemilu 2004. Saat itu, Agung Laksono menjabat Ketua Umum Kosgoro, sementara Ridwan Hisjam menjabat Ketua Kosgoro Jawa Timur.
“Di Mubes 2003, Kosgoro berani merekomendasikan Golkar harus menang Pemilu 2004. Waktu itu Golkar dipimpin Akbar Tanjung,” kata Ridwan.
Hasil Pemilu 2004 kemudian mencatat Golkar mampu menggeser dominasi PDI Perjuangan, yang sebelumnya menjadi pemenang Pemilu 1999 dengan 33,74 persen suara, sementara Golkar berada di posisi kedua dengan 22,44 persen.
Kemenangan Golkar pada 2004, menurut Ridwan, tidak bisa dilepaskan dari keberanian organisasi-organisasi pendiri, termasuk Kosgoro, dalam memberi tekanan politik internal.
Ridwan menegaskan, untuk kembali menjadi pemenang pada 2029, Golkar harus siap menanggung risiko politik apa pun. Ia bahkan mengingatkan pengalaman Akbar Tanjung, Ia pernah dipenjara hingga akhirnya mampu mengantarkan Golkar sebagai pemenang pemilu.
“Dalam politik, harus siap menerima risiko. Bahkan ketua umum sekalipun harus siap dipenjara. Akbar Tanjung sudah membuktikan itu, kaluar dari penjara, ia mampu bawa Golkar sebagai pemenang Pemilu 2004,” ujar Ridwan.
Bagi Ridwan, keberanian mengambil risiko merupakan prasyarat kepemimpinan politik. Ia menilai, tanpa keberanian tersebut, target Golkar menjadi partai pemenang Pemilu 2029 hanya akan berhenti sebagai slogan.
“Kalau mau menang, ya harus berani. Politik memang begitu,” katanya.

Terkait dengan agenda pelaksanaan Mubes Kosgoro 1957 yang akan dilaksanakan tahun 2026, Ia mendukung dan memberi kepercayaan sepenuhny PPK Kosgoro 1957 yang saat ini dipimpin Dave Akbarsyah Fikarso Laksono untuk dilaksakan sesuai dengan ketentuan organisasi dengan mempertimbangkan aspek keberlanjutan program dan agenda yang telah dijalankan selama ini.
Pandangan yang disampaikannya mengacu pada pandangan para senior yang telah terlebih dahulu menyampaikan, yaitu Agung Laksono sebagai Ketua Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO), Setya Novanto yang merupakan mantan Ketua Umum DPP Golkar, Ketua DPR dan mantan bendahara Umum, Samsul Bahri, da senior lainnya yang secara garis besar mendukung Dave Laksono untuk mempimpin kembali PPK Kosgoro 1957 yang baru menjabat satu kali periode mulai 2021 – 2026.
“Sukses Mubes Kosgoro 2026 dan Kita dukung Dave Laksono untuk melanjutkan kembali kepemimpinan Kosgoro 1957 kedepan”. katanya mengakhiri sambutannya. (***/Redaksi)













