• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Jadi Arsitek Istiqlal, Frederich Silaban Pakai Nama Samaran Agar Terpilih

Jadi Arsitek Istiqlal, Frederich Silaban Pakai Nama Samaran Agar Terpilih

Februari 25, 2021
BMKG Mendeteksi 2.945 Titik Panas di Sumatra, Sumsel dan Pekanbaru Terparah

BMKG Mendeteksi 2.945 Titik Panas di Sumatra, Sumsel dan Pekanbaru Terparah

Agustus 24, 2026
Ketua DPD RI Minta Peran Badan Restorasi Gambut Diperkuat Hadapi Karhutla

Ketua DPD RI Minta Peran Badan Restorasi Gambut Diperkuat Hadapi Karhutla

Agustus 24, 2026
ADVERTISEMENT
Komisi X DPR Dorong Penguatan Literasi Harus Berkelanjutan hingga ke Desa

Komisi X DPR Dorong Penguatan Literasi Harus Berkelanjutan hingga ke Desa

Agustus 24, 2026
Anggota Komisi IV DPR Desak Kemenkeu Cairkan Anggaran Darurat Rp290 Miliar untuk Karhutla

Anggota Komisi IV DPR Desak Kemenkeu Cairkan Anggaran Darurat Rp290 Miliar untuk Karhutla

Agustus 24, 2026
Kemenhub Gelar Pelatihan Inspektur Penerbangan dari Enam Negara demi Keselamatan Udara

Kemenhub Gelar Pelatihan Inspektur Penerbangan dari Enam Negara demi Keselamatan Udara

Agustus 24, 2026
Panbil Nature Reserve Kembali Gelar Merdeka Trail Run 2026, Jalur 20K Kini Lebih Terjal & Menantang

Panbil Nature Reserve Kembali Gelar Merdeka Trail Run 2026, Jalur 20K Kini Lebih Terjal & Menantang

Agustus 24, 2026
Pengamanan Ekstra Kedubes Israel di Fiji Dipertanyakan

Pengamanan Ekstra Kedubes Israel di Fiji Dipertanyakan

Agustus 24, 2026
Hentikan Penambangan Nikel Raja Ampat, Masyarakat Adat Keluarkan ‘Resolusi Arborek’

Hentikan Penambangan Nikel Raja Ampat, Masyarakat Adat Keluarkan ‘Resolusi Arborek’

Agustus 23, 2026
Indonesia-RRT Siapkan Kelompok Kerja Bahas AI dan Transfer Teknologi

Indonesia-RRT Siapkan Kelompok Kerja Bahas AI dan Transfer Teknologi

Agustus 23, 2026
KPK Tetapkan Rektor Unsoed dan 5 Tersangka Lain Dalam Kasus Korupsi PMB

KPK Tetapkan Rektor Unsoed dan 5 Tersangka Lain Dalam Kasus Korupsi PMB

Agustus 23, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Senin, Agustus 24, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Ragam Info

Jadi Arsitek Istiqlal, Frederich Silaban Pakai Nama Samaran Agar Terpilih

[Ragam Info]

Februari 25, 2021
in Ragam Info
0
0
SHARES
312
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
Ir. Soekarno bersama Frederich Silaban

Jakarta, SatukanIndonesia.com – Masjid Istiqlal sudah dianggap sebagai simbol toleransi antaragama di Indonesia bukan tanpa alasan, ada beberapa alasan sehingga Masjid Istiqlal dijadikan simbol toleransi antaragama.

Makna toleransi yang dilekatkan kepada Masjid Istiqlal tak cuma karena berlokasi di seberang Gereja Katedral di Jakarta Pusat.

Alasan lain adalah sosok di balik perancang desain Masjid Istiqlal bernama Frederich Silaban.

Situs Jakarta Tourism menjelaskan, Frederich adalah seorang Kristen Prostestan yang dipilih oleh Presiden Soekarno untuk merancang Masjid Istiqlal.

Pemilihan tersebut terjadi lewat sayembara oleh Soekarno pada 1955.

Putra Frederich, Panogu Silaban, mengisahkan awal mula sang ayah memutuskan untuk ikut sayembara tersebut.

Dia menjelaskan bahwa Frederich, yang memiliki kedekatan ke Soekarno, meminta izin sang Presiden untuk turut berpartisipasi pada sayembara.

“Dia (Frederich) pernah bertanya kepada Soekarno langsung: ‘Ini mau ngadain sayembara Istiqlal loh? Saya ikut enggak ya?’ Mereka memang dekat ya.

Lalu (Soekarno jawab): ‘Tapi kalau ikut harus pakai nama samaran. Kalau enggak, enggak ada yang mau milih’,” kata Panogu dalam wawancara dengan tayangan SINGKAP Kompas TV pada akhir Februari 2018.

Dijelaskan Panogu, ayahnya memang kerap mengikuti sayembara dengan nama samaran berupa moto.

“Setiap kali sayembara itu pakai nama-nama samaran, motto istilahnya.

Pernah ada satu sayembara, (Frederich) pakai (nama) ‘Bhinneka Tunggal Ika’ motonya. Juga pernah pakai ‘Kemakmuran’. Lalu, untuk Istiqlal ini motonya ‘Ketuhanan’,” paparnya.

Sosok pekerja keras

Frederich lahir di Bonan Dolok, Sumatera Utara, pada 16 Desember 1912 dari keluarga petani yang sederhana.

Dia merupakan lulusan Koningin Wilhermina School, sebuah sekolah setingkat Sekolah Teknik Menengah (STM) di Jakarta pada 1931.

Frederich kemudian melanjutkan studinya ke Belanda pada 1949 hingga 1950. Menurut Panogu, ayahnya adalah seorang pekerja keras dengan kecerdasan yang tinggi.

Semasa hidupnya, Frederich, lanjut Panogu, selalu bekerja di luar jam kerjanya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas Pekerjaan Umum di Bogor kala itu.

“Dia kan pegawai negeri di kotamadya Bogor. Dia bekerja sampai jam 14.00 WIB. Nah, setelah itu dia bekerja paruh waktu sebagai arsitek. Dia bekerja bukan cuma di waktu kerja, tapi juga sampai malam bahkan hingga subuh,” urai Panogu.

“Dulu saya sering bertemu tetangga-tetangga di sini bercerita, kalau lampu (rumah Frederich) nyala jam 04.00, wah Silaban lagi kerja,” lanjutnya.

Frederich diketahui telah memiliki puluhan karya di Indonesia.

Namun, desain Masjid Istiqlal-lah yang membuat Frederich mendapat tanda kehormatan dan tanda jasa dari pemerintah.

Dia pun menjadi arsitek favorit Soekarno.

Bahkan, sang Presiden kerap ingin bertamu ke rumah Frederich di Bogor.

“Suatu saat, Bung Karno minta dong: ‘Masa kamu saja yang ke rumah saya, Sil (Silaban). Saya sekali-kali ke rumah kamu dong’. Betapa paniknya dia (Frederich). Kan rumah gubuk begini, masa seorang Presiden mau datang?” cerita Panogu.

“Jadi, dia (Frederich) menolak (dan bilang): ‘Nanti saja. Kalau rumah saya sudah dibangun, Bapak boleh datang’,” tambahnya.

Soekarno, lanjut Panogu, akhirnya bisa bertamu ke rumah Frederich di Bogor pada 1961, tiga tahun setelah Frederich memutuskan membangun rumah.

“Soekarno tahu (rumah Frederich telah dibangun): ‘Nah, dulu bilang kalau rumahnya udah jadi boleh datang’. Jadi, dia datang. Saya masih umur 3 tahun,” ujar Panogu.

Frederich Silaban tutup usia pada 14 Mei 1984 di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, karena komplikasi penyakit pada umur 72 tahun.

Sampai akhir hayatnya, menurut Panogu, ada sejumlah desain karya Frederich yang tidak dibangun dan sampai sekarang masih disimpan oleh Keluarga Silaban. (FA/SI).

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: Arsitek IndonesiaFrederich SilabanIr. SoekarnoMasjid Istiqlal
ShareTweetSend

Related Posts

Masjid Istiqlal Sediakan 4-6 Ribu Boks Takjil Gratis Tiap Hari Selama Ramadhan

Masjid Istiqlal Sediakan 4-6 Ribu Boks Takjil Gratis Tiap Hari Selama Ramadhan

Maret 12, 2024
Masjid Istiqlal Ditempeli 50 QRIS Palsu, Imam Besar Lapor Bank Untuk Ditindaklanjuti

Masjid Istiqlal Ditempeli 50 QRIS Palsu, Imam Besar Lapor Bank Untuk Ditindaklanjuti

April 10, 2023
TNI AL dan Masjid Istiqlal Sinergi Dalam Upaya Menangkal Pemahaman Radikal

TNI AL dan Masjid Istiqlal Sinergi Dalam Upaya Menangkal Pemahaman Radikal

Oktober 7, 2021
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?