Pelatihan yang diselenggarakan melalui Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara (PPSDMPU) tersebut resmi ditutup di Tangerang, Banten, setelah berlangsung selama tiga minggu sejak 3 hingga 20 Agustus 2026.
Sebanyak 16 inspektur penerbangan dari enam negara mengikuti pelatihan tersebut, yakni Indonesia, Vietnam, Nepal, Thailand, Sri Lanka, dan Papua Nugini.
Kegiatan itu merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Perhubungan, International Civil Aviation Organization, serta US FAA dan Boeing dalam upaya memperkuat kapasitas pengawasan keselamatan penerbangan di kawasan Asia-Pasifik.
Pelatihan ICAO GSI bertujuan meningkatkan kompetensi teknis inspektur otoritas penerbangan sipil dalam melaksanakan sertifikasi operator udara (air operator certification) dan pengawasan operasional penerbangan (flight operations oversight) sesuai standar keselamatan penerbangan internasional.
Kepala Bidang Pendidikan PPSDMPU I Gusti Agung Ayu Mas Oka menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, instruktur, dan pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.
“Komitmen, partisipasi aktif, serta dedikasi yang ditunjukkan para peserta selama pelatihan mencerminkan profesionalisme tinggi dalam memperkuat pengawasan keselamatan penerbangan. Kami berharap pengetahuan dan best practices yang diperoleh dapat diterapkan secara efektif di organisasi masing-masing demi terwujudnya sistem pengawasan operasional transportasi udara yang lebih aman,” ujar I Gusti Agung Ayu Mas Oka.
Selain pembekalan teknis berbasis kompetensi, peserta juga mendapatkan latihan praktis, evaluasi, serta studi kasus untuk memperkuat pemahaman terhadap pelaksanaan sertifikasi dan pengawasan operator penerbangan.
Pelatihan tersebut juga menjadi bagian dari pengembangan kapasitas instruktur penerbangan di kawasan Asia-Pasifik.
Pada Angkatan ke-2, dua calon instruktur, Patsy Ong dan Fakhrur Rozi, telah menyelesaikan tahapan On-the-Job Training (OJT) di bawah bimbingan Senior Instructor Alan Tang.
Tahapan OJT tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kapasitas instruktur regional yang diharapkan dapat mendukung keberlanjutan program pengembangan kompetensi pengawasan keselamatan penerbangan.
Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) Sokhib Al Rokhman, yang mewakili Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, mengatakan penguatan kapasitas sumber daya manusia harus dilanjutkan melalui penerapan kompetensi secara langsung di lapangan.
“Kehadiran peserta dari berbagai negara Asia-Pasifik menunjukkan pentingnya kerja sama regional dalam pengawasan keselamatan penerbangan. Pelatihan ini dilanjutkan dengan tahap On-the-Job Training atau OJT untuk membangun kelompok instruktur regional yang kompeten,” ujar Sokhib dalam keterangan resminya yang diterima InfoPublik pada Jumat (21/8/2026).
Menurutnya, keberadaan instruktur yang kompeten akan mendukung penguatan sistem pengawasan keselamatan yang efektif dan berkelanjutan di kawasan Asia-Pasifik.
internasional sebagai salah satu faktor penting dalam meningkatkan standar keselamatan penerbangan.
Pertukaran pengalaman dan penerapan praktik terbaik antarnegara diharapkan dapat meningkatkan kemampuan otoritas penerbangan dalam menghadapi berbagai tantangan operasional yang terus berkembang.
Melalui pelatihan ICAO GSI Operations–Air Operator Certification, para inspektur penerbangan diharapkan mampu menerapkan standar dan prosedur pengawasan yang selaras dengan ketentuan internasional.
Penguatan kompetensi tersebut pada akhirnya diarahkan untuk mendukung terciptanya sistem penerbangan yang semakin aman, selamat, dan berstandar internasional.
Program ini juga mencerminkan komitmen Indonesia dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia yang kompeten dan berdaya saing serta meningkatkan konektivitas nasional dan internasional. Upaya tersebut sejalan dengan agenda Asta Cita, khususnya penguatan pembangunan sumber daya manusia serta pembangunan infrastruktur dan konektivitas yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan pelayanan publik.(***)













