
Jakarta, SatukanIndonesia.com – PDI Perjuangan (PDIP) menegaskan tetap berpegang pada konstitusi dan menolak adanya wacana penundaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.
“PDI Perjuangan menegaskan sikap politiknya bahwa wacana penundaan Pemilu tidak memiliki landasan hukum yang kuat dan melupakan aspek yang paling fundamental dalam politik yang memerlukan syarat kedisiplinan dan ketaatan terhadap konstitusi,” kata Hasto, Kamis (24/2/2022).
Baca Juga: Ketum DPP PAN Zulkifli Hasan Dukung Penundaan Pemilu 2024, Ini Alasannya
Pengamat politik Saiful Anam menanggapi sikap PDIP yang menolak wacana pemilu 2024 diundur, menurutnya, jika Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mendukung penundaan pemilu, kekuasan dirinya tidak lagi dominan.
“Kalau ternyata Pemilu benar-benar ditunda, dapat disimpulkan bahwa kekuasaan dan kekuatan Megawati dan PDIP dalam pemerintahan tidak lagi dominan,” ujar Saiful dalam keterangannya kepada Genpi.co, dikutip SatukanIndonesia.com, Selasa, (1/3/2022).
Baca Juga: Ace Hasan Syadzily Terpilih Sebagai Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, Gema Airlangga Beri Selamat
Selain itu, menurut Saiful, jika Pemilu benar-benar ditunda, makin menunjukkan PDIP dan Megawati selaku Ketum PDIP tidak lagi berdaya di depan Presiden Jokowi dan partai koalisi.
“Tentu publik akan berpikir bahwa Megawati makin tersingkir dan bahkan dapat dikalahkan oleh Jokowi jika Pemilu benar-benar diundur,” kata Saiful.
Baca Juga: PPGI Minta KPU Tindak Tegas Politisi Yang Politisisasi Agama
Dengan demikian, publik akan menilai kekuatan politik siapa yang lebih berjaya, apakah Jokowi atau justru Megawati. Dia melihat, secara kalkulasi politik ke depan makin banyak perbedaan-perbedaan pandangan antara Megawati Vs Jokowi.
“Mendekati 2024 mendatang antara keduanya makin renggang karena adanya perbedaan-perbedaan pandangan dan pilihan politik antara Jokowi Vs Megawati,” pungkasnya. (nal/SI)













