• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Jimly Sebut Pemerintah Belum Bisa Terapkan Asas ‘Salus Populi Suprema Lex’

Jimly Sebut Pemerintah Belum Bisa Terapkan Asas ‘Salus Populi Suprema Lex’

Maret 19, 2021
Truk Trailer Tak Kuat Menanjak di Fleyover Kranji Bekasi, Lalin di Sultan Agung ke Bekasi Lumpuh

Truk Trailer Tak Kuat Menanjak di Fleyover Kranji Bekasi, Lalin di Sultan Agung ke Bekasi Lumpuh

Juni 13, 2026
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Raih Penghargaan Nasional sebagai Pendorong Pertumbuhan Ekonomi Kota

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Raih Penghargaan Nasional sebagai Pendorong Pertumbuhan Ekonomi Kota

Juni 12, 2026
ADVERTISEMENT
Baleg DPR Percepat Penyusunan RUU Masyarakat Adat

Baleg DPR Percepat Penyusunan RUU Masyarakat Adat

Juni 12, 2026
Kemenhub Percepat Pengembangan Jaringan KA untuk Dorong Konektivitas dan Efisiensi Logistik

Kemenhub Percepat Pengembangan Jaringan KA untuk Dorong Konektivitas dan Efisiensi Logistik

Juni 12, 2026
Siti Hediati Soeharto Tegaskan Pentingnya Penyusunan RUU Pangan 

Siti Hediati Soeharto Tegaskan Pentingnya Penyusunan RUU Pangan 

Juni 12, 2026
Logis 08 Geruduk KPK dan Kantor Pusat BRI, Minta Penetapan Tersangka Kasus BRI-Telkom

Logis 08 Geruduk KPK dan Kantor Pusat BRI, Minta Penetapan Tersangka Kasus BRI-Telkom

Juni 12, 2026
Prabowo Perintahkan Percepatan Peralihan LPG ke CNG demi Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Prabowo Perintahkan Percepatan Peralihan LPG ke CNG demi Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Juni 12, 2026
Polda Metro Jaya Kerahkan 4.151 Personel Gabungan Polri -TNI Amankan Aksi Mahasiswa di Jakarta

Polda Metro Jaya Kerahkan 4.151 Personel Gabungan Polri -TNI Amankan Aksi Mahasiswa di Jakarta

Juni 12, 2026
Anggota DPR Ingatkan Keberhasilan UU Polri Tergantung Kualitas SDM Anggota

Anggota DPR Ingatkan Keberhasilan UU Polri Tergantung Kualitas SDM Anggota

Juni 12, 2026
Komisi XIII DPR Minta KemenHAM Susun Ulang Anggaran 2027

Komisi XIII DPR Minta KemenHAM Susun Ulang Anggaran 2027

Juni 12, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Sabtu, Juni 13, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Nasional

Jimly Sebut Pemerintah Belum Bisa Terapkan Asas ‘Salus Populi Suprema Lex’

[Nasional]

Maret 19, 2021
in Nasional
0
0
SHARES
75
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
Jimly Asshiddiqie

Jakarta, SatukanIndonesia.com – Jimly Asshiddiqie mengatakan bahwa untuk saat ini pemerintah masih belum bisa menerapkan asas ‘Salus Populi Suprema Lex Esto’ untuk menangani Covid-19.

Penjelasan itu disampaikan merespons pernyataan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan, Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD yang sebelumnya menyebut bahwa konstitusi bisa dilanggar jika demi keselamatan rakyat.

Jimly menerangkan, asas ‘Salus Populi Suprema Lex Esto’ atau ‘Keselamatan Rakyat Merupakan Hukum Tertinggi’ hanya bisa digunakan ketika pemerintah menetapkan keadaan darurat. Sedangkan saat ini, pemerintah tidak sedang menerapkan status darurat tersebut di tengah penanganan pandemi.

“Artinya yang dipakai harus hukum tata negara normal, maka asas ‘salus populi suprema lex’ tidak bisa gunakan, fasilitas yang tersedia untuk nyimpang dari UUD,” terang Jimly melalui akun pribadinya di Twitter, Kamis (18/3) malam.

Jimly pun menjelaskan, asas ‘Salus Populi Suprema Lex Esto’ harus dibaca berdasarkan penerapan Pasal 12 UUD 1945. Pasal ini mengatur ketentuan mengenai keadaan darurat.

“Presiden menyatakan keadaan bahaya. Syarat-syarat dan akibatnya keadaan bahaya ditetapkan dengan Undang-undang,” demikian bunyi Pasal 12 UUD 1945.

Di luar itu, menurut Jimly, pemerintah dilarang melanggar UUD.

Sedangkan saat ini, dia melanjutkan, sejumlah UU yang menjadi dasar pemerintah menangani Covid-19 tak satu pun memberikan status keadaan darurat seperti diizinkan Pasal 12 UUD ’45. Dengan demikian, kata Jimly, pemerintah tidak berhak melanggar konstitusi sebagai dalih penanganan pandemi.

Karena itu menurutnya pemerintah mestinya kini tak perlu ragu menetapkan status keadaan darurat jika asas izin melanggar hak konstitusi hendak diberlakukan. Termasuk dengan cara menerbitkan peraturan pemerintah pengganti UU (Perppu) untuk mengganti UU 1959 Keadaan Bahaya juncto UU Perppu 1960 sebagai dasar keadaan darurat yang dinilai telah tertinggal.

“Maka, tidak usah ragu terapkan keadaan darurat. Kalau UU/Perppu Keadaan Bahaya 1959 jo UU Perppu 1960 dinilai ketinggalan, ubahlah dengan Perppu baru,” katanya.

Asas ‘Salus Populi Suprema Lex Esto’ sebelumnya disinggung Menko Polhukam Mahfud MD dalam kaitannya dengan penanganan pandemi di Indonesia.

Prinsip itulah yang menurut Mahfud kini diterapkan pemerintah dalam mengatasi pandemi. Pemerintah, kata dia, telah banyak mengalokasikan anggaran untuk menyelamatkan rakyat melalui sejumlah cara.

“Keselamatan rakyat hukum tertinggi. Kalau kamu ingin menyelamatkan rakyat boleh kamu melanggar konstitusi, bahkan itu ekstremnya,” kata Mahfud Markas Kodam V/Brawijaya, Surabaya, Rabu, (17/3/2021). (FA/SI).

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: Jimly AsshiddiqieMelanggar KonstitusiPenanganan Covid-19Salus Populi Suprema Lex
ShareTweetSend

Related Posts

 Jimly Asshiddiqie Sebut Polri Telah Bebaskan Sejumlah Tersangka Demonstrasi Agustus 2025

 Jimly Asshiddiqie Sebut Polri Telah Bebaskan Sejumlah Tersangka Demonstrasi Agustus 2025

Desember 11, 2025
Natalius Pigai Anugerahi 6 Orang Jadi Tokoh HAM: Ada 6 Orang Jadi Tokoh HAM, Ada Jimly-Hariman Siregar

Natalius Pigai Anugerahi 6 Orang Jadi Tokoh HAM: Ada 6 Orang Jadi Tokoh HAM, Ada Jimly-Hariman Siregar

Desember 11, 2025
MKMK Putuskan Nasib Anwar Usman Dkk Selasa 7 November

Isu Pemakzulan Presiden Jokowi, Jimly Asshiddiqie: Taktik Politik dari yang Takut Kalah

Januari 15, 2024

MKMK Tegaskan Tak Berwenang Ubah Putusan MK Soal Batas Usia Capres-cawapres

November 8, 2023

Tanggapi Putusan MKMK, Mahfud: Setelah Sedih dan Malu, Saya Bangga Lagi dengan MK

November 7, 2023
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?