• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Kekerasan Aparat di Aksi Buruh 2025, Amnesty : Pemerintah Indonesia Semakin Otoriter

Kekerasan Aparat di Aksi Buruh 2025, Amnesty : Pemerintah Indonesia Semakin Otoriter

Mei 5, 2025
Diberi Waktu Sepekan,  Ini Penjelasan Bahlil  Soal Penataan Izin Tambang di Kawasan Hutan

Diberi Waktu Sepekan, Ini Penjelasan Bahlil  Soal Penataan Izin Tambang di Kawasan Hutan

April 17, 2026
Prabowo Terima Laporan Pembangunan 300 Jembatan dan Renovasi Sekolah Terdampak Bencana dari KSAD

Prabowo Terima Laporan Pembangunan 300 Jembatan dan Renovasi Sekolah Terdampak Bencana dari KSAD

April 17, 2026
ADVERTISEMENT
Dari Kawasan Perbatasan , Li Claudia Chandra Raih KWP Award 2026

Dari Kawasan Perbatasan , Li Claudia Chandra Raih KWP Award 2026

April 17, 2026
Kepala DKP Papua Barat : Revitalisasi Cold Storage Terkendala Anggaran

Kepala DKP Papua Barat : Revitalisasi Cold Storage Terkendala Anggaran

April 17, 2026
Menteri PPPA Kecam Pelecehan oleh 16 Mahasiswa UI Fakultas Hukum

Menteri PPPA Kecam Pelecehan oleh 16 Mahasiswa UI Fakultas Hukum

April 17, 2026
Kemkomdigi Pastikan Sekolah Rakyat Terhubung Akses Internet dan Aman Digital

Kemkomdigi Pastikan Sekolah Rakyat Terhubung Akses Internet dan Aman Digital

April 17, 2026
MBG Jadi Penggerak Ekonomi, Menko Muhaimin Soroti Peran Kepala Daerah

MBG Jadi Penggerak Ekonomi, Menko Muhaimin Soroti Peran Kepala Daerah

April 17, 2026
KP2MI Pastikan Penanganan Barang Milik PMI Berjalan Transparan dan Akuntabel

KP2MI Pastikan Penanganan Barang Milik PMI Berjalan Transparan dan Akuntabel

April 17, 2026
Papua Barat Kehilangan Rp100 Triliun dari Aktivitas Tambang Ilegal

Papua Barat Kehilangan Rp100 Triliun dari Aktivitas Tambang Ilegal

April 17, 2026
Aparat Keamanan dan TPNPB Saling Tuduh Serang Pemukiman Warga Sipil

Aparat Keamanan dan TPNPB Saling Tuduh Serang Pemukiman Warga Sipil

April 17, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Jumat, April 17, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Daerah

Kekerasan Aparat di Aksi Buruh 2025, Amnesty : Pemerintah Indonesia Semakin Otoriter

[Daerah]

Mei 5, 2025
in Daerah, News
0
0
SHARES
207
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
FOTO : Tindakan represif aparat kepolisian terhadap peserta aksi damai peringatan Hari Buruh Internasional pada 1 Mei 2025 di salah satu kota di Indonesia//ISTIMEWA

JAKARTA, SatukanIndonesia.com – Amnesty International Indonesia mengecam keras tindakan represif aparat kepolisian terhadap peserta aksi damai peringatan Hari Buruh Internasional pada 1 Mei 2025 di berbagai kota di Indonesia.

 

Demikian diungkapkan Deputi Direktur Amnesty International Indonesia, Wirya Adiwena melalui siaran pers, yang dikutip media ini, Selasa (05/05/2025).

Ia menilai, tindakan brutal polisi merupakan cerminan praktik otoritarianisme yang terus berlangsung di Indonesia.

“Sekali lagi aparat memperlihatkan taktik yang brutal, kejam dan tidak manusiawi terhadap peserta aksi damai Hari Buruh Internasional. Ini bukti pemerintah Indonesia terus membungkam kebebasan berekspresi dan berkumpul,”ujar Wirya.

Amnesty menyoroti, pelanggaran serius HAM oleh kepolisian, seperti penggunaan kekuatan berlebihan, penyiksaan, penangkapan semena-mena, hingga serangan terhadap jurnalis dan petugas medis. Insiden tercatat di berbagai wilayah, termasuk Jakarta dan Semarang.

Di Jakarta, aparat dilaporkan membubarkan paksa aksi damai mahasiswa di depan Gedung DPR/MPR Senayan. Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) menyebut aparat melakukan penggeledahan barang pribadi secara tidak sah dan menuduh sejumlah mahasiswa sebagai kelompok “anarko” tanpa dasar jelas.

Sekira pukul 17.00 WIB, aparat membubarkan massa dengan kekerasan, menggunakan gas air mata dan meriam air. Setidaknya 14 orang ditangkap, termasuk empat tenaga medis yang tengah bertugas. Mereka dilaporkan mendapat kekerasan fisik, termasuk pukulan di kepala dan leher.

TAUD mencatat 13 dari 14 orang mengalami luka serius, termasuk tiga korban dengan luka bocor di kepala. Seorang perempuan mengaku mengalami pelecehan seksual oleh aparat.

Kekerasan juga dialami jurnalis media progreSIP berinisial Y yang sedang merekam aksi. Ia dianiaya oleh sekitar sepuluh orang tak berseragam yang diduga polisi. Meski sudah menunjukkan identitas pers, Y dipukuli dan dipaksa menghapus rekaman.

Sementara di Semarang, LBH Semarang melaporkan penggunaan gas air mata yang bahkan menyasar ke posko medis. Sedikitnya 14 peserta aksi ditahan secara sewenang-wenang.

Jurnalis Tempo berinisial JAN mengalami dua kali serangan dari aparat saat meliput, termasuk percobaan pembantingan di depan kantor Gubernur Jawa Tengah, dan pemukulan saat peliputan di kampus Undip Pleburan.

Tak hanya itu, DS, pimpinan redaksi pers mahasiswa, mengalami luka robek di wajah akibat pemukulan saat merekam kekerasan. Empat anggota Lembaga Pers Mahasiswa di Semarang juga menjadi korban kekerasan aparat.

Amnesty menyebut, tindakan kekerasan ini terus terjadi karena tidak adanya akuntabilitas dalam tubuh Polri.

“Lingkaran impunitas terus mengakar kuat, karena tidak ada penghukuman terhadap pelaku maupun atasan mereka,”kata Wirya.

Untuk itu, Amnesty mendesak Polri untuk segera menghentikan taktik represif, mengusut tuntas kekerasan yang terjadi, serta membebaskan seluruh peserta aksi damai yang ditahan.

Amnesty juga menyerukan DPR, Kompolnas, dan lembaga pengawas lainnya, untuk mengevaluasi kepemimpinan Polri.

Ditambahkannya, berulangnya kekerasan polisi harus menjadi alarm bagi Komisi III DPR untuk menggunakan hak angket atau interpelasi.

“Praktik yang dibiarkan tanpa perbaikan selama bertahun-tahun, harus disikapi kritis sebagai kebijakan negara,”tandasnya. [**/GRW]

Komentar Facebook

Tags: 1 Mei 2025Aksi Buruh 2025Amnesty International IndonesiaPolisi
ShareTweetSend

Related Posts

Keroyok Aktivis, Sejumlah Anggota Polisi di Papua Barat Resmi Dipolisikan

Keroyok Aktivis, Sejumlah Anggota Polisi di Papua Barat Resmi Dipolisikan

Oktober 2, 2025
Perkuat Sinergitas, Polisi Bertemu Wartawan Papua Barat

Perkuat Sinergitas, Polisi Bertemu Wartawan Papua Barat

Juni 5, 2025
Dukung Pernyataan DPR RI, Polisi Didesak Tindak Penambang Emas Ilegal di Pegaf

Dukung Pernyataan DPR RI, Polisi Didesak Tindak Penambang Emas Ilegal di Pegaf

Juni 1, 2025

Polisi Musnahkan Barang Bukti Ganja seberat 6 Kilogram di Sorong

Maret 25, 2025

Enam Anggota Polresta Yogya Terduga Pelaku Penganiayaan kepada Darso Diperiksa Dua Bidpropam Sekaligus

Januari 13, 2025
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?