• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Kekerasan Aparat di Aksi Buruh 2025, Amnesty : Pemerintah Indonesia Semakin Otoriter

Kekerasan Aparat di Aksi Buruh 2025, Amnesty : Pemerintah Indonesia Semakin Otoriter

Mei 5, 2025
Menkeu Purbaya Nilai Kebijakan DHE SDA Berpotensi Dongkrak Kinerja Himbara

Menkeu Purbaya Nilai Kebijakan DHE SDA Berpotensi Dongkrak Kinerja Himbara

Juni 2, 2026
Ditjen Imigrasi Siapkan Layanan Khusus untuk Percepat Kepulangan Jamaah Haji Indonesia 2026

Ditjen Imigrasi Siapkan Layanan Khusus untuk Percepat Kepulangan Jamaah Haji Indonesia 2026

Juni 2, 2026
ADVERTISEMENT
Mensos Sebut 45 Persen Bansos Tak Tepat Sasaran Akibat Data Kurang Akurat

Mensos Sebut 45 Persen Bansos Tak Tepat Sasaran Akibat Data Kurang Akurat

Juni 2, 2026
Komisi XIII DPR: Revisi UU HAM untuk Perkuat Perlindungan HAM

Komisi XIII DPR: Revisi UU HAM untuk Perkuat Perlindungan HAM

Juni 2, 2026
Meski Diguyur Hujan, Seluruh Kader PDI Perjuangan Tetap Semangat Melaksanakan Upacara Hari Lahir Pancasila

Meski Diguyur Hujan, Seluruh Kader PDI Perjuangan Tetap Semangat Melaksanakan Upacara Hari Lahir Pancasila

Juni 2, 2026
Lapas Kelas IIA Batam Berikan Remisi Khusus Bagi 15 Warga Binaan yang Beragama Buddha Pada Hari Raya Waisak 2570 BE Tahun 2026

Lapas Kelas IIA Batam Berikan Remisi Khusus Bagi 15 Warga Binaan yang Beragama Buddha Pada Hari Raya Waisak 2570 BE Tahun 2026

Mei 31, 2026
Dalam Rangka Hari Lahir Pancasila PDI Perjuangan Kota Batam Gelar Upacara Bendera Kebangsaan dan Sambut Bulan Bung Karno

Dalam Rangka Hari Lahir Pancasila PDI Perjuangan Kota Batam Gelar Upacara Bendera Kebangsaan dan Sambut Bulan Bung Karno

Mei 31, 2026
DPRD Batam Mulai Laksanakan Reses, Serap Aspirasi Warga

DPRD Batam Mulai Laksanakan Reses, Serap Aspirasi Warga

Mei 31, 2026
Komisi II DPR Gandeng China Perkuat Kerjasama Pembangunan dan SDM Daerah

Komisi II DPR Gandeng China Perkuat Kerjasama Pembangunan dan SDM Daerah

Mei 31, 2026
Anggota DPR Komisi XI Minta Pemerintah dan BI Jaga Kepercayaan Investor Domestik

Anggota DPR Komisi XI Minta Pemerintah dan BI Jaga Kepercayaan Investor Domestik

Mei 31, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Selasa, Juni 2, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Daerah

Kekerasan Aparat di Aksi Buruh 2025, Amnesty : Pemerintah Indonesia Semakin Otoriter

[Daerah]

Mei 5, 2025
in Daerah, News
0
0
SHARES
210
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
FOTO : Tindakan represif aparat kepolisian terhadap peserta aksi damai peringatan Hari Buruh Internasional pada 1 Mei 2025 di salah satu kota di Indonesia//ISTIMEWA

JAKARTA, SatukanIndonesia.com – Amnesty International Indonesia mengecam keras tindakan represif aparat kepolisian terhadap peserta aksi damai peringatan Hari Buruh Internasional pada 1 Mei 2025 di berbagai kota di Indonesia.

 

Demikian diungkapkan Deputi Direktur Amnesty International Indonesia, Wirya Adiwena melalui siaran pers, yang dikutip media ini, Selasa (05/05/2025).

Ia menilai, tindakan brutal polisi merupakan cerminan praktik otoritarianisme yang terus berlangsung di Indonesia.

“Sekali lagi aparat memperlihatkan taktik yang brutal, kejam dan tidak manusiawi terhadap peserta aksi damai Hari Buruh Internasional. Ini bukti pemerintah Indonesia terus membungkam kebebasan berekspresi dan berkumpul,”ujar Wirya.

Amnesty menyoroti, pelanggaran serius HAM oleh kepolisian, seperti penggunaan kekuatan berlebihan, penyiksaan, penangkapan semena-mena, hingga serangan terhadap jurnalis dan petugas medis. Insiden tercatat di berbagai wilayah, termasuk Jakarta dan Semarang.

Di Jakarta, aparat dilaporkan membubarkan paksa aksi damai mahasiswa di depan Gedung DPR/MPR Senayan. Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) menyebut aparat melakukan penggeledahan barang pribadi secara tidak sah dan menuduh sejumlah mahasiswa sebagai kelompok “anarko” tanpa dasar jelas.

Sekira pukul 17.00 WIB, aparat membubarkan massa dengan kekerasan, menggunakan gas air mata dan meriam air. Setidaknya 14 orang ditangkap, termasuk empat tenaga medis yang tengah bertugas. Mereka dilaporkan mendapat kekerasan fisik, termasuk pukulan di kepala dan leher.

TAUD mencatat 13 dari 14 orang mengalami luka serius, termasuk tiga korban dengan luka bocor di kepala. Seorang perempuan mengaku mengalami pelecehan seksual oleh aparat.

Kekerasan juga dialami jurnalis media progreSIP berinisial Y yang sedang merekam aksi. Ia dianiaya oleh sekitar sepuluh orang tak berseragam yang diduga polisi. Meski sudah menunjukkan identitas pers, Y dipukuli dan dipaksa menghapus rekaman.

Sementara di Semarang, LBH Semarang melaporkan penggunaan gas air mata yang bahkan menyasar ke posko medis. Sedikitnya 14 peserta aksi ditahan secara sewenang-wenang.

Jurnalis Tempo berinisial JAN mengalami dua kali serangan dari aparat saat meliput, termasuk percobaan pembantingan di depan kantor Gubernur Jawa Tengah, dan pemukulan saat peliputan di kampus Undip Pleburan.

Tak hanya itu, DS, pimpinan redaksi pers mahasiswa, mengalami luka robek di wajah akibat pemukulan saat merekam kekerasan. Empat anggota Lembaga Pers Mahasiswa di Semarang juga menjadi korban kekerasan aparat.

Amnesty menyebut, tindakan kekerasan ini terus terjadi karena tidak adanya akuntabilitas dalam tubuh Polri.

“Lingkaran impunitas terus mengakar kuat, karena tidak ada penghukuman terhadap pelaku maupun atasan mereka,”kata Wirya.

Untuk itu, Amnesty mendesak Polri untuk segera menghentikan taktik represif, mengusut tuntas kekerasan yang terjadi, serta membebaskan seluruh peserta aksi damai yang ditahan.

Amnesty juga menyerukan DPR, Kompolnas, dan lembaga pengawas lainnya, untuk mengevaluasi kepemimpinan Polri.

Ditambahkannya, berulangnya kekerasan polisi harus menjadi alarm bagi Komisi III DPR untuk menggunakan hak angket atau interpelasi.

“Praktik yang dibiarkan tanpa perbaikan selama bertahun-tahun, harus disikapi kritis sebagai kebijakan negara,”tandasnya. [**/GRW]

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: 1 Mei 2025Aksi Buruh 2025Amnesty International IndonesiaPolisi
ShareTweetSend

Related Posts

Menteri HAM Larang Begal Ditembak, Polisi: Keselamatan Warga yang Utama!

Menteri HAM Larang Begal Ditembak, Polisi: Keselamatan Warga yang Utama!

Mei 24, 2026
Keroyok Aktivis, Sejumlah Anggota Polisi di Papua Barat Resmi Dipolisikan

Keroyok Aktivis, Sejumlah Anggota Polisi di Papua Barat Resmi Dipolisikan

Oktober 2, 2025
Perkuat Sinergitas, Polisi Bertemu Wartawan Papua Barat

Perkuat Sinergitas, Polisi Bertemu Wartawan Papua Barat

Juni 5, 2025

Dukung Pernyataan DPR RI, Polisi Didesak Tindak Penambang Emas Ilegal di Pegaf

Juni 1, 2025

Polisi Musnahkan Barang Bukti Ganja seberat 6 Kilogram di Sorong

Maret 25, 2025
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?