
Jakarta, SatukanIndonesia.com – Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang diwakili oleh Heri Roni menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam penanganan dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di daerah.
Kolaborasi itu terutama harus dilakukan oleh pemerintah, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan kelompok masyarakat sipil.
“Kementerian Dalam Negeri mendorong berbagai upaya dari sisi kebijakan dan regulasi bagi pemerintah daerah agar menyinkronkan berbagai kebijakan di level pemerintah pusat dalam hal penanganan Pandemi Covid-19,” kata Heri dilansir dari laman resmi Kemendagri, Jumat (26/2/2021) .
Heri mengatakan, skema kemitraan multipihak tersebut dilakukan oleh pemerintah daerah dalam hal penanganan Covid-19 dan pembatasan kegiatan masyarakat sampai ke skala mikro. Kemudian, advokasi, edukasi, dan sosialisasi peningkatan disiplin protokol kesehatan di lingkungan kerja, dan masyarakat.
Lalu percepatan pelaksanaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2021 dan mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah untuk menarik minat investor dalam dan luar negeri, pengawasan penggunaan APBD sesuai target dan sasaran. Serta mendukung kelancaran program vaksinasi Covid-19 hingga ke level masyarakat.
“Sehingga penanganan Pandemi Covid-19, yang diikuti dengan pemulihan ekonomi nasional di daerah dapat segera tercapai melalui kolaborasi multi stakeholder tersebut,” ujar dia.
Ajakan Kolaborasi
Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate juga mengajak masyarakat berkolaborasi memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Menurut dia, pemerintah membutuhkan dukungan semua pihak, termasuk masyarakat, untuk memutus mata rantai penularan Covid-19 dan mengakhiri pandemi.
“Karena ini pandemi, kerja kolaborasi itu penting sekali, virologi itu penting, tapi kerja kolaborasi penting sekali,” ujar Johnny dalam acara “Rosi: Covid-19 Tembus 1 Juta, Kita Bisa Apa?” Kamis (28/1/2021).
Johnny menuturkan penanganan pandemi Covid-19 tidak bisa dilakukan masing-masing pihak. Karena itu, situasi saat ini diperlukan gotong-royong supaya bisa menciptakan kepercayaan dan optimisme yang tinggi unuk melawan Covid-19.
“Tidak mungkin bisa dilakukan satu komponen saja, ini harus dilakukan bersama, harus dilakukan secara kolaborasi dan harus dibangun kepercayaan dan optimisme masyarakat,” terang dia.(*)













