• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Komnas HAM RI Catat Kasus Kekerasan Sipil dan Politik di Tanah Papua

Komnas HAM RI Catat Kasus Kekerasan Sipil dan Politik di Tanah Papua

Juni 16, 2025
Dugaan Perundungan Siswi SMPN 12 Pematangsiantar Disorot FMP3 Minta Klarifikasi Kepala Sekolah dan Dinas Pendidikan

Dugaan Perundungan Siswi SMPN 12 Pematangsiantar Disorot FMP3 Minta Klarifikasi Kepala Sekolah dan Dinas Pendidikan

September 30, 2026
Cegah KLB Campak, Dinkes Manokwari Gelar Sosialisasi Imunisasi

Cegah KLB Campak, Dinkes Manokwari Gelar Sosialisasi Imunisasi

September 29, 2026
ADVERTISEMENT
Dokumen TKA Terverifikasi BUPP KEK Tanjung Sauh Tegaskan Komitmen Kepatuhan Keimigrasian & Pemberdayaan Tenaga Lokal

Dokumen TKA Terverifikasi BUPP KEK Tanjung Sauh Tegaskan Komitmen Kepatuhan Keimigrasian & Pemberdayaan Tenaga Lokal

September 29, 2026
APBN 2027 Resmi Disahkan, Belanja Negara Tembus Rp 4.106 Triliun

APBN 2027 Resmi Disahkan, Belanja Negara Tembus Rp 4.106 Triliun

September 29, 2026
Perkuat BPJS Kesehatan, Pemerintah Siapkan Tambahan Rp20 Triliun

Perkuat BPJS Kesehatan, Pemerintah Siapkan Tambahan Rp20 Triliun

September 29, 2026
Mendagri Tito Memastikan Pemulihan Pascabencana Sumatera Dilaporkan Setiap Pekan

Mendagri Tito Memastikan Pemulihan Pascabencana Sumatera Dilaporkan Setiap Pekan

September 29, 2026
Menkum Siapkan Rp10 Triliun untuk Pembiayaan Kekayaan Intelektual

Menkum Siapkan Rp10 Triliun untuk Pembiayaan Kekayaan Intelektual

September 29, 2026
Prakiraan BMKG: Cuaca Jakarta Hari ini 29 September 2026 Cerah Seharian

Prakiraan BMKG: Cuaca Jakarta Hari ini 29 September 2026 Cerah Seharian

September 29, 2026
Kementerian ATR/BPN Pastikan Anggaran 2027 Terukur dan Berdampak bagi Masyarakat

Kementerian ATR/BPN Pastikan Anggaran 2027 Terukur dan Berdampak bagi Masyarakat

September 29, 2026
Masalah HAM di Papua, Pemerintah Indonesia Mesti Menjawab dengan Data bukan Tekanan

Masalah HAM di Papua, Pemerintah Indonesia Mesti Menjawab dengan Data bukan Tekanan

September 29, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Rabu, September 30, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Daerah

Komnas HAM RI Catat Kasus Kekerasan Sipil dan Politik di Tanah Papua

[Hukum]

Juni 16, 2025
in Daerah, Hukum, News
0
0
SHARES
244
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
FOTO: Grafik data korban meninggal maupun luka-luka//ISTIMEWA

JAYAPURA, Satukanndonesia.com – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Komnas HAM RI) perwakilan Papua mencatat, ada 40 kasus kekerasan sipil dan politik (Sipol) di Tanah Papua selama 2025.

Kasus itu didominasi peristiwa kontak senjata antara TNI/Polri dan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat- Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM), dan penembakan atau serangan tunggal.

Kepala kantor Komnas HAM RI Perwakilan Papua, Frits B Ramandey mengatakan, ini berdasarkan pemantauan langsung di lapangan, pemberitaan media dan data Sistem Pengaduan HAM atau SPH yang diterima pihaknya, selama 1 Januari 2025 – 12 Juni 2025.

Kasus itu, misalnya kelompok sipil bersenjata menyerang pos-pos militer, satuan-satuan polisi atau tentara dan atau sebaliknya. Tentara dan polisi menyerang markas-markas kelompok sipil bersenjata.

“Juga ada penembakan tunggal, seperti tukang ojek yang melintas, atau mereka (aparat keamanan) yang ditembak secara individu, lalu senjatanya dirampas ada 27 kasus. Kasus penganiayaan 11 kasus, pengrusakan satu kasus, dan kerusuhan satu kasus. Satu peristiwa bisa menimbulkan lebih dari satu tindakan kekerasan,”kata Ramandey dalam konferensi pers di Kantor Komnas HAM Papua di Kota Jayapura, Papua, Minggu (15/06/2025).

 

Ramandey mengatakan, Kabupaten Yahukimo di Papua Pegunungan menjadi daerah dengan kasus tertinggi, yaitu delapan kasus. Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua Tengah tujuh kasus, Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi Papua Tengah dan Kota Jayapura, Provinsi Papua masing-masing lima kasus. Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah dan Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan masing-masing tiga kasus.

 

“Kabupaten Yalimo, provinsi Papua Pegunungan dan Kabupaten Paniai, Provinsi Papua Tengah masing-masing dua kasus. Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, Kabupaten Nabire dan Dogiyai Provinsi Papua Tengah, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat dan Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya masing-masing sebanyak satu kasus,”ujarnya.

Dikatakannya, secara faktual setiap konflik dan kekerasan yang terjadi dapat dilihat sebagai respons atas peristiwa sosial ekonomi maupun kebijakan politik.

Disisi lain, ketegangan maupun konflik bersenjata yang terjadi di Tanah Papua membutuhkan ruang-ruang dialog antara pemerintah pusat, pemerintah daerah serta masyarakat maupun kelompok sipil yang berseberangan yaitu TPNPB-OPM.

Sebab, ruang dialog di Tanah Papua masih tertutup hingga kini dan seakan-akan itu menjadi pembiaran jatuhnya korban dan terjadinya konflik berkepanjangan tanpa solusi.

“Tantangan utama bagi Pemerintah RI saat ini adalah bagaimana membangun kepercayaan rakyat Papua dengan menumbuhkan persamaan persepsi, kesetaraan, penegakan hukum yang adil dan non-diskriminatif, sebagai upaya membangun ekosistem damai menuju dialog kemanusiaan,”ucapnya.

Kepala Komnas HAM RI Perwakilan Papua Frits B Ramandey juga mengatakan, kondisi pemenuhan hak ekonomi, sosial dan budaya atau ekosob di Tanah Papua belum memadai.

Komnas HAM RI Perwakilan Papua berdasarkan monitoring media dan data pengaduan dalam SPH selama Januari 2025-Juni 2025, tercatat ada 22 kasus yang berpotensi melanggar HAM.

Kasus berdasarkan isu sembilan kasus, masalah agraria empat kasus, masalah lingkungan hidup tiga kasus, masalah ketenagakerjaan dua kasus, soal kelaparan dua kasus, kesehatan satu kasus, tentang pendidikan satu kasus, dan satu kasus pengabaian hak kelompok marginal yang rentan.

“Jadi kasus di atas berpotensi melanggar hak atas kesejahteraan, hak hidup, hak anak dan hak mengembangkan diri,”katanya.

Katanya, beberapa kasus yang menjadi highlight adalah terkait aktivitas penambangan nikel di Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat Daya. Selain itu, juga banyak aduan masyarakat akibat dampak dari kebijakan Proyek Strategis Nasional atau PSN di Kabupaten Merauke Provinsi Papua Selatan.

 

Sementara itu, pemantau aktivitas HAM di Komnas HAM RI Perwakilan Papua, Melky Weruin mengatakan dari 40 kasus kekerasan sipol di Tanah Papua itu, 75 orang menjadi korban, yaitu 50 orang meninggal dunia, dari kalangan warga sipil, TNI/Polri, dan TPNPB OPM serta 25 lainnya mengalami luka-luka ringan maupun berat.

“Sebanyak 75 korban itu terdiri dari 48 orang warga sipil, 35 orang meninggal dunia dan 13 orang luka-luka, 11 orang anggota TPNPB-OPM, yaitu 10 orang meninggal dunia dan satu orang luka-luka. Kemudian 16 orang aparat keamanan TNI/Polri, lima orang meninggal dunia dan 11 orang luka-luka,”kata Weruin.

Kata Weruin, korban paling banyak di wilayah Papua Pegunungan, yaitu 25 orang meninggal dunia dan sembilan lainnya terluka. Provinsi Papua Tengah, 21 orang meninggal dunia dan sembilan orang terluka, Provinsi Papua dua orang meninggal dunia dan tujuh orang terluka, dan Papua Barat Daya, satu orang meninggal dunia. [**/GRW]

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: a TNI/PolriKomnas HAM RITPNPB-OPM
ShareTweetSend

Related Posts

109 Korban Kekerasan dan konflik bersenjata di Tanah Papua

109 Korban Kekerasan dan konflik bersenjata di Tanah Papua

September 12, 2026
Kematian Warga Sipil di Intan Jaya adalah Tragedi Kemanusiaan

Kematian Warga Sipil di Intan Jaya adalah Tragedi Kemanusiaan

Juli 6, 2026
Komnas HAM RI Didesak Selidiki Dugaan Pelanggaran HAM Berat di Puncak Papua

Komnas HAM RI Didesak Selidiki Dugaan Pelanggaran HAM Berat di Puncak Papua

April 22, 2026

Ditembak TNI di Puncak Papua, Korban Ngaku Sedang Hamil Enam Bulan

April 22, 2026

Panglima TNI Didesak Evaluasi Operasi Penindakan TPNPB

April 18, 2026
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?