
Jakarta, SatukanIndonesia.Com -Koordinator Nasional Koalisi Organisasi Pemuda Tkt Nasional utk Jokowi Aja atau disingkat KOPI JOKJA, Relawan Jokowi sejak Pilpres 2014 dan 2019, Ahmad Yani Panjaitan menyikapi munculnya 6 nama yang digadang gadang dan diusulkan menggantikan posisi Almarhum Tjahyo Kumolo sebagai MENPAN RB RI.
“Dari 6 nama kader PDI Perjuangan yang santer disebut diusulkan menjadi MENPAN RB pengganti Almarhum Mas Tjahyo, kami melihat jika diciutkan hanya menyisakan 2 nama yang kompetensinya mumpuni dan posisi mereka saat ini berada diluar Birokrasi” ujar Panjaitan
“Kalau Mas Djarot kan posisi beliau saat ini sangat strategis selain sebagai Anggota DPR RI, beliau juga Ketua PDI Perjuangan di Sumut dan Bung Ahmad Basarah juga punya posisi sebagai Pimpinan MPR RI sementara Bung Erwin Singajuru masih sebagai Kordinator Staf Ahli Menkopolkam RI” tegas Panjaitan
“Jadi Kader militan PDI P yang saat ini masih non job dan tidak punya posisi di Eksekutif maupun legislatif hanya tersisa 3 orang yaitu Bung Sayed M. Muliyadi, Bung Sirra Prayuna dan Bung Beathor Surjadi” lanjut Aktifis KNPI 4 priode ini.
“Jika kita mau jujur mengenang track records almarhum Mas Tjahyo sebagai mantan Ketua Umum DPP KNPI 1993 sd 1996, maka tersisa hanya 2 kader PDI Perjuangan yang punya track records KNPI dan punya latar belakang Hukum yang mumpuni yaitu Bung Sayed dan Bung Sirra, dan kedua kader ini belum pernah diamanahkan Partai untuk berkiprah di Eksekutif” jelas Ketua OKK DPP Korps Alumni KNPI ini
“Kami melihat, kedua figur inilah yang paling tepat untuk menggantikan Almarhum Mas Tjahyo menjadi MENPAN RB, selain telah membuktikan kesetiaan dan pengabdian mereka selama ini kepada Partai, mreka berdua ini juga terbilang kader Muda dan Militan di PDI P” ujar Ketua OKK Ormas PEKAT Indonesia Bersatu ini
“Namun pada akhirnya, semua putusan tergantung siapa nanti yang akan di tetapkan Presiden Jokowi untuk memimpin Kementerian yang punya tugas melakukan Revolusi mental serta Reformasi birokrasi tsb, semoga saja Ibu Mega dan Presiden dapat menetapkan putra terbaik yang memiliki Visi dan misi yang sejalan dengan visi dan misi Presiden Jokowi” pungkas Panjaitan.(*)













