
Seoul, SatukanIndonesia.com – Korea Utara melakukan uji coba rudal jelajah jarak jauh yang ditingkatkan dan hulu ledak peluru kendali taktis pada pekan ini.
Ketegangan telah membara atas serangkaian enam uji coba senjata Korea Utara pada tahun 2022, di antara jumlah peluncuran rudal terbesar yang telah dilakukan dalam sebulan.
“Akademi Ilmu Pertahanan DPRK (Korut) menguji coba sistem rudal jelajah jarak jauh terbaru dan uji tembak untuk memastikan kekuatan hulu ledak konvensional dari rudal taktis darat-ke-darat yang dilakukan pada 25 dan 27 Januari,” demikian pernyataan media propaganda Korut, KCNA.
Baca Juga: Presiden Israel Akan Kunjungi Turki Pada Februari, Pulihkan Hubungan Diplomatik
Dilansir dari Reuters, menurut pernyataan KCNA itu, Korut menguji coba sistem rudal jelajah jarak jauh pada Selasa (25/1). Uji coba ini melibatkan dua rudal yang terbang selama 9,137 detik di Laut Timur Korea.
Korut mengklaim kedua rudal tersebut berhasil mencapai pulau yang ditargetkan. Pulau itu berjarak 1.800 kilometer dari lokasi awal penembakan.
Setelah itu, Korut menguji coba hulu ledak konvensional dari rudal taktis darat-ke-darat pada Kamis (27/1). Dalam uji coba ini, Korut meluncurkan dua rudal taktis dan diklaim juga mencapai pulau yang ditargetkan.
Pemimpin Korut Kim Jong-un tidak menghadiri kedua tes rudal tersebut. Meski demikian, dalam kunjungannya ke pabrik amunisi Korut, Kim memuji “kemajuan [Korut] dalam memproduksi senjata utama.”
“Pabrik ini menduduki posisi dan tugas yang sangat penting dalam memodernisasi angkatan bersenjata negara dan mewujudkan strategi pengembangan pertahanan nasional,” ujar Kim, seperti dikutip Reuters.
Baca Juga: Hujan Salju Lebat Guyur Yerusalem! Jalan Ditutup, Transportasi Kota Dihentikan
Namun, KCNA tidak memberikan detail senjata dan lokasi pabrik amunisi ini.
Secara keseluruhan, Korea Utara sudah enam kali menguji coba senjata mereka per Januari 2022. Uji coba ini menuai kecaman dari komunitas internasional dan dorongan sanksi baru dari Amerika Serikat.
Sekretaris Pers Kementerian Pertahanan AS, John Kirby, mengutuk peluncuran senjata Korut ini. Ia menilai uji coba tersebut dapat mengganggu stabilitas, dan meminta Pyongyang untuk “menghentikan provokasi ini.”
Baca Juga: Paus Fransiskus Minta Semua Orang Berdoa untuk Perdamaian Rusia-Ukraina

Sementara itu, Uni Eropa menyebut uji coba ini mengancam keamanan dan perdamaian kawasan. Badan itu juga mendorong upaya penyelesaian masalah ini dengan diskusi. (nal/SI)













