
Yerusalem, SatukanIndonesia.com – Hujan salju lebat yang jarang terjadi menghujani Yerusalem, beberapa Israel utara dan daerah perbukitan di Tepi Barat. Akibatnya, jalan ditutup, transportasi kota dan sekolah dihentikan.
Orang- orang berjalan dengan susah payah melewati beberapa inci salju untuk mencapai tempat-tempat suci di Kota Tua Yerusalem, termasuk Dome of the Rock yang tertutup salju dan Tembok Barat.
Baca Juga: Peringatan Keras Amerika Serikat ke Belarusia: Jangan Bantu Rusia Invasi Ukraina
Dilansir dari Times Of Israel, salju turun pada Rabu (26/1), hingga hari ini. Warga tampak menikmati salju yang turun, hujan salju ini jarang melanda sebagian wilayah Israel dan tepi barat.
Serpihan salju mulai jatuh sekitar pukul 19.30 dan diperkirakan akan terus berlanjut sepanjang malam. Salju menumpuk sekitar 10 sentimeter.
Sekolah dihentikan keesokan harinya serta transportasi umum di kota juga dihentikan pada malam hari. Namun, layanan kereta Yerusalem-Tel Aviv tetap beroperasi.
Baca Juga: Israel Berharap Bangun Hubungan Diplomatik Dengan Indonesia dan Arab Saudi
Di Gilo, cukup banyak salju yang turun sekitar pukul 20.30. Hal ini membuat penduduk setempat bahkan bisa adu bola salju.
Sebelumnya, Walikota Yerusalem, Moshe Lion meminta warga untuk menghindari bepergian di sekitar kota saat buldoser datang untuk menghilangkan salju. Ada 210 buldoser dan ratusan ton garam yang telah disiapkan untuk membersihkan jalan.
Baca Juga: Erdogan Umumkan Akan Ubah Nama Turki, Jadi Apa Ya?

Badai salju itu juga membawa angin kencang. Sementara, menurut Badan Meteorologi Israel, daerah yang memiliki ketinggian lebih dari 700 meter di Tepi Barat dan Utara diperkirakan akan mengalami hujan salju tinggi.
Sebelumnya, badai musim dingin melewati Turki dan Yunani. Kejadian itu menyebabkan kekacauan di Istanbul pada hari Selasa karena salju telah menyumbat jalan-jalan utama. (nal/SI)













