
Washington, SatukanIndonesia.com – Amerika Serikat (AS) telah memperingatkan Belarusia bahwa pemerintah otoriternya juga akan menghadapi pembalasan jika membantu sekutu Rusia dalam menyerang Ukraina.
Wilayah selatan Belarusia diketahui berbatasan langsung dengan Ukraina. Demikian seperti dilansir dari ndtv.com, Rabu (26/1/2022).
Baca Juga: Israel Berharap Bangun Hubungan Diplomatik Dengan Indonesia dan Arab Saudi
“Kami juga telah memperjelas kepada Belarus jika mereka mengizinkan wilayahnya digunakan untuk serangan terhadap Ukraina, mereka akan menghadapi respons cepat dan tegas dari AS dan sekutu-sekutu serta mitra kita,” tegas juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Ned Price, kepada wartawan.
“Jika sebuah invasi berlanjut dari Belarus, jika tentara Rusia ditempatkan secara permanen di wilayah mereka, NATO mungkin harus menilai kembali postur pasukan kita di negara-negara yang berbatasan dengan Belarusia,” imbuhnya.
Baca Juga: Erdogan Umumkan Akan Ubah Nama Turki, Jadi Apa Ya?
Pemimpin Belarusia, Alexander Lukashenko, diketahui merupakan sekutu Presiden Rusia, Vladimir Putin. Lukashenko diketahui berhasil meredam unjuk rasa massal yang mempertanyakan legitimasi kemenangannya dalam pemilu.
Bulan lalu, Lukashenko mengumumkan bahwa Rusia akan menggelar latihan militer dengan Belarus. Langkah itu mendorong AS melontarkan peringatan bahwa senjata nuklir bisa memasuki negara tersebut.
Baca Juga: Pulihkan Hak Suara Iran di PBB, Korsel Kucurkan Dana 18 Juta Dolar AS

Peringatan AS terhadap Belarusia itu disampaikan saat Rusia mengerahkan puluhan ribu tentaranya ke dekat perbatasan Ukraina.
Pengerahan itu memicu negara-negara Barat memperingatkan Rusia untuk tidak melancarkan invasi ke Ukraina yang pemerintahannya berorientasi ke Barat. (nal/SI)













