
JAYAPURA, SatukanIndonesia.com – Menteri Luar Negeri Papua Nugini, Justin Tkatchenko memuji Duta Besar Indonesia Andriana Supandy untuk masa jabatannya sejak 2019, yang meningkatkan hubungan bilateral ke tingkat yang baru.
Menteri Tkatchenko memuji peran Duta Besar Supandy dalam memajukan kerja sama kesehatan, terutama bantuan hibah Indonesia untuk meningkatkan ICU dan kamar mayat di Rumah Sakit Umum Port Moresby. Demikian dikutip dari laman tvwan.com.pg Minggu (22/2/2026).
Ia juga menyoroti, perjanjian kerjasama Angkatan Pertahanan pada 2024 yang menjadi tonggak penting, karena membentuk platform dialog militer dan akan semakin diperkuat dalam Pertemuan Pertahanan Trilateral mendatang di Bali.
Di bawah kepemimpinan Supandy, kerja sama pendidikan dan pertukaran antar masyarakat berkembang pesat, dengan 50 warga Papua Nugini menempuh studi di universitas-universitas Indonesia melalui program Beasiswa Indonesian Aid.
Hubungan perdagangan dan konektivitas juga meningkat, mulai dari layanan bus lintas batas saat kunjungan Paus pada 2024 hingga rencana pembukaan penerbangan langsung antara Jayapura, Mt. Hagen, dan Port Moresby.
Tkatchenko juga mengakui, kemajuan menuju penerapan kebijakan Visa on Arrival bagi pemegang paspor Indonesia yang diumumkan pada 2025 sebagai tonggak penting dalam mempermudah perjalanan dan pertukaran bisnis.
“Kami berharap Yang Mulia yang terbaik dalam penunjukan berikutnya dan berterima kasih kepadanya karena telah menjadi teman sejati bangsa kita,”kata Menteri Tkatchenko.
Duta besar luar biasa dan berkuasa penuh RI untuk Papua Nugini merangkap Kepulauan Solomon, berkedudukan di Port Moresby, Drs. Andriana Supandi, M.A menjadi Dubes RI di sana sejak 12 Februari 2019.
Sebelumnya, Dubes Andriana Supandi sudah berpamitan dengan pemerintah Kepulauan Solomon di Honiara.
Dubes Andriana Supandi digantikan oleh Okto Dorinus Manik adalah diplomat senior Indonesia. Ia dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada 19 Desember 2025 sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) RI untuk Papua Nugini, merangkap Kepulauan Solomon.
Diplomat senior kelahiran 5 Oktober 1965 ini telah menjabat sebagai Dubes RI untuk Timor Leste (2021-2025). Ia merupakan alumni Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung dan melanjutkan studi, di Universitas Saitama, Jepang.
Pernah pula menjabat Kepala Biro Hukum dan Administrasi di Kementerian Luar Negeri (2018–2021) dan memiliki pengalaman diplomatik, di Selandia Baru serta Amerika Serikat.
Ia juga dikneal sebagai seorang diplomat yang berdedikasi dalam memperkuat hubungan regional, termasuk kerja sama trilateral dengan Australia dan Timor Leste. [GRW]













