
Jakarta, SatukanIndonesia.com – Insiden ledakan yang mengguncang Nashville, Amerika Serikat, pada Hari Natal lalu makin berlanjut. Pihak berwenang kini menyebut bahwa insiden itu diduga disebabkan oleh ledakan bom bunuh diri.
Melansir BBC hingga CNN, laporan bahwa itu kemungkinan besar adalah bom bunuh diri dikemukakan oleh dua sumber pejabat setempat.
Meski dirahasiakan identitasnya, tetapi dua pejabat itu dikatakan mengetahui secara langsung proses penyelidikan.
Sebelumnya, para pejabat memang sempat mengatakan bahwa mereka telah menemukan sisa-sisa tubuh manusia di lokasi pemboman di pusat kota Nashville.
Menyusul penemuan itu, seorang pejabat FBI sempat mengonfirmasi bahwa para agennya tidak mencari tersangka lain. Kesaksian dari anggota FBI itu sendiri baru muncul pada Sabtu (26/12/2020) kemarin.
Karena berbagai laporan itu, CBS News juga mengemukakan analisis bahwa tersangka mungkin tewas akibat ledakan itu.
Indentitas tersangka memang kini masih belum dikonfirmasi secara pasti oleh pihak berwenang. Namun, juru FBI membeberkan bahwa para agen tengah berupaya menyelidiki sebuah rumah yang terkait dengan pemboman. Rumah itu dikatakan terletak di Antiokhia yang berada tepat di tenggara Nashville.
“Para agen tengah melakukan aktivitas yang telah disetujui oleh pengadilan,” terang juru bicara FBI Jason Pack seperti dikutip dari CNN.
Pack kemudian mengungkap bahwa saat ini, para teknisi bom sudah melakukan penyisiran agar tim penyelidik bisa masuk ke rumah dan mengumpulkan bukti dengan aman.
Meski begitu, hingga kini, Peck sendiri masih belum bersedia mengungkap siapa pemilik rumah tersebut.
Namun, yang pasti, sebelum penggeledahan, penegak hukum mendapati adanya RV yang berada di sekitar rumah itu.
Menurut pejabat, RV itu mirip seperti yang meledak di Nashville pada 25 Desember lalu.
“Penyelidik yakin RV yang terlihat di foto itu sama dengan yang berada di pusat ledakan, kata sumber penegak hukum sembari membeberkan bahwa gambar RV yang mirip itu diperoleh dari citra Street View di Google Maps.
Sementara itu, Agen Khusus FBI, Douglas Korneski menjelaskan bahwa para pejabat telah berhasil mengantongi 500 petunjuk terkait dengan ledakan.
Meski begitu, Korneski juga mengakui bahwa pihaknya masih belum menetapkan tersangka. Meski saat ini, ada 250 personel FBI yang sudah diterjunkan.
“Kami tidak bisa memastikan individu mana yang telah kami identifikasi,” kata Korneski, seraya menambahkan bahwa pihaknya belum siap untuk mengidentifikasi siapa pun.
Kemudian, saat ditanya apakah ledakan itu menargetkan gedung transmisi AT&T, Korneski juga masih enggan berbicara banyak. Korneski hanya mengaku bahwa pihaknya masih mendalami motif dari ledakan tersebut.
“Kami sedang melihat setiap kemungkinan motif,” sambungnya.
Ledakan Nashville sendiri terjadi tepatnya pada Jumat, 25 Desember pukul 6.30 pagi waktu setempat.
Sebelum ledakan terjadi, warga sempat mendengar rekaman suara yang bersumber dari sebuah RV yang diparkir di area sekitar fasilitas AT&T. Dalam rekaman itu, warga diingatkan untuk segera pergi karena RV tersebut akan meledak.
“Jika Anda dapat mendengar pesan ini, lakukan evakuasi sekarang,” bunyi rekaman itu.
Tak lama setelah itu, ledakan benar-benar meletus dan langsung membakar sejumlah kendaraan serta merusak bangunan setempat.
Ledakan itu memang tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, tiga orang dinyatakan terluka. (*)













