• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Masyarakat Adat di Indonesia Lapor Berbagai Kasus ke Pelapor Khusus PBB

Masyarakat Adat di Indonesia Lapor Berbagai Kasus ke Pelapor Khusus PBB

Juni 5, 2025
Warga Papua Tengah Diajak Kibarkan Bendera Merah Putih

Warga Papua Tengah Diajak Kibarkan Bendera Merah Putih

Agustus 8, 2026
Kementerian ATR/BPN Kembali Raih Penghargaan Reputasi Institusi Pemerintah 2026

Kementerian ATR/BPN Kembali Raih Penghargaan Reputasi Institusi Pemerintah 2026

Agustus 8, 2026
ADVERTISEMENT
JNE Dukung AIM ASEAN Roadshow to Tanjungpinang, Perkuat Daya Saing UMKM melalui Pemanfaatan Teknologi AI

JNE Dukung AIM ASEAN Roadshow to Tanjungpinang, Perkuat Daya Saing UMKM melalui Pemanfaatan Teknologi AI

Agustus 8, 2026
Beban Bulanan Turun Drastis, Pemkab Taput Restrukturisasi Pinjaman PEN Jadi 15 Tahun‎  ‎

Beban Bulanan Turun Drastis, Pemkab Taput Restrukturisasi Pinjaman PEN Jadi 15 Tahun‎ ‎

Agustus 8, 2026
Sinergi Jaga Kelestarian Alam, Pemkab Tapanuli Utara Bersama DPC Partai Demokrat Gelar Gotong Royong dan Penanaman Pohon di Tarutung

Sinergi Jaga Kelestarian Alam, Pemkab Tapanuli Utara Bersama DPC Partai Demokrat Gelar Gotong Royong dan Penanaman Pohon di Tarutung

Agustus 8, 2026
KPK  Berhasil Selamatkan Rp2,23 Triliun Keuangan Daerah pada Semester I 2026

KPK  Berhasil Selamatkan Rp2,23 Triliun Keuangan Daerah pada Semester I 2026

Agustus 8, 2026
Universitas Cenderawasih Dipercayakan Pimpin Repatriasi Warisan Budaya Papua

Universitas Cenderawasih Dipercayakan Pimpin Repatriasi Warisan Budaya Papua

Agustus 7, 2026
Pengurus DPP LPM RI Periode 2026–2031 Dilantik, Ketua Umum: Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Kelurahan Menjadi Kunci Indonesia Maju

Pengurus DPP LPM RI Periode 2026–2031 Dilantik, Ketua Umum: Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Kelurahan Menjadi Kunci Indonesia Maju

Agustus 7, 2026
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI: Setiap Pasien BPJS Berhak Mendapat Pelayanan Manusiawi

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI: Setiap Pasien BPJS Berhak Mendapat Pelayanan Manusiawi

Agustus 7, 2026
Anggota Komisi XIII DPR Ajak Masyarakat Kibarkan Bendera Merah Putih sebagai Wujud Syukur HUT Ke-81 RI

Anggota Komisi XIII DPR Ajak Masyarakat Kibarkan Bendera Merah Putih sebagai Wujud Syukur HUT Ke-81 RI

Agustus 7, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Sabtu, Agustus 8, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Daerah

Masyarakat Adat di Indonesia Lapor Berbagai Kasus ke Pelapor Khusus PBB

[Daerah]

Juni 5, 2025
in Daerah, News
0
0
SHARES
344
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
FOTO : Aksi untuk Papua di First Global Congress of Indigenous Peoples and Local Communities from the Forest Basins di Brazzaville, Republik Kongo, pada 26-30 Mei 2025//ISTIMEWA

MANOKWARI, SatukanIndonesia.com – Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) melaporkan berbagai kasus kriminalisasi, intimidasi, dan perampasan wilayah adat kepada Pelapor Khusus Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) Dr. Albert K. Barume.

Pelaporan dipimpin sekretaris jenderal AMAN, Rukka Sombolinggi, berlangsung dalam sebuah pertemuan informal di sela-sela First Global Congress of Indigenous Peoples and Local Communities from the Forest Basins di Brazzaville, Republik Kongo, pada 26-30 Mei 2025.

Rukka Sombolinggi menyatakan, kekerasan terhadap masyarakat adat bukanlah serangkaian insiden terpisah, melainkan bagian dari pola sistematis dan terstruktur yang terus berulang di berbagai wilayah.

“Ada pola yang sangat khas, yaitu intimidasi, kriminalisasi, pelarangan meliput, pelarangan memakai atribut jurnalis adat, hingga pengawasan terhadap rumah dan keluarga aktivis,”ujarnya dalam keterangan pers yang diterima, Rabu (04/06/2026).

FOTO : Ketua Dewan AMAN Nasional Region Papua, Dorince Mehue saat bertemu Pelapor Khusus PBB) untuk hak-hak masyarakat adat, Dr. Albert K. Barume di Kongo//ISTIMEW

Rukka menyebutkan, salah satu yang paling mengkhawatirkan dari pola tersebut adalah strategi negara dan korporasi dengan mengkriminalisasi pemimpin adat, baik secara hukum, politik, maupun simbolik.

“Saat ini yang menjadi target bukan hanya komunitas, tetapi sumber semangatnya yakni para pemimpin adat. Mereka tidak membunuh gerakan secara langsung, tetapi membungkam sumber kekuatannya yaitu para pemimpin adat. Kalau pemimpinnya dikriminalisasi, komunitas akan takut. Kalau komunitas takut, perjuangan lumpuh,”ujar Rukka.

Sekjen AMAN mencatat pendekatan ini bukan kebetulan, melainkan strategi sistematis yang telah berlangsung lama dan menyasar secara terencana sosok-sosok yang dianggap menjadi simbol atau jantung perlawanan komunitas.

“Bukan kebetulan, tetapi bentuk penyerangan yang tertata terhadap jantung perlawanan komunitas,”lanjut Rukka.

Dorince Mehue, ketua Dewan AMAN Nasional (DAMANNas) Region Papua, menggambarkan situasi mencekam di kampung-kampung.

Lanjut, ia laporkan kepada Special Rapporteur PBB bagaimana kehadiran aparat bersenjata secara permanen memaksa masyarakat adat meninggalkan rumah dan kampung mereka.

“Masyarakat adat tidak bisa lagi berkebun, tidak bisa mencari makan, anak-anak tidak bisa sekolah, dan perempuan adat menjadi korban paling awal,”kata Mehue.

Ancaman ini bukan baru terjadi kemarin, melainkan sudah bertahun-tahun. Dorince akui masyarakat hidup dalam ketakutan. Karenanya, ia minta perhatian dunia.

“Kami minta Pelapor Khusus PBB berkunjung langsung ke Papua, melihat sendiri bagaimana masyarakat adat hidup dalam ketakutan di wilayah adat mereka sendiri,”pintanya.

Kalimantan Selatan: Konservasi Menjadi Kedok Mengusir Masyarakat Adat Sama halnya dengan masyarakat adat di Tanah Papua, nasib masyarakat adat di Kalimantan Selatan juga dilaporkan Rubi Juhu, ketua pelaksana harian AMAN wilayah Kalimantan Selatan.

FOTO : Perwakilam AMAN di Indonesia melapor ke pelapor khusus PBB, Dr. Albert K. Barume di Kongo//ISTIMEWA

Ketua Pelaksana Harian AMAN Tano Batak, Jhontoni Tarihoran melaporkan, penangkapan dua pemimpin adat di wilayahnya, John dan Tony, yang disebut hanya karena mempertahankan wilayah adat.

“Negara tahu siapa yang harus ditangkap agar komunitas masyarakat adat lumpuh. Mereka selalu menyasar pemimpin adat yang menjadi tulang punggung perlawanan,”ungkap Jhontoni.

Ia menegaskan, penangkapan ini bukan sekadar pelanggaran hukum, tapi bagian dari strategi untuk membungkam perlawanan komunitas adat secara menyeluruh.

 

Afrida Erna Ngato dari DAMANNAS Region Maluku mengungkapkan, dirinya sedang diburu polisi setelah menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP).

“Saya sudah dua kali dipanggil, dan jika tidak hadir, akan langsung ditangkap. Saat ini saya berlindung di Jakarta, tidak bisa kembali ke kampung karena ancaman itu,”kata Afrida.

Ia menjelaskan, bagaimana perusahaan tambang bekerja sama dengan Kesultanan untuk melemahkan legitimasi adatnya.

“Saya punya rekaman suara pimpinan perusahaan yang menyatakan saya tidak berhak memimpin ritual karena bukan kepala suku, menurut versi Kesultanan,” ujarnya.

Afrida juga membeberkan perusahaan tambang telah menguasai 29.200 hektare wilayah adat, dan terdapat banyak pelanggaran terhadap hak pekerja lokal.

“Saya dan keluarga saya siap menghadapi proses hukum, tapi saya khawatir kasus saya akan dijadikan contoh untuk membungkam perlawanan lainnya,” ucapnya.

Menurut Afrida, Maluku Utara kini dikepung oleh ekspansi tambang emas dan nikel, yang menyasar hingga ke 10 kabupaten dan kota.

“Maluku Utara itu gugusan pulau kecil yang sekarang dikepung tambang. Saya berharap Special Rapporteur bisa membantu menyuarakan bahwa Maluku Utara harus dikembalikan sebagai pulau rempah, bukan pulau tambang,”pintanya.

Ketua Dewan AMAN Nasional (DAMANNas) Region Papua, Dorince Mehue menyampaikan, kondisi yang mengerikan di tanah Papua kepada Pelapor Khusus PBB.

“Masyarakat adat tidak bisa lagi berkebun, tidak bisa mencari makan, anak-anak tidak bisa sekolah, dan perempuan adat menjadi korban paling awal,”ujar Dorince.

Menurutnya, situasi ini bukan baru terjadi kemarin, tetapi telah berlangsung selama bertahun-tahun.

“Kami hidup dalam ketakutan yang terus-menerus. Kami minta Pelapor Khusus PBB berkunjung langsung ke Papua, melihat sendiri bagaimana masyarakat adat hidup dalam ketakutan di wilayah adat mereka sendiri,” pintanya.

Dari Kalimantan Selatan, Rubi Juhu selaku Ketua Pelaksana Harian AMAN wilayah melaporkan, program konservasi justru menjadi dalih untuk mengusir masyarakat adat dari wilayah adatnya di Pegunungan Meratus.

“Kami bukan hanya tidak dilibatkan, tetapi juga dikriminalisasi ketika berada di wilayah adat sendiri,”ungkap Rubi.

Ia mencontohkan, ada anggota komunitas adat yang dipanggil polisi hanya karena melewati tanah adat mereka sendiri.

“Konservasi di Kalimantan Selatan telah berubah menjadi kedok untuk pengusiran dan pembatasan ruang hidup komunitas masyarakat adat,” ujarnya.

Menanggapi berbagai laporan tersebut, Pelapor Khusus PBB untuk hak-hak masyarakat adat, Dr. Albert K. Barume, menyatakan, keterbukaan dan kesiapannya untuk menindaklanjuti pengaduan tersebut secara resmi.

“Saya sangat terbuka untuk menerima semua laporan ini, dan saya siap memfasilitasi mekanisme allegation letter dari PBB kepada pemerintah Indonesia,”kata Barume. [**/GRW]

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: Masyarakat AdatPBB
ShareTweetSend

Related Posts

PBB Anugerahkan Medali Dag Hammarskjold kepada Dua Personel Perdamaian Republik Indonesia

PBB Anugerahkan Medali Dag Hammarskjold kepada Dua Personel Perdamaian Republik Indonesia

Juni 8, 2026
Menlu Sugiono Desak Reformasi PBB dan Dewan Keamanan

Menlu Sugiono Desak Reformasi PBB dan Dewan Keamanan

Mei 28, 2026
Ketua Komite III DPD RI Serap Aspirasi Masyarakat Adat Mbaham Matta

Ketua Komite III DPD RI Serap Aspirasi Masyarakat Adat Mbaham Matta

Mei 12, 2026

Menteri ATR/BPN: Pemerintah Prioritaskan Perlindungan Hak Tanah Ulayat Masyarakat Adat

Mei 11, 2026

Presiden Prabowo Sampaikan Duka Cita atas Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon

April 1, 2026
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?