• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Mayoritas Publik Nilai Belum Waktunya Amandemen UUD 1945

Mayoritas Publik Nilai Belum Waktunya Amandemen UUD 1945

Oktober 19, 2021
STIH Manokwari Papua Barat Resmi Bertransformasi Menjadi Institut

STIH Manokwari Papua Barat Resmi Bertransformasi Menjadi Institut

Juli 21, 2026
Anggota Komisi XIII DPR: Wangsit Jenderal Soedirman Menguatkan KDKMP

Anggota Komisi XIII DPR: Wangsit Jenderal Soedirman Menguatkan KDKMP

Juli 21, 2026
ADVERTISEMENT
Prakiraan BMKG: Jakarta Didominasi Cuaca Cerah, Kecuali Jaksel Berpotensi Hujan Hari Ini

Prakiraan BMKG: Jakarta Didominasi Cuaca Cerah, Kecuali Jaksel Berpotensi Hujan Hari Ini

Juli 21, 2026
Menkeu Purbaya Tambah Anggaran ASDP dan Pelni, Wakil Ketua DPR Kasih Dua Jempol

Menkeu Purbaya Tambah Anggaran ASDP dan Pelni, Wakil Ketua DPR Kasih Dua Jempol

Juli 21, 2026
Kemenpora Perkuat Kolaborasi untuk Tingkatkan Prestasi Olahraga Indonesia

Kemenpora Perkuat Kolaborasi untuk Tingkatkan Prestasi Olahraga Indonesia

Juli 21, 2026
Pemerintah Indonesia Cari Solusi Terbaik Tarif Listrik untuk Papua Nugini

Pemerintah Indonesia Cari Solusi Terbaik Tarif Listrik untuk Papua Nugini

Juli 21, 2026
Presiden Prabowo Ultimatum Pejabat: Rugikan Rakyat atau Korupsi, Saya Sikat!

Presiden Prabowo Ultimatum Pejabat: Rugikan Rakyat atau Korupsi, Saya Sikat!

Juli 20, 2026
DPR Ingatkan Pimpinan Baru BGN: Utamakan Solusi, Jangan Perbesar Konflik

DPR Ingatkan Pimpinan Baru BGN: Utamakan Solusi, Jangan Perbesar Konflik

Juli 20, 2026
Menteri HAM Bantah Ajak Masyarakat Belanja Rp1 Juta per Bulan di Kopdes

Menteri HAM Bantah Ajak Masyarakat Belanja Rp1 Juta per Bulan di Kopdes

Juli 20, 2026
Gerindra Tegaskan Prabowo Tak Pernah Intervensi Hukum

Gerindra Tegaskan Prabowo Tak Pernah Intervensi Hukum

Juli 20, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Selasa, Juli 21, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Politik

Mayoritas Publik Nilai Belum Waktunya Amandemen UUD 1945

[Politik]

Oktober 19, 2021
in Politik
0
0
SHARES
51
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
Ist
Ist

Jakarta, SatukanIndonesia.com – Indikator Politik Indonesia merilis hasil survei terkait wacana amendemen Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 yang ingin dilakukan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Hasilnya, 55 persen publik menilai amendemen belum saatnya dilakukan saat ini.

Adapun sebanyak 69 persen elite menyatakan belum saatnya UUD 1945 diamandemen. Hal itu tertuang dalam dokumen survei dengan judul “Rilis Survei Nasional dan Pemuka Opini: Persepsi Masyarakat dan Pemuka Opini terhadap rencana Amandemen UUD 1945” yang diterima, Senin, 18 Oktober 2021.

Survei yang dilakukan Indikator Politik Indonesia pada 2 sampai 7 September 2021 itu melibatkan dua jenis responden. Jumlah responden survei ini sebanyak 1.220 orang dengan penarikan sampel menggunakan metode multistage random sampling. Baca Juga: Wakil Ketua DPC PDIP: Dukungan terhadap Ganjar Pranowo Atau Puan Maharani Melalui Nonstruktural Sesuatu Hal Wajar

Selanjutnya, hanya 18,8 persen publik yang setuju amendemen UUD 1945 dilakukan saat ini, dan 26,2 persen responden menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab.

ADVERTISEMENT

Dari 55,0 persen yang tidak setuju melakukan amendemen UUD 1945 saat ini, 24,9 persen di antaranya mengaku konstitusi saat ini sudah sesuai dengan kondisi bangsa.

Sementara, yang menilai masih layak digunakan 14,5 persen, belum saatnya diubah 13,1 persen dan tidak boleh diubah sebanyak 7,4 persen.

Indikator Politik Indonesia juga menanyakan soal wacana amendemen UUD 1945 terhadap para elite. Mereka berjumlah 313 orang dari 16 wilayah di Indonesia.

Mereka di antaranya terdiri akademisi, pimpinan media, tokoh agama, budayawan, organisasi masyarakat, lembaga swadaya masyarakat dan pusat studi kebijakan.

Hasilnya, mayoritas elite tak setuju jika amendemen dilakukan saat ini. Sebesar 28,1 persen elite mengaku setuju dan 2,9 persen lainnya menyatakan tidak jawab atau tidak tahu.

Sementara, dari 69 persen elite yang tidak setuju, 27,8 persen di antaranya beralasan bahwa amendemen belum hal yang mendesak. Kemudian, 13,9 persen menyatakan UUD 1945 yang ada saat ini sudah baik.Baca Juga: PDIP Jateng Tak Satu Suara soal Deklarasi Ganjar Capres 2024
Wawancara publik dilakukan secara tatap muka dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Adapun toleransi kesalahan atau margin of error sebesar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan sebesar 95 persen.

Kemudian, wawancara survei elit dilakukan secara tatap muka dengan protokol kesehatan yang ketat maupun via zoom pada tanggal 1 sampai 30 september 2021.

Sebelumnya, mencuat rencana amandemen UUD 1945 dengan menyertakan pokok-pokok haluan negara atau PPHN. Wacana ini jadi sorotan publik karena disertai dengan isu penambahan masa jabatan Presiden RI jadi 3 periode.(Nal/SI)

 

Komentar Facebook

Tags: amendemen 1945Indikator Politik
ShareTweetSend

Related Posts

Elektabilitas Menurun, Gerindra Tetap Inginkan  Prabowo di Pilpres 2024

Elektabilitas Menurun, Gerindra Tetap Inginkan Prabowo di Pilpres 2024

Maret 23, 2021
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?