
JAKARTA, SATUKANINDONESIA.Com – Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin menghadiri acara peringatan hari Kanker sedunia yang jatuh pada tanggal 4 Februari 2026, bertempat di South Quarter Dome, Cilandak Jakarta Selatan.
Peringatan hari kanker tahun 2025-2026 dengan Tema kampanye “United by Unique”, yang menekankan bahwa setiap orang yang terkena kanker memiliki pengalaman, kebutuhan, dan cerita uniknya, namun semua orang tersebut harus bersatu dalam tujuan yang sama untuk menciptakan sistem perawatan kesehatan yang menempatkan manusia sebagai bagian pentingnya, bukan hanya penyakitnya
Dilansir dari Rilis Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, ada tiga tujuan utama tema kampanye pencegahan kanker, yaitu: Pertama: Meningkatkan kesadaran dengan mengedukasi masyarakat mengenai faktor risiko dan gejala awal kanker. Kedua: Mendorong pencegahan yaitu dengan mempromosikan gaya hidup sehat dan deteksi dini melalui pemeriksaan rutin. Ketiga: Menghapus kesenjangan yaitu dengan mengadvokasi akses yang adil terhadap pengobatan dan perawatan berkualitas bagi semua orang tanpa kecuali.
Lebih lanjut dikabarkan, Indonesia mencatat lebih dari 400.000 kasus baru kanker setiap tahun. Sekitar lebih dari setengahnya (sekitar 240.000) berujung pada kematian akibat kanker. Kanker menjadi penyebab kematian utama ketiga di Indonesia setelah penyakit kardiovaskuler dan diabetes melitus.
Adapun jenis kanker yang paling umum terdiri dari: Kanker Payudara, Kanker Paru-paru, Kanker Leher Rahim, Kanker Kolorektal dan Kanker Hati.
Kasus kanker di Indonesia diperkirakan akan terus meningkat di masa depan, terlebih jika pencegahan dan deteksi dini tidak diperkuat. Beban kanker tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga membebani sistem kesehatan, ekonomi, dan produktivitas masyarakat secara luas.
Sebagai upaya nyata dalam mengantisipasi dan menaggulangi penyakit kanker di Indonesia, pada tahun 2025 Kementerian Kesehatan mencanangkan program Cek Kesehatan Gratis yang juga terdapat pemeriksaan deteksi dini kanker, khususnya kanker leher rahim dengan metode DNA HPV dan kanker payudara melalui SADANIS maupun USG Payudara.
“Berdasarkan pencatatan dan pelaporan Tim Kanker Direktorat Penyakit Tidak Menular, hasil deteksi dini kanker leher rahim dengan metode DNA HPV, terdapat 555.098 (6,00%) perempuan yang sudah dilakukan skrining dan terdapat 20.081 (3,61%) perempuan yang hasil pemeriksaan DNA HPV (+), dan 7.997 (1,44%) perempuan IVA (+), dan yang curiga kanker sebanyak 209 (0,03%) perempuan,” demikian data dari Kementerian Kesehatan yang diterima Media ini, Rabu (4/2/2026), berjudul “World Cancer Day 4 Februari 2026 UNITED BY UNITY” dengan tag lineIndonesia Satu Melawan kanker
Sedangkan untuk deteksi dini kanker payudara dengan SADANIS dan USG Payudara tercatat sebanyak 4.089.557 (9.86%) perempuan dengan 14.248 perempuan ditemukan benjolan, 1.611 orang curiga kanker, dan 4.741 ditemukan non simple cyst ketika diperiksa USG Payudara.
Sementara untuk kanker kolorektal, sebanyak 7.842.594 orang telah dilakukan kuesioner APCS, terdapat 1.058.245 (19.92%) orang risiko tinggi dilanjutkan dengan pemeriksaan colok dubur dan ditemukan 9.468 (8.17%) orang ditemukan benjolan yang dilanjutkan dengan pemeriksaan darah samar sehingga ditemukan positif sebanyak 2.506 (2.57%) orang.
Terkait langkah dan upaya dalam menangani penyakit Kanker di Indonesia untuk tahun 2025 dan 2026, dalam pencatatan dan pelaporan Tim Kanker Direktorat Penyakit Tidak Menular kementerian Kesehatan Republik Indonesia dipaparkan langkah-langkah yang dilakukan berupa Skrining, sasran, metode, target 2025, capaian tahun 2025, target 2026 dan capaian tahun 2026 sebagaimana dimuat dalam tabel dberikut ini.
| Skrining | Sasaran | Metode | Target 2025 | Capaian 2025 | Target 2026 | Capaian 2026 |
| Payudara | Wanita
usia 30 – 69 tahun |
Pemeriksaan Payudara Klinis (SADANIS) | 41.477.586 | 4.089.557
(9,86%) |
42.117.061 | 1.728
(0,004%) |
| USG Payudara | 41.477.586 | 720.234
(1,73%) |
42.117.061 | 316
(0,0007%) |
||
| Serviks | Wanita
usia 30 – 69 tahun |
Pemeriksaan IVA | 9.233.310 | 352.985
(3,82%) |
11.614.901 | 61.262
(0,52%) |
| Tes DNA HPV | 9.233.310 | 555.098 (6,00%) | 11.614.901 | 180
(0,001%) |
||
| Kolorektal | Usia >=45 tahun | Kuesioner APCS | 42.370.844 | 7.842.594
(18,51%) |
88.866.052 | 244.921
(0.276%) |
| Usia >=45 tahun dengan APCS score risiko tinggi | Colok dubur | 2.118.543 | 116.059
(5.48%) |
7.997.945 | 6.615
(0.082%) |
|
| Tes darah samar | 2.118.543 | 6.615
(0.31%) |
7.997.945 | 5.779
(0.072%) |
||
| Paru | Usia >=45 tahun | Kuesioner | 8.463.096 | 1.216.296
(14,37%) |
17.285.343 | 44.454
(0,26%) |
(Redaksi/Kevin)













