• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
KPK Resmi Melantik Direktur Penyidikan dan 11 Pejabat Struktural.

Menimbang Pemimpin Samosir yang Tepat di Pilkada 2020

Januari 8, 2021
KPK Serahkan Aset Rampasan Senilai Rp24,3 Miliar ke Kemhan

KPK Serahkan Aset Rampasan Senilai Rp24,3 Miliar ke Kemhan

Agustus 15, 2026
Soroti Distribusi BBM ke Pedalaman Papua, SOKSI Dorong Audit Menyeluruh

Soroti Distribusi BBM ke Pedalaman Papua, SOKSI Dorong Audit Menyeluruh

Agustus 15, 2026
ADVERTISEMENT
Cegah Etnosida, Masyarakat Harus Bersatu Lawan Kekerasan Negara’

Cegah Etnosida, Masyarakat Harus Bersatu Lawan Kekerasan Negara’

Agustus 15, 2026
Uji Coba Rudal Nuklir China Dikecam AS dan Negara Pasifik

Uji Coba Rudal Nuklir China Dikecam AS dan Negara Pasifik

Agustus 15, 2026
Sejumlah Warga Sipil di Maybrat Dilaporkan Ditembak

Sejumlah Warga Sipil di Maybrat Dilaporkan Ditembak

Agustus 14, 2026
Dukung MBG, HKTI Kepri: Produk Petani Lokal Siap Penuhi Kebutuhan Pangan Bergizi

Dukung MBG, HKTI Kepri: Produk Petani Lokal Siap Penuhi Kebutuhan Pangan Bergizi

Agustus 14, 2026
Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol. Kholis Silaturahmi dengan PWI Bekasi Raya

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol. Kholis Silaturahmi dengan PWI Bekasi Raya

Agustus 14, 2026
Diterpa Sorotan, DLH Batam Jelaskan Tujuan Pembangunan Jalan dan Landfill TPA Kabil Rp44 Miliar

Diterpa Sorotan, DLH Batam Jelaskan Tujuan Pembangunan Jalan dan Landfill TPA Kabil Rp44 Miliar

Agustus 14, 2026
Tak Terbayang Keadilan dan Berulangnya Pembangunan Tanpa Perasaan

Tak Terbayang Keadilan dan Berulangnya Pembangunan Tanpa Perasaan

Agustus 14, 2026
Papuan Voice Terima Piagam, Sosok ‘Max Binur’ Dikenang

Papuan Voice Terima Piagam, Sosok ‘Max Binur’ Dikenang

Agustus 14, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Sabtu, Agustus 15, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Fokus Berita

Menimbang Pemimpin Samosir yang Tepat di Pilkada 2020

[Opini]

Januari 8, 2021
in Fokus Berita
0
0
SHARES
532
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT

Menimbang Pemimpin Samosir yang Tepat di Pilkada 2020

oleh

Gurgur Manurung*

 

Gurgur Manurung (Pengamat Sosial Politik)

Jakarta, SatukanIndonesia.com – Salah satu Kabupaten dari 270 perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) adalah Kabupaten Samosir.

Kabupaten Samosir memiliki 3 pasang kandidat yaitu Marhuale Simbolon dan Guntur Sinaga disingkat dengan Marguna dengan nomor urut 1, pasangan Vandiko Timotius Gultom dengan Martua Sitanggang disingkat Vantas dengan nomor urut 2 dan pasangan petahana Rapidin Simbolon dengan Juang Sinaga disingkat dengan Rapberjuang dengan nomor urut 3.

Rakyat Samosir memiliki pilihan yang variatif karena kandidat mereka memiliki dukungan partai mayoritas dengan 17 kursi dari 25 kursi, 8 kursi dari PDIP dan calon Independen.

Pilkada Samosir tahun ini sangat menarik

Pasangan nomor urut 1 Marguna dari Independen, pasangan Vantas diusung Partai Nasdem, Golkar, PKB, Gerindra, Perindo, Demokrat, Perindo, Hanura, PAN, Garuda dengan jumlah kursi 17 dari 25 kursi DPRD Samosir, dan pasangan petahana Rapberjuang diusung oleh PDIP dengan 8 kursi dari 25 kursi.

Di beberapa daerah umumnya petahana didukung beramai ramai partai, bahkan di kota Siantar calon tunggal dan Humbang Hasundutan. Biasanya Petahana didukung Partai Politik (Parpol) karena prestasi dan peluang menang sangat tinggi. Di Samosir hal itu tidak berlaku.

Penyebab petahana Rapberjuang tidak didukung Parpol kecuali PDIP karena beberapa kemungkinan yaitu ketika Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019 yang lalu Rapidin Simbolon menggunakan kekuasaannya untuk meraih jumlah kursi di legislatif.

PDIP di Kabupaten Samosir dipimpin istri petahana Rapidin Simbolon yaitu Sorta Siahaan. Patut diduga ambisi Rapidin Simbolon untuk menguasai kursi DPRD berdampak kepada partai lain ketika Pemilu. Ambisi untuk menguasai kursi DPRD mengakibatkan gesekan di lapangan.

Presiden Joko Widodo bersama sejumlah menteri Kabinet Kerja meninjau pelebaran alur dan rencana pembangunan jembatan Tano Ponggol di Kabupaten Samosir, Sumatra Utara, Rabu (31/7/2019). – Dok. Biro Setpres

Klaim Program Pemerintah Pusat

Penyebab lain tidak ada Parpol kecuali PDIP yang mendukung Rapidin Simbolon menjadi Calon Bupati kembali adalah karena Rapidin Simbolon tidak memiliki prestasi untuk mensejahterakan rakyat Samosir. Rapidin Simbolon hanya mengklaim program pemerintah pusat seperti jalan lingkar Samosir dan jembatan Tano Ponggol sebagai hasil lobinya.

Jalan lingkar Samosir dan jembatan Tano Ponggol murni 100% dibiayai pemerintah pusat. Ketika pembangunan jalan lingkar Samosir Rapidin Simbolon tidak mengayomi kontraktor pelaksana. Izin lingkungan pembangunan jalan Tele-Onan Runggu dipersulit sehingga kontraktor kewalahan untuk membangun dengan baik.

Sulitnya izin dari Pemkab untuk pembangunan jalan lingkar Samosir dari Tele sampai ke Onan Runggu mengakibatkan pekerja perusahaan pelaksana teknis dipukuli massa karena tidak memiliki izin. Sejatinya Pemkab mempercepat izin karena pembangunan dari pusat. Artinya Bupati Rapidin Simbolon sebagai penghalang.

Rapidin Simbolon mempersulit izin lingkungan karena diduga kontraktor tidak membeli bahan baku seperti batu dari perusahaan kakak kandungnya dari Silima Lombu. Kontraktor tidak membeli bahan baku seperti batu untuk keperluan jalan dari perusahaan kakak kandung Rapidin Simbolon karena tidak sesuai spesifikasi hasil laboratorium. Andaikan batu milik perusahaan kakak kandung Rapidin Simbolon sesuai spesifikasi maka kontraktor itupun akan membelinya.

Kasus Pidana

Isu yang berkembang kepada Rapidin Simbolon adalah bahwa tahun 2015 tidak mengumumkan bahwa dia pernah tersangkut kasus hukum pidana Undang-Undang Perlindungan Konsumen. Rapidin Simbolon terbukti melakukan kejahatan terhadap gas subsidi di wilayah hukum Bekasi.

Tahun 2020 publik mengetahui setelah diumumkan di media. Mengapa tidak ada pengakuan tahun 2015 yang lalu?

Rapidin Simbolon selain mereka mendapat sertifikat WTP, tortor terpanjang berhadap-hadapan dari MURI dan penghargaan dari media di Jakarta yang sangat subjektif. Isu pidana pelanggaran UU Perlindungan Konsumen terkait gas subsidi sangat mempengaruhi pemilih.

Pemukulan yang terjadi dengan pekerja kontraktor di daerah sebuah desa di Samosir, kemudian berlanjut di Silima Lombu dengan kasus lain. Aktivis lingkungan dari Yayasan Pecinta Danau Toba (YPDT) Sebastian Hutabarat dipukuli kakak kandung Rapidin Simbolon karena mempertanyakan izin stone cruiser milik JS.

Dalam hukum kita, mempertanyakan izin usaha adalah hal yang lazim. Sejatinya JS berterima kasih jika ada yang mempertanyakannya. Jika ada yang mempertanyakan sejatinya JS antusias menjelaskan agar makin banyak mengetahuinya.

Akibat kasus pemukulan itu JS dipenjara dan Sebastian Hutabarat pun diputus pidana. Aneh bin ajaib, orang yang peduli lingkungan statusnya terpidana. Inilah gambaran politik hukum di era Rapidin Simbolon.

Vantas dan Dukungan Mayoritas Parpol

Hal yang fenomenal dari kandidat Pilkada Samosir adalah pasangan nomor urut 2 yaitu Vandiko Timotius Gultom berpasangan dengan Martua Sitanggang. Vandico Timotius Gultom , alumni Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) itu terjaring radar survey Parpol dan secara serentak memberikan dukungan kepadanya.

Vandiko Timotius Gultom dengan Martua Sitanggang diharapkan memanfaatkan dukungan politik mayoritas yaitu 17 kursi dari 25 kursi untuk mengoptimalkan kekuatan politik untuk membangun Samosir. Kegigihan Vandiko Timotius Gultom ke desa-desa membuatnya terjaring survey dan Parpol pun tertarik dengan kegigihannya. Terjaringnya Vandiko dengan hasil survey yang menakjubkan menjadi fenomenal bagi rakyat Samosir.

Pasangan Independen dengan nomor urut 1 adalah Laksamana (Purn) Marhuale Simbolon dengan Guntur Sinaga. Laksamana (Purn) Marhuale Simbolon dan Guntur Sinaga terus menerus kerja keras menarik simpati rakyat. Kerja kerasnya menghasilkan prestasi yaitu mengumpulkan KTP dan memenuhi syarat untuk Calon Independen.

Dari program dan komitmen pasangan ini cukup baik. Tidak ada yang meragukan kompetensi pasangan ini untuk memimpin Samosir tetapi dukungan politik dari Parpol tidak ada.

Perlu Dukungan Parpol

Suka atau tidak suka, Kabupaten Samosir membutuhkan dukungan politik dari DPRD Kabupaten, DPRD provinsi dan DPR dari Senayan. Anggaran Kabupaten Samosir sangat terbatas karena itu dukungan politik mutlak dibutuhkan.

Diakui atau tidak bahwa kebijakan politik harus mendapat dukungan politik. Politik anggaran kita membutuhkan persetujuan anggota parlemen yang berasal dari Parpol. Apakah independen tidak bisa mendapat persetujuan jika program yang diusulkan rasional dan berpihak kepada rakyat?.

Hal itu bisa saja, tetapi fakta politik berkata lain. Faktanya, kebijakan politik mutlak mendapat persetujuan atau dukungan politik.

Vandiko Timotius Gultom yang sangat muda fenomenal itu diharapkan memimpin dengan gaya milenial dengan menyiapkan big data. Fenomena era digital sekarang ini adalah bekerja dengan pusat data yang akurat.

Kendala pemerintah pusat untuk mewujudkan program-programnya ke daerah adalah Pemerintah Daerah tidak siap dengan data. Para pemerhati atau kaum intelektual pun sulit memberikan analisis atau saran-saran dari kepakarannya karena data yang minim.

Fenomena anak muda lulusan teknik ITS Vandiko Timotius Gultom diharapkan bekerja ala milenial yaitu bekerja dengan fakta dan data. Gaya bekerja dengan big data inilah yang diharapkan memajukan Samosir yang sangat indah itu dengan cepat.

Semangat muda dengan big data akan mengalahkan isu pengalaman. Apalagi pengalaman terkait dengan pidana kejahatan UU Perlindungan Konsumen.

Marguna sejatinya berkolaborasi dengan Vandiko Timotius Gultom yang berpasangan dengan senior Martua Sitanggang untuk mengalahkan petahana yang minus prestasi dan tidak optimal mendukung pembangunan dari pusat. Dalam kondisi politik kekinian Samosir, maka rakyat Samosirlah yang menentukan masa depannya. Selamat memilih.(*)

*Penulis adalah pengamat sosial politik.

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: Opini GurmanPilkada 2020Pilkada SamosirSamosirSumut
ShareTweetSend

Related Posts

Perintah Presiden Prabowo, BNPB Kerahkan Tim dan Pesawat Khusus Tangani Bencana Banjir dan Longsor di Sumut

Perintah Presiden Prabowo, BNPB Kerahkan Tim dan Pesawat Khusus Tangani Bencana Banjir dan Longsor di Sumut

November 27, 2025
13 Petinju Papua Barat Siap Mendulang Medali di PON XXI Aceh-Sumut

13 Petinju Papua Barat Siap Mendulang Medali di PON XXI Aceh-Sumut

Juni 30, 2024
Wali Kota Pematang Siantar Hadiri HLM Tim Pengendali Inflasi Daerah Sumut

Wali Kota Pematang Siantar Hadiri HLM Tim Pengendali Inflasi Daerah Sumut

Maret 8, 2024

Satu Warga Dilaporkan Hilang Akibat Banjir di Samosir

November 16, 2023

Pelaku Judi di Sumut Ngaku Setor Rp 25 Juta/Bulan ke Polres, Rp 5 Juta ke Polsek

Agustus 15, 2023
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?