
Jakarta, SatukanIndonesia.Com – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyebut belum ada pembahasan soal porsi asupan dan pedoman gizi seimbang dalam program makan siang dan susu gratis dalam sidang kabinet paripurna, Senin (26/2).
“Itu belum dibicarakan ya. Itu belum dibicarakan,” kata Menkes Budi saat ditemui di Istana Kepresidenan Jakarta, sebagaimana dilansir Tempo.co.
Budi mengatakan program makan siang gratis memang dibahas dalam Sidang Kabinet Paripurna tentang Rencana Kerja pemerintah (RKP) 2025 pada Senin kemarin, 26 Februari 2024.
Dia menjelaskan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN 2025 disiapkan dengan memperhitungkan anggaran untuk transisi pemerintahan selanjutnya. Salah satunya program andalan Prabowo-Gibran, yakni makan siang gratis.
Meski begitu, menurut Budi, program pemenuhan gizi untuk bayi dan ibu hamil, terutama dalam pengentasan kasus stunting masih terus berjalan.
Pada pemerintahan selanjutnya, program pemenuhan gizi itu ditambah bukan hanya balita, tetapi juga anak-anak melalui program makan siang.
“Jadi ini udah ada sekarang ditambah bukan hanya balita, tapi di atas balita juga ingin kita tambah dengan program makan siang,” kata Budi.
Ia menambahkan bahwa masyarakat Indonesia sebenarnya sudah terbiasa dengan budaya makan bersama, contohnya di sekolah atau pesantren.
“Perilaku atau budaya makan bersama atau makan gratis ini sebenarnya dalam kehidupan sehari-hari dari masyarakat Indonesia sudah terjadi, sehingga kita formalkan saja,” katanya.
Saat ditanya terkait pemenuhan gizi berdasarkan anggaran tersebut, Menkes Budi menilai perhitungan untuk masing-masing daerah bisa saja berbeda. “Kalau di Jogja ya cukup,” kata Budi. (***)













