
Jakarta, SatukanIndonesia.Com -Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut B. Pandjaitan, optimis pembangunan infrastruktur penunjang di Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Danau Toba dan Taman Sains Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH2) selesai pada Oktober 2022.
“Kemudian pada awal triwulan kedua 2023, seluruh fasilitas pada pembangunan tahap 1 sudah dapat selesai dan bisa difungsikan,” ungkap Luhut dalam keterangan tertulis Kemenko Marves, Rabu (20/7/2022).
Hal itu dikatakan Luhut juga setelah dirinya melakukan kunjungan kerja langsung ke Provinsi Sumatra Utara untuk meninjau langsung perkembangan sejumlah infrastruktur penunjang di DPSP Danau Toba sekaligus meninjau Taman (STH2) untuk mengecek progres pembangunannya, setelah peletakan batu pertama pada 23 Desember 2021 lalu.
Menko Luhut kembali melakukan peninjauan ke TSTH2, yang berlokasi di Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbang Hasundutan. Ada berbagai perkembangan pesat di area TSTH2 itu.
Beberapa bangunan utama yang sudah terlihat bentuknya, screenhouse, greenhouse, kemudian pagar batu yang mengelilingi TSTH2, dan jalan yang berada dalam kawasan TSTH2.
TSTH2 yang berada dalam kawasan hutan dengan tujuan khusus untuk penelitian dan pengembangan, kini sedikit demi sedikit telah berubah. Infrastruktur pendukung penting yaitu aliran listrik membuat suasana di proyek TSTH2 tidak gelap lagi, kemudian jaringan telekomunikasi GSM pun sudah tersambung dengan cukup baik.
Hal itu membuat para pekerja yang berada dan bekerja di kawasan itu, bisa bekerja dengan nyaman karena bisa berkomunikasi dengan sanak dan famili masing-masing. Sesuatu yang belum bisa dilakukan di kawasan itu pada dua bulan sebelumnya.
Menko Marves Luhut berharap agar TSTH2 mampu menjadi kawasan riset unggulan, pusat konservasi, dan pengembangan obat herbal dan hortikultura. “Kita berharap riset untuk herbal genomic dapat dikembangkan di sini, kemudian bisa dijadikan tempat pemuliaan tanaman hortikultura, konservasi keanekaragaman hayati di Indonesia, serta analisis genetik untuk pembiakan,” kata Menko Marves Luhut.
Untuk itu, TSTH2 telah bekerja sama dengan National Development and Reform Commission (NDRC) Tiongkok untuk mendirikan Laboratorium Bersama untuk Konservasi dan Inovasi Tanaman Herbal, juga dengan Beijing Genomic Institute.
“Melalui pendekatan berbasis genetik, kita berharap bisa segera mendapatkan bibit unggul dari tanaman, salah satunya bawang putih yang sesuai dengan agroklimatologi dan karakteristik lahan setempat,” kata Menko Luhut.
Hadir dalam kesempatan yang sama, Gubernur Sumatra Utara, Edy Rahmayadi, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih dengan adanya TSTH2.
“Saya berterima kasih kepada Menko Luhut dan seluruh pihak yang bekerja sama membangun tempat ini. Bisa saya bilang, riset teknologi herbal dan hortikultura itu memang paling cocok di sini,” ucap Gubernur Edy.
Gubernur Edy juga menambahkan bahwa itu merupakan salah satu kawasan riset yang terbesar di Indonesia nantinya. Untuk itu, seluruh pihak perlu terus saling membantu membangun TSTH2 itu.
Menko Marves Luhut juga melakukan peninjauan pada beberapa pembangunan penunjang pariwisata di kawasan Danau Toba. Salah satunya adalah pengembangan Bandar Udara Sibisa. Saat ini terdapat tiga pekerjaan pembangunan yaitu, pengembangan fasilitas sisi bandara, pembangunan gedung terminal, dan pembuatan pagar batas lahan Bandara Sibisa.
“Masih ada beberapa isu yang perlu kita kendalikan saat ini dan akan segera kita selesaikan supaya bandara dapat segera beroperasi,” ujar Menko Luhut.
Menindaklanjuti rapat koordinasi pada awal Juli lalu, kunjungan dilanjutkan ke Pelabuhan Balige untuk melihat kesiapan balap F1 Boat Race (H20). Kawasan pelabuhan dan lapangan Sisingamangaraja akan dijadikan area wet paddock dan dry paddock. Penataan kawasan itu akan dilakukan oleh Kementerian PUPR.
Kementerian Perhubungan saat ini, juga sedang merapikan kawasan pelabuhan untuk ditempatkan sebagai kantor untuk panitia dan penyediaan alat transportasi untuk logistik kegiatan.
“Saya titip kepada Kementerian PUPR, Kementerian Perhubungan, dan utamanya Bupati Kabupaten Toba untuk segera merapikan kawasan ini dan pastikan dijaga kebersihannya,” tegasnya.
Dengan diadakannya F1 H20 akan mendorong pariwisata dan peningkatan ekonomi di Danau Toba, khususnya sekitar kawasan Balige. “Potensi ekonomi bisa masuk dari promosi sponsor, paket tur wisata, penjualan cinderamata, atau juga paddock tour. Jadi saya juga minta dukungannya dari masyarakat untuk menyukseskan kegiatan ini,” tambah Menko Luhut.
Sarana Bank Sampah Tarhilala
Masih dalam kawasan Kabupaten Toba, dalam rangka untuk mendukung infrastruktur pariwisata di DPSP Danau Toba, maka diperlukan adanya infrastruktur pendukung lainnya, salah satunya yaitu infrastruktur pengelolaan sampah.
Untuk itu, Menko Luhut yang didampingi oleh Deputi Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan Nani Hendiarti mengunjungi salah satu bank sampah di kawasan ini, yaitu Bank Sampah Tarhilala.
Bank Sampah Tarhilala berfokus pada pengelolaan sampah daur ulang. Sejak Maret 2022, sudah ada 18 ton sampah yang didaur ulang. Dengan adanya pembuangan sampah sebanyak 58 ton per hari, maka pengelolaan sampah ini masih dibutuhkan di berbagai tempat di DPSP Danau Toba. Untuk itu, Menko Luhut menginstruksikan untuk membuat adanya Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST).
“Coba kita buat TPST di Kabupaten Simalungun. Kita coba satu dulu di sana. Kita kejar itu sampai Oktober 2022, nanti kita ke sini, sudah bisa kita cek lagi,” ujar Menko Luhut.
Sampah yang diolah di Bank Sampah Tarhilala merupakan hasil dari pengumpulan sampah pilahan dari masing-masing rumah tangga. Deputi Nani mengatakan bahwa sudah ada semangat untuk memilah sampah dari rumah.
“Semangat untuk mengolah dan memilah sampah dari rumah sudah ada. Sampah-sampah ini jika dikelola dengan baik dapat menjadi nilai ekonomi yang berharga bagi masyarakat sekitar bank sampah tersebut,” kata Deputi Nani dalam kunjungannya bersama Menko Luhut.
Dalam kunjungan ini Menko Luhut didampingi oleh Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan Kemenko Marves, Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kemenko Marves, Staf Khusus Menko Marves Bidang Hukum dan Perundangan-undangan, Staf Khusus Menko Marves Bidang Ekonomi dan Investasi, serta perwakilan dari Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah terkait.
InfoPublik













