• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Oplosan dan Permainan Harga Beras 6 Perusahaan Besar di Indonesia Diusut Kejagung

Oplosan dan Permainan Harga Beras 6 Perusahaan Besar di Indonesia Diusut Kejagung

Juli 24, 2025
Kemenhub Percepat Pengembangan Jaringan KA untuk Dorong Konektivitas dan Efisiensi Logistik

Kemenhub Percepat Pengembangan Jaringan KA untuk Dorong Konektivitas dan Efisiensi Logistik

Juni 12, 2026
Siti Hediati Soeharto Tegaskan Pentingnya Penyusunan RUU Pangan 

Siti Hediati Soeharto Tegaskan Pentingnya Penyusunan RUU Pangan 

Juni 12, 2026
ADVERTISEMENT
Logis 08 Geruduk KPK dan Kantor Pusat BRI, Minta Penetapan Tersangka Kasus BRI-Telkom

Logis 08 Geruduk KPK dan Kantor Pusat BRI, Minta Penetapan Tersangka Kasus BRI-Telkom

Juni 12, 2026
Prabowo Perintahkan Percepatan Peralihan LPG ke CNG demi Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Prabowo Perintahkan Percepatan Peralihan LPG ke CNG demi Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Juni 12, 2026
Polda Metro Jaya Kerahkan 4.151 Personel Gabungan Polri -TNI Amankan Aksi Mahasiswa di Jakarta

Polda Metro Jaya Kerahkan 4.151 Personel Gabungan Polri -TNI Amankan Aksi Mahasiswa di Jakarta

Juni 12, 2026
Anggota DPR Ingatkan Keberhasilan UU Polri Tergantung Kualitas SDM Anggota

Anggota DPR Ingatkan Keberhasilan UU Polri Tergantung Kualitas SDM Anggota

Juni 12, 2026
Komisi XIII DPR Minta KemenHAM Susun Ulang Anggaran 2027

Komisi XIII DPR Minta KemenHAM Susun Ulang Anggaran 2027

Juni 12, 2026
Setelah Disomasi Tak ada Respon LCM Laporkan Manajemen HH Club ke Polresta Barelang, Dugaan Pencemaran Nama Baik

Setelah Disomasi Tak ada Respon LCM Laporkan Manajemen HH Club ke Polresta Barelang, Dugaan Pencemaran Nama Baik

Juni 11, 2026
Lagi Viral Belanja di Online”CUCI GUDANG BATAM 91″ SHOP ONLINE, Makin Diminati Pelanggan, harga terjangkau dan mudah di akses

Lagi Viral Belanja di Online”CUCI GUDANG BATAM 91″ SHOP ONLINE, Makin Diminati Pelanggan, harga terjangkau dan mudah di akses

Juni 11, 2026
Mabes Polri hingga Polsek se-Indonesia Bakal Gelar Nobar Gratis Piala Dunia 2026

Mabes Polri hingga Polsek se-Indonesia Bakal Gelar Nobar Gratis Piala Dunia 2026

Juni 11, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Jumat, Juni 12, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Hukum

Oplosan dan Permainan Harga Beras 6 Perusahaan Besar di Indonesia Diusut Kejagung

[Hukum]

Juli 24, 2025
in Hukum
0
0
SHARES
53
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT

JAKARTA, satukanindonesia.com – Kejaksaan Agung (Kejagung) Republik Indonesia membuka penyelidikan, terhadap dugaan praktik pengoplosan beras dan penyimpangan harga jual yang diduga tidak sesuai dengan standar nasional.

Tindakan ini dilakukan sebagai bentuk tindak lanjut atas arahan langsung Presiden Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya menjaga keadilan distribusi pangan di masyarakat.

Penyelidikan dilakukan oleh Satuan Tugas Khusus Penanganan Tindak Pidana Korupsi (Satgasus P3TPK), yang berada di bawah kendali Gedung Bundar Kejagung.

Fokus utama dari penyelidikan ini adalah mengungkap adanya ketidaksesuaian antara mutu beras yang beredar dengan ketetapan Standar Nasional Indonesia (SNI), serta pelanggaran terhadap harga eceran tertinggi (HET) yang ditentukan pemerintah.

Dalam proses awal penyelidikan, Kejagung telah memanggil enam perusahaan yang diduga memiliki keterkaitan dengan kasus tersebut.

Diantaranya adalah PT Wilmar Padi Indonesia, PT Food Station, PT Belitang Panen Raya, PT Unifood Candi Indonesia, PT Subur Jaya Indotama, serta PT Sentosa Utama Lestari (bagian dari Javagroup).

Seorang pejabat di Kejagung yang tidak ingin disebutkan namanya menyatakan, pemanggilan dilakukan untuk menggali informasi awal mengenai rantai distribusi dan potensi pengoplosan beras dari pihak-pihak yang memiliki akses langsung ke gudang penyimpanan serta saluran distribusi.

“Kami sedang mendalami indikasi adanya praktik pencampuran antara beras berkualitas rendah dengan beras medium atau premium yang kemudian dijual dengan harga tidak wajar,”ujarnya.

“Fokus kami adalah memastikan apakah tindakan ini dilakukan secara sistematis, dan melibatkan kerja sama antarpelaku usaha.”

Proses hukum yang dijalankan bertujuan mencegah praktik curang di sektor distribusi pangan, dan menata ulang tata kelola pasar beras di Indonesia.

Kejagung menilai, perlunya upaya konkret agar masyarakat tidak menjadi korban dari permainan harga dan manipulasi mutu pangan.

“Penegakan hukum ini bukan sekadar tindakan reaktif, tapi langkah preventif untuk memperbaiki sistem distribusi pangan. Masyarakat berhak mendapatkan beras yang sesuai dengan harga dan kualitas, yang ditentukan Negara,”kata salah satu jaksa senior yang terlibat dalam penyelidikan.

Ia menambahkan, langkah penyelidikan ini juga merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap kesejahteraan masyarakat bawah, yang selama ini rentan terdampak fluktuasi harga dan kelangkaan bahan pokok.

Mengingat kompleksitas kasus yang melibatkan sejumlah korporasi besar, Kejagung juga menjalin koordinasi erat dengan Mabes Polri.

Hal ini dilakukan untuk menghindari tumpang tindih penanganan perkara, serta memperkuat validitas bukti dan hasil penyelidikan di lapangan.

“Kami bekerja sama dengan aparat kepolisian untuk memastikan jalannya penyidikan ini berlangsung profesional, objektif, dan tidak menimbulkan polemik,”ungkap sumber dari internal Kejagung.

Hingga kini, status kasus ini masih berada pada tahap penyelidikan umum. Namun, Kejagung memastikan, proses akan terus berlanjut hingga semua pihak yang bertanggung jawab dapat dimintai keterangan secara menyeluruh.

Dugaan adanya praktik oplosan dan permainan harga dalam distribusi beras bukan hanya berdampak pada stabilitas ekonomi, tetapi juga dapat menciptakan ketimpangan sosial di tengah masyarakat.

Pemerintah dan aparat penegak hukum diharapkan mampu bertindak tegas dan transparan, agar kepercayaan publik terhadap sistem distribusi pangan Nasional dapat pulih. [**/GRW]

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: KejagungOplosan dan Permainan Harga BerasPresiden Prabowo SubiantoStandar Nasional Indonesia (SNI)
ShareTweetSend

Related Posts

Prabowo Perintahkan Percepatan Peralihan LPG ke CNG demi Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Prabowo Perintahkan Percepatan Peralihan LPG ke CNG demi Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Juni 12, 2026
Pertamax Naik, Harga Pertalite dan LPG Subsidi Tetap

Pertamax Naik, Harga Pertalite dan LPG Subsidi Tetap

Juni 11, 2026
DEN Menghadap Presiden Prabowo, Bahas Isu Ekonomi Nasional

DEN Menghadap Presiden Prabowo, Bahas Isu Ekonomi Nasional

Juni 10, 2026

Prabowo Dorong Percepatan Program Cek Kesehatan Gratis dan Perkuat Penanganan TBC Nasional

Juni 10, 2026

Prabowo Akan Lantik Kepala BGN dan Penasihat Khusus di Istana Sore Ini

Juni 8, 2026
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?