• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Oplosan dan Permainan Harga Beras 6 Perusahaan Besar di Indonesia Diusut Kejagung

Oplosan dan Permainan Harga Beras 6 Perusahaan Besar di Indonesia Diusut Kejagung

Juli 24, 2025
PT TPM: 98 Persen Warga Tembesi Tower Telah Menerima Sagu Hati  dan Warga yang Menempuh Jalurl Hukum Tetap Mendapat Bantuan Sewa Rumah

PT TPM: 98 Persen Warga Tembesi Tower Telah Menerima Sagu Hati  dan Warga yang Menempuh Jalurl Hukum Tetap Mendapat Bantuan Sewa Rumah

Mei 27, 2026
Operasi Patuh 2026 Digelar 8-21 Juni, Pelat Nomor Modifikasi Jadi Bidikan

Operasi Patuh 2026 Digelar 8-21 Juni, Pelat Nomor Modifikasi Jadi Bidikan

Mei 26, 2026
ADVERTISEMENT
KPK Periksa Tiga Pejabat Kemenhub Terkait Dugaan Kasus Korupsi Proyek DJKA

KPK Periksa Tiga Pejabat Kemenhub Terkait Dugaan Kasus Korupsi Proyek DJKA

Mei 26, 2026
5 Penjaga Rimba: GPA Gendong Adventur Jelajahi Hutan Lindung Bukit Sanggul Demi Penyelamatan Hutan Hujan Tropis Sumatra

5 Penjaga Rimba: GPA Gendong Adventur Jelajahi Hutan Lindung Bukit Sanggul Demi Penyelamatan Hutan Hujan Tropis Sumatra

Mei 26, 2026
Komisi III DPR Setuju Bentuk Panja untuk Bahas RUU Polri

Komisi III DPR Setuju Bentuk Panja untuk Bahas RUU Polri

Mei 26, 2026
Wakil Ketua I DPRD Kota Batam Apresiasi PJBTL PLN Batam–EGS AI Data Center, Nilainya Capai USD 5 Miliar

Wakil Ketua I DPRD Kota Batam Apresiasi PJBTL PLN Batam–EGS AI Data Center, Nilainya Capai USD 5 Miliar

Mei 26, 2026
Pimpinan DPRD Kota Batam Sampaikan Ucapan Selamat Ulang Tahun ke-54 kepada Plh Wali Kota Batam Li Claudia Chandra

Pimpinan DPRD Kota Batam Sampaikan Ucapan Selamat Ulang Tahun ke-54 kepada Plh Wali Kota Batam Li Claudia Chandra

Mei 26, 2026
Menko Airlangga Sebut Pemberdayaan Daerah Kunci Pencapaian Target Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Menko Airlangga Sebut Pemberdayaan Daerah Kunci Pencapaian Target Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Mei 26, 2026
Wamen ESDM Tegaskan Blackout di Sumatra Murni Faktor Alam, Bukan Kesengajaan

Wamen ESDM Tegaskan Blackout di Sumatra Murni Faktor Alam, Bukan Kesengajaan

Mei 26, 2026
KKP Gagalkan Benih Lobster Ilegal Bernilai Rp4,6 Miliar

KKP Gagalkan Benih Lobster Ilegal Bernilai Rp4,6 Miliar

Mei 26, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Rabu, Mei 27, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Hukum

Oplosan dan Permainan Harga Beras 6 Perusahaan Besar di Indonesia Diusut Kejagung

[Hukum]

Juli 24, 2025
in Hukum
0
0
SHARES
53
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT

JAKARTA, satukanindonesia.com – Kejaksaan Agung (Kejagung) Republik Indonesia membuka penyelidikan, terhadap dugaan praktik pengoplosan beras dan penyimpangan harga jual yang diduga tidak sesuai dengan standar nasional.

Tindakan ini dilakukan sebagai bentuk tindak lanjut atas arahan langsung Presiden Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya menjaga keadilan distribusi pangan di masyarakat.

Penyelidikan dilakukan oleh Satuan Tugas Khusus Penanganan Tindak Pidana Korupsi (Satgasus P3TPK), yang berada di bawah kendali Gedung Bundar Kejagung.

Fokus utama dari penyelidikan ini adalah mengungkap adanya ketidaksesuaian antara mutu beras yang beredar dengan ketetapan Standar Nasional Indonesia (SNI), serta pelanggaran terhadap harga eceran tertinggi (HET) yang ditentukan pemerintah.

Dalam proses awal penyelidikan, Kejagung telah memanggil enam perusahaan yang diduga memiliki keterkaitan dengan kasus tersebut.

Diantaranya adalah PT Wilmar Padi Indonesia, PT Food Station, PT Belitang Panen Raya, PT Unifood Candi Indonesia, PT Subur Jaya Indotama, serta PT Sentosa Utama Lestari (bagian dari Javagroup).

Seorang pejabat di Kejagung yang tidak ingin disebutkan namanya menyatakan, pemanggilan dilakukan untuk menggali informasi awal mengenai rantai distribusi dan potensi pengoplosan beras dari pihak-pihak yang memiliki akses langsung ke gudang penyimpanan serta saluran distribusi.

“Kami sedang mendalami indikasi adanya praktik pencampuran antara beras berkualitas rendah dengan beras medium atau premium yang kemudian dijual dengan harga tidak wajar,”ujarnya.

“Fokus kami adalah memastikan apakah tindakan ini dilakukan secara sistematis, dan melibatkan kerja sama antarpelaku usaha.”

Proses hukum yang dijalankan bertujuan mencegah praktik curang di sektor distribusi pangan, dan menata ulang tata kelola pasar beras di Indonesia.

Kejagung menilai, perlunya upaya konkret agar masyarakat tidak menjadi korban dari permainan harga dan manipulasi mutu pangan.

“Penegakan hukum ini bukan sekadar tindakan reaktif, tapi langkah preventif untuk memperbaiki sistem distribusi pangan. Masyarakat berhak mendapatkan beras yang sesuai dengan harga dan kualitas, yang ditentukan Negara,”kata salah satu jaksa senior yang terlibat dalam penyelidikan.

Ia menambahkan, langkah penyelidikan ini juga merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap kesejahteraan masyarakat bawah, yang selama ini rentan terdampak fluktuasi harga dan kelangkaan bahan pokok.

Mengingat kompleksitas kasus yang melibatkan sejumlah korporasi besar, Kejagung juga menjalin koordinasi erat dengan Mabes Polri.

Hal ini dilakukan untuk menghindari tumpang tindih penanganan perkara, serta memperkuat validitas bukti dan hasil penyelidikan di lapangan.

“Kami bekerja sama dengan aparat kepolisian untuk memastikan jalannya penyidikan ini berlangsung profesional, objektif, dan tidak menimbulkan polemik,”ungkap sumber dari internal Kejagung.

Hingga kini, status kasus ini masih berada pada tahap penyelidikan umum. Namun, Kejagung memastikan, proses akan terus berlanjut hingga semua pihak yang bertanggung jawab dapat dimintai keterangan secara menyeluruh.

Dugaan adanya praktik oplosan dan permainan harga dalam distribusi beras bukan hanya berdampak pada stabilitas ekonomi, tetapi juga dapat menciptakan ketimpangan sosial di tengah masyarakat.

Pemerintah dan aparat penegak hukum diharapkan mampu bertindak tegas dan transparan, agar kepercayaan publik terhadap sistem distribusi pangan Nasional dapat pulih. [**/GRW]

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: KejagungOplosan dan Permainan Harga BerasPresiden Prabowo SubiantoStandar Nasional Indonesia (SNI)
ShareTweetSend

Related Posts

Presiden Prabowo Hadiri Panen Raya Udang Vannamei di BUBK Kebumen

Presiden Prabowo Hadiri Panen Raya Udang Vannamei di BUBK Kebumen

Mei 24, 2026
Menatap Baju Terakhir Marsinah, Prabowo: “Peristiwa Seperti Ini Seyogyanya Tidak Terjadi

Menatap Baju Terakhir Marsinah, Prabowo: “Peristiwa Seperti Ini Seyogyanya Tidak Terjadi

Mei 16, 2026
Prabowo Resmikan 1.061 KDMP di Nganjuk, Ribuan Warga Padati Lokasi

Prabowo Resmikan 1.061 KDMP di Nganjuk, Ribuan Warga Padati Lokasi

Mei 16, 2026

Menkeu Purbaya Ungkap Jurus Jitu Mendongkrak Mesin Pertumbuhan Ekonomi

Mei 16, 2026

KSP Dudung Pastikan Pemerintah Terbuka terhadap Kritik

Mei 15, 2026
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?