• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Pansus DPD RI Bahas Persoalan HAM di Tanah Papua

Pansus DPD RI Bahas Persoalan HAM di Tanah Papua

Agustus 25, 2026
Survei IPO: Menkomdigi Meutya Hafid Masuk 10 Besar Jajaran Menteri Berkinerja dengan Baik 

Survei IPO: Menkomdigi Meutya Hafid Masuk 10 Besar Jajaran Menteri Berkinerja dengan Baik 

Oktober 26, 2026
Hadiri Forum Internasional, Laus Rumayom Soroti Posisi Papua dalam Geopolitik Indo-Pasifik

Hadiri Forum Internasional, Laus Rumayom Soroti Posisi Papua dalam Geopolitik Indo-Pasifik

Oktober 26, 2026
ADVERTISEMENT
Dua Tahun Prabowo-Gibran Memimpin, SDM Papua Tidak Mengalami Peningkatan

Dua Tahun Prabowo-Gibran Memimpin, SDM Papua Tidak Mengalami Peningkatan

Oktober 26, 2026
Jon Heri Soroti Pemecatan Firdaus, Pertanyakan Independensi PWI dan Dorong Evaluasi Kepemimpinan Organisasi

Jon Heri Soroti Pemecatan Firdaus, Pertanyakan Independensi PWI dan Dorong Evaluasi Kepemimpinan Organisasi

Oktober 26, 2026
Tahun 2027, Presiden Prabowo Targetkan Penyaluran Kredit Rakyat Rp400 Triliun

Tahun 2027, Presiden Prabowo Targetkan Penyaluran Kredit Rakyat Rp400 Triliun

Oktober 25, 2026
Greenpeace luncurkan Buku Anak Tentang Hutan, Laut, dan Menjaga Alam

Greenpeace luncurkan Buku Anak Tentang Hutan, Laut, dan Menjaga Alam

Oktober 25, 2026
Pemerintah Indonesia akan Hentikan Ekspor Gas ke Negara Tetangga

Pemerintah Indonesia akan Hentikan Ekspor Gas ke Negara Tetangga

Oktober 25, 2026
Rencana Tambang oleh PT ANTAM, Hak Masyarakat Adat dan Pertambangan Rakyat

Rencana Tambang oleh PT ANTAM, Hak Masyarakat Adat dan Pertambangan Rakyat

Oktober 25, 2026
Jaga Kepercayaan Publik, Bakom Satukan Narasi Pusat dan Daerah

Jaga Kepercayaan Publik, Bakom Satukan Narasi Pusat dan Daerah

Oktober 25, 2026
Mendagri Tito Dukung Program 3 Juta Rumah melalui Kemudahan Regulasi bagi MBR

Mendagri Tito Dukung Program 3 Juta Rumah melalui Kemudahan Regulasi bagi MBR

Oktober 25, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Senin, Oktober 26, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Fokus Berita

Pansus DPD RI Bahas Persoalan HAM di Tanah Papua

(Fokus Berita)

Agustus 25, 2026
in Fokus Berita, News
0
0
SHARES
118
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
FOTO: Pertemuan dipimpin oleh Ketua Pansus Papua DPD RI Yorrys Raweyai dan anggota Pansus di Jakarta, 24 Agustus 2026//GRW-Dok. Pansus Papua DPD RI

MALANG, satukanindonesia.com – Panitia Khusus (Pansus) Papua DPD RI membahas agenda kerja terkait berbagai persoalan Hak Asasi Manusia (HAM) di Tanah Papua, termasuk evaluasi penyelesaian kasus HAM, HAM dalam konteks konflik politik serta dampak Program Strategis Nasional (PSN) terhadap hak-hak masyarakat Papua.

Pertemuan dipimpin oleh Ketua Pansus Papua DPD RI Yorrys Raweyai dan anggota Pansus di Jakarta, 24 Agustus 2026.

Pertemuan ini menegaskan, pentingnya membangun agenda kerja berdasarkan data yang objektif, terverifikasi dan berimbang.

Di kesempatan itu, Dr. Filep Wamafma menyampaikan, Pansus akan memberikan perhatian khusus terhadap evaluasi pelaksanaan kebijakan Presiden mengenai penyelesaian pelanggaran HAM di Papua.

“Jadi evaluasi ini diantaranya diarahkan untuk mengetahui perkembangan penanganan kasus, pemulihan korban dan keluarga korban, serta hambatan yang masih terjadi. Pansus juga akan meminta penjelasan dari Komnas HAM mengenai perkembangan penyelesaian kasus-kasus HAM di Papua, termasuk berbagai pengaduan masyarakat yang selama ini telah ditangani,” ujar Dr. Filep dalam keterangan tertulis, Selasa (25/08/2026).

Lebih lanjut, senator Papua Barat itu menambahkan, pansus juga membahas keterkaitan persoalan HAM dengan dinamika konflik politik dan isu disintegrasi bangsa di Papua.

Menurutnya, pansus berpandangan bahwa menjaga keutuhan NKRI dan penghormatan terhadap HAM merupakan dua hal yang harus berjalan secara bersamaan.

Menurutnya, pemerintah berkewajiban menjaga keamanan dan kedaulatan dengan tetap menjunjung tinggi hukum serta melindungi masyarakat sipil.

“Karena itu, Pansus akan mendalami berbagai akar persoalan konflik di Papua, termasuk persoalan sosial, politik, ekonomi, ketimpangan pembangunan, kepercayaan masyarakat terhadap negara, serta berbagai faktor yang memengaruhi dinamika hubungan Papua dengan pemerintah pusat,”ujarnya lagi.

`SOAL HAM DAN PROGRAM STRATEGIS NASIONAL’

Pansus juga berfokus pada isu HAM yang akan dikaji dalam kaitannya dengan pelaksanaan Program Strategis Nasional (PSN) di Papua.

“Kami akan melihat dampak pembangunan terhadap hak masyarakat adat, hak ulayat, lingkungan hidup, ruang hidup, mata pencaharian, serta hak ekonomi, sosial dan budaya masyarakat Papua. Misalnya, wilayah seperti Merauke dan Biak menjadi bagian dari perhatian Pansus. Pembangunan nasional harus memberikan manfaat bagi masyarakat setempat dan tidak boleh mengabaikan hak masyarakat adat maupun menimbulkan konflik baru,” jelas Dr. Filep.

Dalam rangka memastikan pembahasan tidak hanya berdasarkan laporan sepihak, Dr. Filep menyebut, Pansus akan melakukan pengumpulan data dan informasi dari berbagai pihak, termasuk Komnas HAM, pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh adat, tokoh agama, gereja, akademisi, aktivis HAM, perempuan, pemuda, masyarakat sipil, dan korban.

Pansus menilai, data lapangan dan klarifikasi dari berbagai pihak menjadi kunci dalam menghasilkan rekomendasi yang objektif dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Melalui agenda tersebut, Pansus Papua ingin memastikan bahwa pembahasan HAM di Papua tidak hanya berorientasi pada penyelesaian kasus masa lalu, tetapi juga mampu mencegah terjadinya pelanggaran baru serta memperkuat perlindungan hak masyarakat dalam konteks konflik dan pembangunan,”urainya.

“Pansus Papua menegaskan penyelesaian persoalan Papua membutuhkan pendekatan yang komprehensif dengan tetap menjaga keutuhan NKRI, menegakkan hukum, menghormati HAM, melindungi masyarakat adat, serta memastikan pembangunan memberikan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Papua,”pungkas Sekretaris MPR RI For Papua itu. [***/GRW]

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: HAM di PapuaKetua Pansus Papua DPD RI Yorrys RaweyaiPansus DPD RI
ShareTweetSend

Related Posts

Seorang warga Maybrat Diduga Disekap di pos Marinir, Pansus DPD RI Diminta Merespon

Seorang warga Maybrat Diduga Disekap di pos Marinir, Pansus DPD RI Diminta Merespon

September 28, 2026
DPD RI Desak Kasus Penembakan Tiga Warga Sipil di Maybat Diungkap

DPD RI Desak Kasus Penembakan Tiga Warga Sipil di Maybat Diungkap

September 15, 2026
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?