• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Pegang Bendera Israel, Miss Indonesia 2025 Asal Papua Dipulangkan

Pegang Bendera Israel, Miss Indonesia 2025 Asal Papua Dipulangkan

Juni 29, 2025
Sudaryono Sosok Tepat Pimpin BGN, Momentum Perkuat Tata Kelola Program MBG 

Sudaryono Sosok Tepat Pimpin BGN, Momentum Perkuat Tata Kelola Program MBG 

Juli 25, 2026
DPPKB Kota Bekasi Gelar Sarasehan Kader KB, Perkuat Peran dalam Program Keluarga Berencana

DPPKB Kota Bekasi Gelar Sarasehan Kader KB, Perkuat Peran dalam Program Keluarga Berencana

Juli 25, 2026
ADVERTISEMENT
Kemendagri dan KPK Jalin Sinergi, Perkuat Pencegahan Tindak Pidana Korupsi di Daerah

Kemendagri dan KPK Jalin Sinergi, Perkuat Pencegahan Tindak Pidana Korupsi di Daerah

Juli 25, 2026
Prakiraan Cuaca Jakarta 25 Juli 2026, BMKG Prediksi Terik Seharian!

Prakiraan Cuaca Jakarta 25 Juli 2026, BMKG Prediksi Terik Seharian!

Juli 25, 2026
Menteri UMKM Sebut Nobar Piala Dunia 2026 Gerakkan Ekonomi Daerah dan Penjualan UMKM

Menteri UMKM Sebut Nobar Piala Dunia 2026 Gerakkan Ekonomi Daerah dan Penjualan UMKM

Juli 25, 2026
Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan usai Jadi Tersangka TPPU

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan usai Jadi Tersangka TPPU

Juli 25, 2026
Puncak Penghargaan JNE Content Competition 2026, Wadah Kreativitas Anak Bangsa

Puncak Penghargaan JNE Content Competition 2026, Wadah Kreativitas Anak Bangsa

Juli 24, 2026
30 Juli, DAP wilayah III Doberai Akan Gelar RDP Masyarakat Adat

30 Juli, DAP wilayah III Doberai Akan Gelar RDP Masyarakat Adat

Juli 24, 2026
Menkomdigi Dorong Registrasi SIM Biometrik Mudah, Inklusif, dan Aman

Menkomdigi Dorong Registrasi SIM Biometrik Mudah, Inklusif, dan Aman

Juli 24, 2026
MK Putuskan Operator Seluler Diwajibkan Sediakan Opsi Sisa Kuota Tetap Aktif

MK Putuskan Operator Seluler Diwajibkan Sediakan Opsi Sisa Kuota Tetap Aktif

Juli 24, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Sabtu, Juli 25, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Daerah

Pegang Bendera Israel, Miss Indonesia 2025 Asal Papua Dipulangkan

[Daerah]

Juni 29, 2025
in Daerah
0
0
SHARES
1.7k
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT

MANOKWARI, satukanindonesia.com – Merince Kogoya mendadak viral dan jadi sorotan warganet setelah kabar mengejutkan datang dari ajang kecantikan Miss Indonesia 2025.

Finalis asal Papua Pegunungan ini dikabarkan dipulangkan dari kompetisi, karena sebuah isu yang ramai dibicarakan publik.

Lantas, siapa sebenarnya Merince Kogoya? Simak profil, perjalanan karier, hingga penyebab dirinya tersingkir dari kontes bergengsi tersebut.

Merince Kogoya dikenal sebagai wanita cantik asal Papua yang aktif di media sosial.

Ia menggunakan akun Instagram dengan nama @kogoya\_merry dan cukup populer di kalangan netizen, dengan lebih dari 5.000 pengikut.

Dilansir dari Instagram @kogoya\_merry, diketahui bahwa ia adalah alumni dari SMAN 3 Jayapura. Kemudian ia kuliah di Universitas Cendrawasih alias UNCEN.

Tak hanya itu, Merince juga dikenal sebagai pribadi yang berprestasi dan atletis.

Semasa SMA, ia pernah mengikuti berbagai kompetisi, seperti kompetisi Sains Nasional Tingkat Provinsi tahun 2021, aktivitas di bidang olahraga, terutama basket, dan aktif dalam kegiatan sosial dan edukatif.

Kiprahnya ini membuat Merince terpilih sebagai finalis Miss Indonesia 2025 perwakilan Papua Pegunungan.

Namun sayangnya, impian Merince untuk melangkah lebih jauh dalam ajang Miss Indonesia harus pupus.

Ia dipulangkan dari kompetisi setelah viral sebuah jejak digital, dirinya memegang bendera Israel.

Diduga kuat bahwa potret tersebut memicu opini, bahwa ia pro Israel atau pro Zionis, yang memicu kecaman dari netizen, terutama pendukung Palestina.

Merince pun digantikan oleh Karmen Anastasya dalam daftar finalis Miss Indonesia Papua Pegunungan.

“Posisi saya digantikan dengan hitungan menit karena komentar publik yang pro Palestina,” tulis @kogoya\_merry.

 

Menanggapi persoalan tersebut, Maiton Gurik salah satu pegiat Anti-diskriminasi di Papua menilai, pemulangan Marince Kogoya ini adalah bentuk diskriminasi.

“Hanya karena simbol-simbol semu,”kata Gurik melalui telpon seluler, Sabtu (28/06/2025).

Menurutnya, jangankan Miss Merince Kogoya, sang jenius pemenang lomba First Step to nobel Prize in Physics, Septinus George Saa, putra asli Papua yang pernah berhasil menemukan rumus fisika dan ia diberi nama ‘George Saa Formula’, yang berurusan dengan pesawat terbang, aerodinamika, daya angkat hingga efesien berat dalam teknologi pembuatan burung besi saja tidak pernah dianggap dan dipakai sebagai aset anak bangsa yang perlu diberdayakan.

“Jadi, diskriminasi yang dibangun kaum fanatik berkedok agama ini, sesungguhnya satu paket dari sebagian orang Indonesia yang selama ini tidak ingin orang Papua maju dari berbagai bidang,”katanya.

Sudah jelas, lanjut dia, orang Papua yang berprestasi dan jenius, pasti tidak diberdayakan bahkan tidak pernah dianggap.

“Jangan kan itu, orang Papua yang selalu melawan rasis dan protes terhadap eksploitasi sumber daya alam secara ilegal saja ditembak mati secara brutal dan keji,”aku Maiton Gurik.

Tak hanya itu, perlawanan terhadap pelanggaran HAM berat juga tidak pernah diberi ruang demokrasi untuk menyampaikan pikiran dan perasaan. Namun, justru moncong senjata yang selalu di perhadapkan orang Papua diatas tanahnya sendiri.

Dari fenomena buruk ini, kata Gurik, masa depan Papua bersama Indonesia itu tidak pernah ada ruang, panggung dan kesempatan.

“Ada itu pun kecil, dengan pra-bayar dan ada persyaratan-nya. Memang muak dan menjengkelkan perlakuan Negara ini (Indonesia) terhadap orang Papua. Teriak toleransi dan keberagaman bergemuruh tetapi kaum anti-toleransi semakin berjamur. Kampanye tentang perbedaan kuat tetapi kaum anti-perbedaan juga tidak hilang. Itu Indonesia hari ini. Indonesia yang dihuni kaum fanatisme semu,”pungkasnya. [**/GRW]

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: - Merince KogoyaBendera IsraelMiss Indonesia 2025Papua
ShareTweetSend

Related Posts

TNI – Polri Tegaskan Komitmen Menjadikan HAM sebagai Landasan Tugas Pengamanan di Papua

TNI – Polri Tegaskan Komitmen Menjadikan HAM sebagai Landasan Tugas Pengamanan di Papua

Juli 8, 2026
Otsus Merupakan Hasil Konsensus Pemerintah Indonesia dan Orang Papua 

Otsus Merupakan Hasil Konsensus Pemerintah Indonesia dan Orang Papua 

April 26, 2026
Nyawa Warga Papua Tak Ternilai, PGI Serukan ‘Hentikan Kekerasan Bersenjata’

Nyawa Warga Papua Tak Ternilai, PGI Serukan ‘Hentikan Kekerasan Bersenjata’

April 22, 2026

Pencetus Gagasan Tujuh Wilayah Budaya di Tanah Papua Tutup Usia

Maret 24, 2026

Krisis Tanah dan Lingkungan, Gereja Mesti Bersikap Tegas

Maret 8, 2026
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?