• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Pegang Bendera Israel, Miss Indonesia 2025 Asal Papua Dipulangkan

Pegang Bendera Israel, Miss Indonesia 2025 Asal Papua Dipulangkan

Juni 29, 2025
Gowes dari Rumah, Walikota Bekasi Hadiri Penyerahan SK Kepala Sekolah

Gowes dari Rumah, Walikota Bekasi Hadiri Penyerahan SK Kepala Sekolah

April 17, 2026
Musrenbang RKPD 2027, Tri Adhianto Sebut Perkuat Sinergi Pembangunan Lintas Sektor

Musrenbang RKPD 2027, Tri Adhianto Sebut Perkuat Sinergi Pembangunan Lintas Sektor

April 17, 2026
ADVERTISEMENT
Diberi Waktu Sepekan,  Ini Penjelasan Bahlil  Soal Penataan Izin Tambang di Kawasan Hutan

Diberi Waktu Sepekan, Ini Penjelasan Bahlil  Soal Penataan Izin Tambang di Kawasan Hutan

April 17, 2026
Prabowo Terima Laporan Pembangunan 300 Jembatan dan Renovasi Sekolah Terdampak Bencana dari KSAD

Prabowo Terima Laporan Pembangunan 300 Jembatan dan Renovasi Sekolah Terdampak Bencana dari KSAD

April 17, 2026
Dari Kawasan Perbatasan , Li Claudia Chandra Raih KWP Award 2026

Dari Kawasan Perbatasan , Li Claudia Chandra Raih KWP Award 2026

April 17, 2026
Kepala DKP Papua Barat : Revitalisasi Cold Storage Terkendala Anggaran

Kepala DKP Papua Barat : Revitalisasi Cold Storage Terkendala Anggaran

April 17, 2026
Menteri PPPA Kecam Pelecehan oleh 16 Mahasiswa UI Fakultas Hukum

Menteri PPPA Kecam Pelecehan oleh 16 Mahasiswa UI Fakultas Hukum

April 17, 2026
Kemkomdigi Pastikan Sekolah Rakyat Terhubung Akses Internet dan Aman Digital

Kemkomdigi Pastikan Sekolah Rakyat Terhubung Akses Internet dan Aman Digital

April 17, 2026
MBG Jadi Penggerak Ekonomi, Menko Muhaimin Soroti Peran Kepala Daerah

MBG Jadi Penggerak Ekonomi, Menko Muhaimin Soroti Peran Kepala Daerah

April 17, 2026
KP2MI Pastikan Penanganan Barang Milik PMI Berjalan Transparan dan Akuntabel

KP2MI Pastikan Penanganan Barang Milik PMI Berjalan Transparan dan Akuntabel

April 17, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Jumat, April 17, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Daerah

Pegang Bendera Israel, Miss Indonesia 2025 Asal Papua Dipulangkan

[Daerah]

Juni 29, 2025
in Daerah
0
0
SHARES
1.7k
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT

MANOKWARI, satukanindonesia.com – Merince Kogoya mendadak viral dan jadi sorotan warganet setelah kabar mengejutkan datang dari ajang kecantikan Miss Indonesia 2025.

Finalis asal Papua Pegunungan ini dikabarkan dipulangkan dari kompetisi, karena sebuah isu yang ramai dibicarakan publik.

Lantas, siapa sebenarnya Merince Kogoya? Simak profil, perjalanan karier, hingga penyebab dirinya tersingkir dari kontes bergengsi tersebut.

Merince Kogoya dikenal sebagai wanita cantik asal Papua yang aktif di media sosial.

Ia menggunakan akun Instagram dengan nama @kogoya\_merry dan cukup populer di kalangan netizen, dengan lebih dari 5.000 pengikut.

Dilansir dari Instagram @kogoya\_merry, diketahui bahwa ia adalah alumni dari SMAN 3 Jayapura. Kemudian ia kuliah di Universitas Cendrawasih alias UNCEN.

Tak hanya itu, Merince juga dikenal sebagai pribadi yang berprestasi dan atletis.

Semasa SMA, ia pernah mengikuti berbagai kompetisi, seperti kompetisi Sains Nasional Tingkat Provinsi tahun 2021, aktivitas di bidang olahraga, terutama basket, dan aktif dalam kegiatan sosial dan edukatif.

Kiprahnya ini membuat Merince terpilih sebagai finalis Miss Indonesia 2025 perwakilan Papua Pegunungan.

Namun sayangnya, impian Merince untuk melangkah lebih jauh dalam ajang Miss Indonesia harus pupus.

Ia dipulangkan dari kompetisi setelah viral sebuah jejak digital, dirinya memegang bendera Israel.

Diduga kuat bahwa potret tersebut memicu opini, bahwa ia pro Israel atau pro Zionis, yang memicu kecaman dari netizen, terutama pendukung Palestina.

Merince pun digantikan oleh Karmen Anastasya dalam daftar finalis Miss Indonesia Papua Pegunungan.

“Posisi saya digantikan dengan hitungan menit karena komentar publik yang pro Palestina,” tulis @kogoya\_merry.

 

Menanggapi persoalan tersebut, Maiton Gurik salah satu pegiat Anti-diskriminasi di Papua menilai, pemulangan Marince Kogoya ini adalah bentuk diskriminasi.

“Hanya karena simbol-simbol semu,”kata Gurik melalui telpon seluler, Sabtu (28/06/2025).

Menurutnya, jangankan Miss Merince Kogoya, sang jenius pemenang lomba First Step to nobel Prize in Physics, Septinus George Saa, putra asli Papua yang pernah berhasil menemukan rumus fisika dan ia diberi nama ‘George Saa Formula’, yang berurusan dengan pesawat terbang, aerodinamika, daya angkat hingga efesien berat dalam teknologi pembuatan burung besi saja tidak pernah dianggap dan dipakai sebagai aset anak bangsa yang perlu diberdayakan.

“Jadi, diskriminasi yang dibangun kaum fanatik berkedok agama ini, sesungguhnya satu paket dari sebagian orang Indonesia yang selama ini tidak ingin orang Papua maju dari berbagai bidang,”katanya.

Sudah jelas, lanjut dia, orang Papua yang berprestasi dan jenius, pasti tidak diberdayakan bahkan tidak pernah dianggap.

“Jangan kan itu, orang Papua yang selalu melawan rasis dan protes terhadap eksploitasi sumber daya alam secara ilegal saja ditembak mati secara brutal dan keji,”aku Maiton Gurik.

Tak hanya itu, perlawanan terhadap pelanggaran HAM berat juga tidak pernah diberi ruang demokrasi untuk menyampaikan pikiran dan perasaan. Namun, justru moncong senjata yang selalu di perhadapkan orang Papua diatas tanahnya sendiri.

Dari fenomena buruk ini, kata Gurik, masa depan Papua bersama Indonesia itu tidak pernah ada ruang, panggung dan kesempatan.

“Ada itu pun kecil, dengan pra-bayar dan ada persyaratan-nya. Memang muak dan menjengkelkan perlakuan Negara ini (Indonesia) terhadap orang Papua. Teriak toleransi dan keberagaman bergemuruh tetapi kaum anti-toleransi semakin berjamur. Kampanye tentang perbedaan kuat tetapi kaum anti-perbedaan juga tidak hilang. Itu Indonesia hari ini. Indonesia yang dihuni kaum fanatisme semu,”pungkasnya. [**/GRW]

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: - Merince KogoyaBendera IsraelMiss Indonesia 2025Papua
ShareTweetSend

Related Posts

Pencetus Gagasan Tujuh Wilayah Budaya di Tanah Papua Tutup Usia

Pencetus Gagasan Tujuh Wilayah Budaya di Tanah Papua Tutup Usia

Maret 24, 2026
Krisis Tanah dan Lingkungan, Gereja Mesti Bersikap Tegas

Krisis Tanah dan Lingkungan, Gereja Mesti Bersikap Tegas

Maret 8, 2026
Anggota DPD RI Desak Evaluasi Total Otsus Papua

Anggota DPD RI Desak Evaluasi Total Otsus Papua

Maret 5, 2026

Atasi Kemiskinan, Kepala Daerah di Tanah Papua Diminta Bangkitkan Tata Kelola Pendidikan

Februari 27, 2026

Kementerian ESDM RI Tawarkan 75 Blok Migas, Potensi Terbesar di Wilayah Papua

Juli 9, 2025
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?