
Jakarta, SatukanIndonesia.Com – Perkembangan teknologi yang cukup pesat di era 4.0 saat ini, semua hal diberbagai sektor memiliki persiapan mental dalam menghadapinya. Salah satu sektor yang cukup berpengaruh yaitu sektor ekonomi. Misalnya saja persaingan pelaku usaha, baik usaha kecil maupun usaha menengah pun cukup ketat. Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) berlomba-lomba melakukan digitalisasi usaha. Sehingga banyak sekali persiapan yang harus dihadapi tidak hanya oleh pelaku usaha.
Teknik persuasive, selain untuk meningkatkan kesadaran brand, juga mampu mengoptimalkan fungsi komunikasi organisasi, terutama di era industri 4.0. Persuasif merupakan bentuk komunikasi untuk mempengaruhi dan menyakinkan orang lain. Teknik ini, dianggap sukses jika mampu mempengaruhi keyakinan atau pendapat orang lain, setelah mengajaknya atau menjelaskannya dengan beberapa alasan tertentu.
Para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) perlu diingatkan kembali akan fungsi iklan, karena iklan merupakan setiap bentuk komunikasi non personal mengenai suatu organisasi, produk, pelayanan atau ide yang dibayar oleh sponsor yang diketahui.
Untuk itu Dosen Fakultas Komunikasi dan Bahasa Universitas Bina Sarana Informatika (BSI) dalam program pengabdian masyarakat (PM) melakukan kerjasama dengan Ikatan Pemandu Museum Indonesia (IPMI) untuk melakukan pelatihan foto produk sebagai bagian dari teknik persuasif digital. Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan daya tarik atau minat pengunjung sebagai bagian dari strategi komunikasi anggota IPMI dalam hal sosialisasi, mengadakan pelatihan dengan tema “Teknik Persuasif Digital Dalam Bisnis UMKM Pada Remaja Masjid Raudhatul Huda (RISMADA).” Pelatihan tersebut, dilakukan secara daring, melalui zoom pada Minggu (12/03/2023).
Tuty Mutiah, selaku ketua pelaksana Pengabdian Masyarakat (PM) Univesitas BSI menjelaskan bahwa, teknik persuasif digital, tidak hanya bersifat konvensional. Namun juga berbasis digital. “Dosen Fakultas Komunikasi dan Bahasa Universitas BSI memberikan pelatihan kepada Remaja Masjid Raudhatul Huda tentang teknik persuasif digital, guna meningkatkan kesadaran merek, sehingga dapat memahami apa yang diinginkan oleh pembeli dalam bentuk konten iklan,” ucap Tuty.
Dalam kesempatan tersebut, Tuty Mutiah juga menyampaikan, poin besar terkait permasalahan UMKM yakni membangun lebih baik perubahan kemampuan SDM, sehingga mampu menambahkan nilai ekonomi kepada Remaja Masjid Raudhatul Huda dan dapat memberikan dampak positif.
Dengan terlaksananya kegiatan pengabdian tersebut, yang di ketuai Tuty Mutiah, S. I. Kom, M. M, M. I. Kom dengan anggota Fajar Muharam, S.I.Kom, M.M, M.I.Kom, Andi Setyawan, M.Si, M.I.Kom dan Ken Norton Hutasoit, M.I.Kom serta melibatkan tiga mahasiswa dari Prodi Ilmu Komunikasi dan Penyiaran berharap dapat membantu karyawan dalam menerapkan teknik persuasif dalam marketing kepada Remaja Masjid Raudhatul Huda “Dengan mengikuti pelatihan ini, diharapkan anggota RISMADA yang ada di Alfajri Printing dapat menerapkan teknik persuasif digital untuk meningkatkan kesadaran merek,” tutup Tuty.(***)













