
Jakarta, SatukanIndonesia.com – Jenderal Polisi Tan Sri Abdul Hamid Bado mengungkapkan bahwa Pelaku utama di balik video pelecehan Indonesia diyakini adalah seorang warga Indonesia sendiri. Ia juga mengatakan rekaman tersebut tidak dibuat di Malaysia.
Dilansir dari Bernama, polisi mendapat informasi ini setelah memeriksa seorang tenaga kerja Indonesia (TKI) berusia 40-an tahun di Sabah. Ia juga merupakan salah satu tersangka dalam kasus ini.
“Tersangka ditangkap di Sabah pada Senin (28/12/2020) dan Kepolisian Kerajaan Malaysia (PDRM) telah memperoleh petunjuk baru dalam penyelidikan kami. PDRM mendapat petunjuk baru bahwa pelakunya berasal dari sana (Indonesia). Tersangka sedang dalam pemeriksaan lebih lanjut untuk menentukan siapa yang menyunting video itu,” terangnya.
Menurut Abdul Hamid, polisi Malaysia telah membagikan informasi ini dengan rekan mereka di Indonesia. Tersangka utama pun diharapkan bisa segera terungkap.
“Dalam kasus ini, seorang oknum yang jahat dan tidak bertanggung jawab dengan motif yang buruk telah menodai lagu kebangsaan Indonesia Raya. Pelecehan ini memicu kemarahan masyarakat Indonesia dan saya dapat meyakinkan Anda bahwa Departemen Investigasi Kriminal telah bertindak dengan membentuk dan menerbangkan tim khusus ke Sabah kemarin untuk melacak para pelaku,” tambahnya.
Abdul Hamid juga menegaskan bahwa keterlibatan dalam setiap tindakan yang merendahkan negara mana pun merupakan pelanggaran serius.
“Insyaallah, tersangka (pelaku utama) akan kami bawa ke pengadilan begitu ia ditangkap. Saya ingin mengingatkan warga Malaysia untuk menjauhi kegiatan tercela yang melukai perasaan warga negara tetangga kita Indonesia,” pesannya.
Video yang diunggah di kolom komentar akun YouTube My Asean 2 pekan lalu ini memuat lirik pelesetan Indonesia Raya yang menghina Indonesia. Video itu telah dihapus, tetapi telanjur tersebar di berbagai aplikasi dan media sosial lain di Indonesia. (*)













