
Jakarta, SatukanIndonesia.com – Satgas Tinombala bersama dengan Densus 88 masih mengejar kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora. Sebelumnya, anggota kelompok ini membunuh satu keluarga di Sigi, Sulawesi Tengah.
Karopenmas Div Humas Polri, Brigjen Awi Setiyono, menjelaskan dugaan kuat mereka melakukan hal keji itu karena mulai habisnya perbekalan atau cadangan makanan.
“Bagaimana kondisinya di lapangan tentunya tadi, karena memang dia bergerak terus. Sementara sebenarnya kan istilahnya, istilah kami itu kan mereka sudah terdesak karena kehabisan bekal,” kata Awi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (2/12/2020).
“Sehingga yang terjadi dia meneror masyarakat meminta makan dan terakhir akhirnya mencuri atau merampok dengan kekerasan termasuk melakukan penganiayaan dan pembunuhan kemudian ujung-ujungnya ngambil beras, dan ini dilaksanakannya demikian naik-turun naik-turun gunung itu,” sambungnya.
Awi menambahkan, meminta makanan kepada masyarakat menjadi salah satu cara mereka untuk bertahan hidup di hutan. Jika ada masyarakat yang tak menuruti permintaan, di situlah peluang terjadinya kekerasan.
“Ini kan masih proses pengejaran dan ini dia di dalam hutan, sementara yang kita ketahui bersama bahwasanya mereka untuk bertahan hidup itu dengan tadi turun ke desa, ke kampung meminta makanan. Selama ini beberapa yang hasil penyelidikan yang dikasih, dalam artian dalam tekanan mereka kasih tidak dianiaya. Namun karena mereka ada perlawanan tidak diberi sehingga yang terjadi demikian,” jelasnya.
Kondisi ini menjadi bahan evaluasi Satgas Tinombala dan pasukan lainnya untuk menentukan langkah yang diambil.
“Ini menjadi bahan mereka untuk mengambil langkah-langkah dalam melakukan pengejaran,” ujarnya.
Tak lupa, Awi juga berharap kerja sama masyarakat untuk membantu petugas menemukan kelompok ini.
“Ini yang tentunya menjadi penguatan di sana, kita sama-sama bisa membantu baik itu TNI maupun Polri yang melakukan pengejaran, berikan informasi sebanyak-banyaknya terhadap mereka. Sehingga kita bisa mempersempit pergerakan, karena ini wilayahnya luas dalam hutan,” ungkapnya. (ms)













