• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Presiden Afghanistan Tolak Bebaskan 5.000 Tahanan Sesuai Perjanjian Damai AS-Taliban

Presiden Afghanistan Tolak Bebaskan 5.000 Tahanan Sesuai Perjanjian Damai AS-Taliban

Oktober 6, 2020
Ribuan Santri Peringati Hari Santri 2026 di Tebuireng, Resolusi Jihad Kembali Digaungkan

Ribuan Santri Peringati Hari Santri 2026 di Tebuireng, Resolusi Jihad Kembali Digaungkan

Oktober 22, 2026
Singgah di Honiara, KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 Lakukan Rangkaian Kegiatan Kemanusiaan

Singgah di Honiara, KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 Lakukan Rangkaian Kegiatan Kemanusiaan

Oktober 22, 2026
ADVERTISEMENT
Penyandang Disabilitas Diduga di Aniaya dalam Penyisiran di Tolikara

Penyandang Disabilitas Diduga di Aniaya dalam Penyisiran di Tolikara

Oktober 22, 2026
Presiden Indonesia Dorong Pesantren Jadi Pilar Pembangunan Bangsa

Presiden Indonesia Dorong Pesantren Jadi Pilar Pembangunan Bangsa

Oktober 22, 2026
Usai dari PNG, Menlu Australia kunjungi Indonesia

Usai dari PNG, Menlu Australia kunjungi Indonesia

Oktober 22, 2026
Apresiasi KI Sumut Award 2026, Wakil Ketua KI Pusat Hafidhah Farwa Ingatkan Hak Masyarakat atas Informasi

Apresiasi KI Sumut Award 2026, Wakil Ketua KI Pusat Hafidhah Farwa Ingatkan Hak Masyarakat atas Informasi

Oktober 22, 2026
Prabowo Beri Peringatan Keras untuk Pemegang Konsesi Tambang di Indonesia

Prabowo Beri Peringatan Keras untuk Pemegang Konsesi Tambang di Indonesia

Oktober 22, 2026
25 Juta Rekening Warga Siap Dibuka, Presiden Prabowo Siapkan Rp1,28 Triliun

25 Juta Rekening Warga Siap Dibuka, Presiden Prabowo Siapkan Rp1,28 Triliun

Oktober 22, 2026
Senator Filep Wamafma Soroti Sejumlah Persoalan Pendidikan di Papua Barat

Senator Filep Wamafma Soroti Sejumlah Persoalan Pendidikan di Papua Barat

Oktober 22, 2026
Fondasi Kelembagaan HAM Menguat di Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Fondasi Kelembagaan HAM Menguat di Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Oktober 22, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Jumat, Oktober 23, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Internasional

Presiden Afghanistan Tolak Bebaskan 5.000 Tahanan Sesuai Perjanjian Damai AS-Taliban

[Internasional]

Oktober 6, 2020
in Internasional
0
0
SHARES
34
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
Presiden Afghanistan Ashraf Ghani berbicara di konferensi pers di Kabul, Afghanistan, Minggu (1/3/2020).

Jakarta, SatukanIndonesia.com – Presiden Afghanistan Ashraf Ghani tolak pembebasan 5.000 tahanan Taliban sebagai syarat terjalinnya perundingan intra-Afghanistan. Pernyataan ini diungkapkan presiden yang menjabat sejak 29 September 2014 itu, pada Minggu (1/3/2020) seperti dilansir dari Reuters.

“Pemerintah Afghanistan telah memutuskan untuk menolak pembebasan 5.000 tawanan Taliban,” ucap Ghani pada wartawan di Kabul, sehari setelah perjanjian damai ditandatangani di Doha, Qatar.

Dalam perjanjian damai Amerika Serikat (AS) dengan Taliban, tercantum Sebanyak 5.000 tahanan perang dan politik Taliban dan 10 ribu tahanan lainnya akan dilepas AS mulai 10 Maret 2020.

Hari itu adalah waktu negosiasi intra-Afghanistan digelar. Pihak-pihak terkait harus menunaikan kewajiban ini dalam tiga bulan.

AS sudah berkomitmen untuk melakukannya, dan Taliban juga berkomitmen tahanan yang dibebaskan tidak akan melancarkan serangan ke AS, sekutu, serta koalisi.

Namun Ghani menolaknya, dengan alasan pembebasan tawanan Taliban bukan wewenang AS.

“Bukan wewenang AS untuk memutuskan, mereka hanya fasilitator,” kata presiden Afghanistan ke-13 itu.

Perjanjian damai pada Sabtu kemarin ditandatangani oleh Mullah Abdul Ghani Baradar selaku pemimpin Taliban, dan Zalmay Khalilzad yang merupakan utusan AS.

Kesepakatan bersejarah ini juga disaksikan langsung oleh Sekretaris Negara AS, Mike Pompeo.

Setelah seremoni selesai, Baradar bertemu dengan para Menteri Luar Negeri dari Norwegia, Turki, dan Uzbekistan di Doha. Turut hadir pula diplomat dari Rusia, Indonesia, dan negara-negara tetangga.

ADVERTISEMENT

“Para pejabat yang bertemu Mullah Baradar menyatakan komitemen mereka terhadap rekonstruksi dan pembangunan Afghanistan… Perjanjian AS- Taliban sangat bersejarah,” kata juru bicara Taliban, Zabiullah Mujahid, dikutip dari Reuters.

Presiden AS Donald Trump juga berencana akan bertemu dengan pemimpin Taliban dalam waktu dekat. Namun para pembantu Presiden Ghani mengatakan langkah Trump untuk bertemu Taliban akan menimbulkan risiko tersendiri bagi pemerintah, ketika penarikan pasukan AS sudah terjadi.

Berdasarkan perjanjian damai AS-Taliban, Washington DC akan mengurangi jumlah pasukannya di Afghanistan menjadi 8.600 personel dari yang sebelumnya 13.000 personel.

Penarikan pasukan ini dilakukan bertahap selama 135 hari atau 4,5 bulan. Jumlah ini termasuk sekutu dan pasukan koalisi.

Baik AS, sekutu, dan koalisi akan menarik mundur pasukannya dari lima basis militer. Kemudian di 9,5 bulan sisanya, pihak AS, sekutu, dan koalisi menyelesaikan penarikan mundur semua pasukannya, dari basis-basis militer yang tersisa.(*)

Komentar Facebook

Tags: 5.000 tawanan TalibanAfghanistanInternasionalInvasi AS ke AfghanistanTaliban
ShareTweetSend

Related Posts

“LAUT MENGHUBUNGKAN ANTAR BANGSA”, LATIHAN NON PERANG SKALA INTERNASIONAL SEGERA DIGELAR TNI AL

“LAUT MENGHUBUNGKAN ANTAR BANGSA”, LATIHAN NON PERANG SKALA INTERNASIONAL SEGERA DIGELAR TNI AL

Mei 31, 2024
Dubes Palestina Buka Suara Soal Pro-Kontra Timnas Israel di Piala Dunia U-20 Indonesia

Dubes Palestina Buka Suara Soal Pro-Kontra Timnas Israel di Piala Dunia U-20 Indonesia

Maret 16, 2023
Afghanistan Hadapi Ancaman Kekeringan dan Kelaparan

Afghanistan Hadapi Ancaman Kekeringan dan Kelaparan

September 16, 2021

Pernyataan Kontroversial Menlu AS, Sebut Taliban Pemerintah De Facto Afghanistan

September 14, 2021

Indonesia Beri Bantuan Rp 42,7 Miliar untuk Kemanusiaan dan Pembangunan Kembali Afghanistan

September 14, 2021
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?