
Batam, satukanindonesia.com – Hal ini disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto seusai menjenguk menjenguk masyarakat dan polisi yang tengah dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat 1 R. Said Sukanto, Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Senin (01/08).
Dalam konferensi persnya, ia menekankan tidak akan mundur menghadapi perlawanan karena yakin rakyat selalu mendukung langkahnya.
“Saya tidak ragu-ragu membela rakyat. Saya akan hadapi mafia-mafia yang sekuat apapun saya hadapi atas nama rakyat. Saya bertekad memberantas korupsi. Sekuat apapun mereka. Demi Allah, saya tidak akan mundur setapak pun. Saya yakin rakyat bersama saya,” pungkas Presiden Prabowo.
Atas pernyataan tersebut, pemilik Hotel Purajaya Megat Rury Afriansyah mengapreasiasi sikap presiden dalam melawan tindakan – tindakan yang dilakukan oleh para mafia. Menurutnya, pernyataan presiden merupakan angin segar buat kami korban mafia lahan di Kota Batam.
“Pertama, kami apresiasi sikap Bapak Presiden Prabowo Subianto yang dengan terang dan tegas untuk menindak tegas para mafia dan koruptor. Kedua, jiwa patriot dan pemberani bapak presiden wajib dijadikan suatu panutan dalam menegakan keadilan di bumi Kepri yang kita cintai bersama ini,” ucap Rury Afriansyah yang juga sebagai korban atas tindakan mafia lahan.
Untuk diketahui, Hotel Purajaya di Batam, milik keluarga Megat Rury Afriansyah, berdiri sejak 1987 sebagai ikon pariwisata dan simbol marwah Melayu.
Bangunan itu diratakan atas perintah Direktur PT Pasifik Estatindo Perkasa (PEP), Jenni, dan Komisaris Utama PT PEP Bobie Jayanto, yang dimana kelompok ini dipimpin oleh Asri alias Akim Pasifik Group. Direktur Jenni mengeluarkan Surat Perintah Kerja Nomor PEP-002/VI.223 pada 14 Juni 2023 kepada PT Lamro Martua Sejati (LMS)
Dirobohkan tanpa surat pengadilan (surat putusan dan surat eksekusi). Aparat hadir, tapi hanya menonton. Pemilk Hotel Purajaya mengalami kerugian yang ditaksir Rp922 miliar.
Melalui pernyataan bapak presiden, pihaknya akan membuat gerakan jauh lehih masif dikarenakan dukungan langsung bapak presiden. Dengan harapan, tindakan ke depan dapat menjadi atensi bapak presiden khususnya di Kota Batam terkait mafia lahan.
“Kalau saudara Akim dan Bobie Jayanto bertindak atas nama konsorsium yang jelas – jelas melanggar norma hukum dengan di back up taipan – taipan yang tidak bertanggung jawab. Nah, sekarang kita di back up oleh bapak presiden langsung,” kata Rury Afriansyah.
Menurut pemilik Hotel Purajaya itu, dukungan buat pihaknya sebagai pencari keadilan sudah mutlak siapa di belakang mereka. Bukan karena partai, tapi pimpinan tertinggi di Republik ini.
“Contohnya, Ahmad Sahroni saja, selaku Bendahara Umum Partai NasDem dipecat dari DPR RI, apalagi petinggi – petinggi partai yang ada di daerah kalau tidak pro rakyat, tentu hal ini menjadi barometer untuk kita bersama berpikir secara akal sehat. Kita harus balik ke akar bangsa Indonesia yang sesungguhnya,” tegasnya mengakhiri.(Red/HAG)












