
Jakarta, SatukanIndonesia.com – Pembelian 165 ribu laptop senilai Rp700 miliar merek Zyrex yang dipesan oleh Kemendikbudristek menarik banyak perhatian.
Kemendikbudristek sendiri membeli laptop tersebut untuk mendukung program Digitalisasi Sekolah dan akkan dibagikan ke sekolah sebelum Desember 2021.
Laptop merek dalam negeri itu memiliki RAM 4 GB dan hard drive (HD) 32 GB.
Corporate Secretary Zyrex, Evan Jordan, mengatakan laptop yang dipesan Kemendikbudristek telah memenuhi spesifikasi minimum yang tertuang dalam Peraturan Mendikbud RI No. 5 Tahun 2021 Tentang Petunjuk Operasional DAK Fisik Bidang Pendidikan Tahun Anggaran 2021 Pengadaan Peralatan Teknologi, Informasi, dan Komunikasi dan Media Pendidikan.
Baca Juga: Kemendikbudristek Beli 165 Ribu Laptop Zyrex Senilai Rp700 M, Untuk Apa?
Dalam dokumen Peraturan Mendikbud itu spesifikasi yang diminta adalah berikut ini:
a. tipe prosesor core: 2, frekuensi: > 1,1 GHz, Cache: 1 M;
b. memori standar terpasang: 4 GB DDR4;
c. harddrive:32GB;
d. USB port: dilengkapi dengan USB 3.0;
e. networking:WLANadapter(IEEE802.11ac/b/g/n);
f. tipe grafis: High Definition (HD) integrated;
g. audio: integrated;
h. monitor :11 inch LED;
i. daya/power: maksimum 50 watt;
j. operating system: chrome OS;
k. device management: ready to activated chrome education upgrade (harus diaktivasi setelah penyedia ditetapkan menjadi pemenang);
l. masa Garansi: 1 tahun.
Evan mengatakan spesifikasi yang ada dalam peraturan itu bersifat umum dan berlaku bagi siapa pun produsen yang mau menawarkan produknya di e-catalog Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa (LKPP). Setiap produsen termasuk Zyrex, bisa menawarkan dengan spesifikasi yang lebih tinggi dari itu.
“Itu merupakan spesifikasi minimum yang Mendikbud tetapkan. Namun, saat kita menawarkan ke pemerintah, kita diperbolehkan untuk menawarkan dengan spesifikasi yang lebih baik. Mengenai spesifikasi detailnya bisa lihat di situs web e-katalog,” ujar Evan dilansir dari kumparan, Jumat (30/7/2021).
Bila dilihat di e-catalog LKPP, Zyrex menawarkan berbagai tipe laptop, mulai dari harga Rp 4 jutaan hingga Rp 10 juta.
Hanya saja, Evan tak merinci laptop Zyrex mana yang dipesan Kemendikbud. Sebab, hal itu tergantung dari kebutuhan kementerian tersebut. Dengan begitu, spesifikasi laptopnya bisa bermacam-macam sesuai dengan kriteria yang dipatok Kemendikbud.
“Tetapi kalau produk yang kami tawarkan belum memenuhi kriteria, saya rasa merek-merek lain pasti ada yang dapat memenuhinya,” imbuhnya.
Baca Juga: Kemendikbudristek Anggarkan Dana Jorjoran Untuk Beli Laptop, Bagaimana Spesifikasinya?
Kemendikbud Tepis Harga Laptop Rp 10 Juta
Terkait soal kabar harga laptop untuk pelajar itu mencapai Rp 10 juta per unit, Evan mengatakan hal itu sudah dijelaskan oleh pihak Kemendikbud.
Kabiro Perencanaan Kemendikbudristek, Samsuri, mengatakan pengadaan laptop tersebut dilakukan melalui e-catalog, bukan tender.
Samsusi menepis soal harga Rp 10 juta untuk per unit laptop yang dibeli. Menurutnya, Kementerian tak pernah mematok harga di awal. Yang dicari adalah kesesuaian produk dengan spesifikasi yang dibutuhkan.
“Harganya tidak dipatok, harga sesuai dengan ditawarkan oleh masing-masing provider melalui e-catalog. Proses nego terbuka di situ,” ujar Samsuri dilansir dari kumparan, Kamis (29/7/2021).
Selain itu, ia menegaskan tidak hanya laptop saja yang dibeli untuk mendukung program Digitaliasi Sekolah. Ada peralatan pendukung seperti scanner, wireless router, dan printer.
Proyek belanja peranti Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk mendukung Digitalisasi Pendidikan ini memiliki anggaran total Rp 17 triliun hingga 2024. Program ini juga bertujuan untuk mendorong produk TIK buatan dalam negeri. (FA/SI).













