
SatukanIndonesia.com – Mantan Wakil Ketua Dewan Pers periode 2007-2010 Sabam Leo Batubara meninggal dunia di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Jakarta Pusat, Rabu (29/08).
“Baru saja mendengar kabar duka, Bapak Leo Batubara, mantan anggota Dewan Pers meninggal Rabu, 29 Agustus 2018, pukul 16.30 WIB,” kata Anggota Dewan pers Nezar Patria melalui pesan singkat.
Kata Nezar, saat ini jenazah masih berada di Instalasi Gawat Darurat RSPAD. Nezar menceritakan berdasarkan penuturan staf Dewan Pers, Leo sempat bekerja dan datang ke kantor Dewan Pers hari ini. Penyebab kematian Leo disebabkan karena dia terjatuh di ruangan.
“Sekitar pukul 15.30 WIB, pak Leo dari kamar mandi mau ke ruangan, kemudian terpeleset jatuh, dan kepalanya terbentur dan terluka,” katanya.
Nezar mengucapkan duka mendalam atas kepergian Leo Batubara. “Kita kehilangan sosok yang peduli dan cinta dengan kemerdekaan pers. Doa dan hormat mendalam kepada almarhum,” kata Nezar.

Pada tahun 1999, Leo ikut aktif terlibat dalam perumusan UU No. 40/1999 tentang Pers. Semasa hidup, Leo pernah menjadi Pemimpin Perusahaan harian Suara Karya pada tahun 1999 sampai 2005.
Kumpulan tulisan Leo pernah dimuat dalam buku berjudul Menegakkan Kemerdekaan Pers yang diterbitkan Dewan Pers tahun 2007.
Leo Batubara sempat menyampaikan pesan untuk Dewan Pers. Pesan tersebut dilontarkan Leo saat mendampingi Ketua Dewan Pers Yosef Adi Prasetyo menerima audiensi Pengurung Asosiasi Media Siber Indonesia di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Senin (27/8/2018).
Dalam pertemuan itu, Leo Batubara menyambut baik niat AMSI menjadi konstituen Dewan Pers. Leo yang bersuara lantang ini berpesan, anggota Dewan Pers mendatang harus mereka yang sudah selesai dengan dirinya sendiri dan punya waktu mengurus Dewan Pers.
“Jangan yang muda-muda dan sibuk-sibuk,” katanya. (*)













