
Kabupaten Toba, SatukanIndonesia.Com – Didorong kepekaan dan rasa kepedulian bagi masa depan generasi muda, dan sebagai bentuk keprihatinan akan penyakit sosial, terkhusus di Kabupaten Toba, Ketua TP PKK Kabupaten Toba, Rita Marlina Sitinjak bersama pengurus TP PKK Kabupaten Toba, terpanggil melakukan upaya pencegahan dini, dengan menginisiasi acara sosialisasi Bahaya Narkoba dan HIV AIDS di Balai Desa Balige II, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba, Provinsi Sumatera Utara, pada Kamis, pagi, (06/04).
Diawal sambutan, Ketua TP. PKK Kabupaten Toba, menyatakan bahaya laten narkotika dan obat-obat terlarang (narkoba), sangat merugikan semua orang, secara khusus anak-anak sebagai generasi muda.
“Bahaya laten narkoba, sudah sangat meresahkan kita, terkhusus di Kabupaten Toba, dan menjadi perhatian seksama. Kita harus mengupayakan, dan dimulai saat ini, agar anak- anak kita, sebagai generasi emas di masa depan, terhindar dari Narkoba. Dan dampak umumnya, jika tidak baik penanganannya, akan berakibat negatif bagi tatanan kehidupan berbangsa, serta nilai-nilai luhur budaya bangsa Indonesia, yang dapat merontokkan ketahanan Nasional kita,” ujar Rita, dihadapan peserta sosialisasi.
Lebih lanjut, terkait institusi yang paling bertanggung- jawab dalam melakukan pencegahan dan penindakan, Ketua TP PKK Rita Marlina Sitinjak, menuturkan, bahwa tidak hanya dibebankan dan menjadi tugas pihak Kepolisian saja, melainkan disampaikan menjadi tanggung jawab kita bersama, terlebih pada action pencegahannya (preventif, red).
“Tugas ini jangan hanya kita bebankan kepada Polisi saja, terlebih pencegahan harus “tanggung- renteng”, kita semua, termasuk pada kesempatan yang hadir pada saat ini. Baik sebagai peran orangtua, guru, pemuka agama, pegawai, maupun kita sebagai masyarakat. Jika kita peduli dan secara bersama, Saya yakin, angka penyalahgunaan narkoba, peredaran narkoba, minimal dapat kita tekan, dan berharap Zero Narkoba, di Toba,” tegasnya.
Masih menyikapi penyakit- penyakit sosial yang terjadi masyarakat, khususnya di Toba, Rita juga mengingatkan, bahwa penularan HIV/ AIDS, tidak hanya melalui hubungan seks bebas saja, atau dengan potensi ‘pengantar’ lainnya, akan tetapi, ia juga sampaikan, bahwa melalui jarum suntik yang sebelumnya telah digunakan penderita HIV ataupun ODHA, dan dipergunakan secara bergantian, hal itu menjadi potensi positif terkena penularan HIV/ AIDS.
“Jarum suntik narkoba yang digunakan sebelumnya oleh penderita HIV ataupun ODHA (Orang Dengan HIV AIDS), jika digunakan bergantian maka potensi tertular sudah cenderung positif. Untuk itu, hindari lah, katakan No bagi Narkoba. Dan didalam tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang sehat pula,” jelasnya.
“Klo bukan sekarang, kapan lagi, klo bukan kita, siapa lagi, mari kita katakan perang bagi narkoba, agar generasi emas kita terhindar dari Narkoba,” jelasnya.
Sesaat mengakhiri sambutan, dan secara resmi membuka acara sosialisasi, Rita juga tak luput menyampaikan, bahwa program sosialisasi yang digelar pihaknya, “Merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat, sebagai Upaya Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K), terkhusus dimulai dari pengembangan desa binaan,” pungkasnya.
Sosialisasi ini diikuti oleh 50 orang siswa, masing-masing tingkatan, SD, SMP, SMA, pengurus TP PKK Desa Balige II Kec Balige, bahkan masyarakat setempat yang berkesempatan hadir, yang menghadirkan Narasumber dari pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Toba, oleh Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Mangapul Pardede, MKM.
Diketahui, bahwa Pembinaan yang dilakukan oleh TP PKK Kabupaten Toba juga melibatkan Perangkat Daerah Kab Toba, diantaranya Dinas PMDPPA, Dinas Kesehatan, DInas Pertanian, Dinas Perindagkop, Dinas Kominfo, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Sosial dan unit kerja lainnya.
Selain dihadiri langsung oleh Ketua TP PKK Kabupaten, Ny. Rita Marlina Poltak Sitorus, yang juga selaku istri Bupati Toba, acara sosialisasi juga dihadiri Kadis PMDPPA Toba Henry Silalahi, Kadis Kominfo Toba, Sesmond Butarbutar, M. Si, Pengurus TP PKK Kabupaten, Kepala Desa Balige II, selaku tuan rumah pelaksanaan, para BPD (Badan Permusyawaratan Desa) Desa Balige II, dan para perangkat Desa Balige II. (GH/Redaksi)













