
Surabaya, satukanindonesia.com – Di tengah ancaman anarkhisme yang mengikuti beberapa demonstrasi yang digelar akhir-akhir ini, Sekretaris DPRD Jawa Timur, M. Ali Kuncoro menerapkan sinergi multi pihak. Beberapa pihak terlibat dalam pengamanan kantor yang terletak di Jalan Indrapura Surabaya tersebut. Bersyukur sampai hari ini aman. Tapi kita tetap waspada,” Demikian pernyataan Ali Kuncoro kepada satukanindonesia melalui ponselnya (2/9).
“Gedung DPRD Jatim ini merupakan aset pemerintah sekaligus pusat kegiatan wakil rakyat. Di sini keputusan dan aspirasi masyarakat Jawa Timur dibahas dan diputuskan menjadi sebuah kebijakan. Jadi secara sadar bukan hanya kami tapi beberapa elemen masyarakat juga terlibat dalam pengamanan yang dilakukan, “ ungkap Ali Kuncoro yang pernah menjabat sebagai Kadispora Jatim ini.
“Sejak beberapa hari ini masyarakat secara sukarela turut bergabung menjaga gedung DPRD Jatim. Mereka mengambil inisiatif untuk melakukan hal tersebut. Ini bentuk partisipasi yang luar biasa. Saya secara pribadi dan kelembagaan sangat mengapresiasi hal ini,” ungkap Ali Kuncoro dengan sorot mata haru.
Berdasarkan informasi yang dihimpun satukanindonesia.com terdapat beberapa elemen masyarakat yang bergabung menjaga keamanan gedung DPRD Jatim. Diantaranya Masyarakat Madura Asli (Madas) dan Aliansi Madura Indonesia (AMI).
“Benar, selain sedulur warga Surabaya di sekitarnya, rekan-rekan Madas dan AMI turut terlibat secara aktif menjaga gedung DPRD terutama di hari-hari genting Sabtu dan Minggu. Mereka bergabung dengan bapak-bapak TNI dan juga petugas keaman DPRD Jatim menjaga Indrapura (kantor DPRD Jatim -red).
“Saya prihatin dengan kondisi saat ini, kita jaga Bersama kantor pemerintahan agar baik-baik saja, kalau rusak perekonomian akan lumpuh. Menyampaikan aspirasi adalah hak kita bersama tapi kalau sampai merusak kan tidak baik, “ ungkap Slamet warga Surabaya Utara yang turut menjaga DPRD Jatim.
Menanggapi hal tersebut Ali Kuncoro menyatakan, “Saya sebagai Sekretaris DPRD Jatim berterima kasih dan sangat mengapresiasi apa yang dilakukan kawan-kawan. Kita memang harus menjaga gedung tempat kita menyalurkan aspirasi. Tapi saya berpesan tetap jaga keamanan dan keselamatan masing-masing.”
Pada bagian lain terkait dengan sikap menghadapi pendemo yang hadir mantan Kabiro Adminpim Pemprov Jatim ini mengatakan, “Hati-hati dengan provokator. Kalau bertemu dengan pendemo jangan sampai kita dibenturkan, karena siapapun mereka adalah saudara kita juga.”
Sabtu lalu.
Dalam perkembangannya, melalui akun istagram pribadinya @makuncoro terlihat ia bersama Pangdam V Brawijaya Mayjen. Rudi Saladin Sembari menulis, “Kolaborasi antara legislatif dan TNI menjadi benteng dalam memastikan Jawa Timur tetap aman, damai serta kondusif demi terwujudnya demokrasi dan pembangunan berkelanjutan.” (Yosua)













