
Jakarta, satukanindonesia.com – Dalam rangka memperingati setahun kinerja Presiden Prabowo Subianto, mahasiswa dari Badan Eksekutif mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) menggelar aksi damai bertajuk Rapat Dengar Pendapat Warga (RDPW) di depan Gedung DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, dilansir dari Disway.id, Senin 6 Oktober 2025.
Aksi ini menjadi simbol perlawanan intelektual terhadap lemahnya respons pemerintah terhadap kritik dan aspirasi rakyat, serta tuntutan untuk membuka ruang dialog yang lebih jujur dan transparan antara penguasa dan masyarakat.
Undang Presiden hingga Ketua Partai, Tak Satupun Hadir
Dalam forum dialog terbuka ini, mahasiswa UI secara resmi mengundang Presiden dan Wakil Presiden, pimpinan DPR RI, Panglima TNI, Kapolri, hingga ketua umum partai politik untuk berdiskusi langsung dengan rakyat.
Mahasiswa Sampaikan Tiga Tuntutan Utama
Melalui aksi damai RDPW ini, mahasiswa UI menyampaikan tiga tuntutan utama kepada pemerintah dan aparat negara:
• Bebaskan seluruh rekan mahasiswa yang masih ditahan serta hentikan kriminalisasi terhadap peserta aksi.
• Hentikan tindakan represif dan intimidatif yang dilakukan oleh aparat keamanan terhadap massa aksi damai.
• Tindaklanjuti aspirasi rakyat secara serius oleh seluruh lembaga negara tanpa mengabaikan suara publik.
Wakil Kepala Departemen Aksi dan Propaganda BEM UI, Bima Surya, menegaskan bahwa perjuangan mahasiswa akan terus berlanjut selama tuntutan rakyat belum direspons secara nyata.
“Kami akan terus bersuara dan turun ke jalan jika suara rakyat terus diabaikan,” ujar Bima.
Dengan terus menggalang aksi damai, mahasiswa berharap pemerintah tidak hanya mendengarkan, tetapi juga mengambil langkah nyata menanggapi keresahan masyarakat, terutama di momentum penting seperti setahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.(***)













