ADVERTISEMENT

Jakarta, SatukanIndonesia.Com -Presiden Jokowi melakukan reshuffle kabinet dengan melantik Zulkifli Hasan sebagai Menteri Perdagangan dan Hadi Tjahjanto sebagai Menteri ATR/Kepala BPN. Selain itu, Jokowi juga melantik Wamenaker Afriansyah Noor, Wamen ATR Raja Juli Antoni dan Wamendagri John Wempi dalam reshuffle jilid VIII ini.
Ketum NasDem Surya Paloh mengatakan kemungkinan Jokowi tak akan melakukan reshuffle lagi. Menurut dia, jika reshuffle kembali dilakukan, akan merusak negara.
“Enggak, enggak ada (reshuffle lagi). Enggak ada, mana, kalau ada reshuffle lagi, sudah rusak semuanya,” kata Paloh di sela apel NasDem di GBK, Senayan, Rabu (15/6).
Paloh pun menuturkan penunjukan Zulkifli Hasan dan Hadi Tjahjanto sebagai menteri baru merupakan hak Jokowi sepenuhnya. Dia menuturkan hanya Jokowi yang bisa menilai apakah keduanya layak atau tidak.
Ia enggan mengomentari apakah penunjukan tersebut sudah tepat.
“Pertanyaan itu yang paling bisa menjawabnya adalah presiden yang mempunyai hak prerogatif. Karena apa pun, layak, tidak, layak, tidak terlepas dari subjektivitas di samping objektivitas itu sendiri,” ucap dia.
Lebih lanjut, ia berpesan kepada Zulhas dan Hadi agar mampu bekerja sebaik mungkin. Sebab, kata dia, Indonesia menghadapi tantangan agar tak menjadi negara yang gagal.
“Kerja lebih baik, harapan rakyat begitu banyak begitu tinggi,” ucapnya.
“Dan kita katakan sekali lagi, untuk tidak masuk kepada ancaman seperti yang disebutkan IMF maupun World Bank menjadi negara gagal atau failed state,” tandas Paloh. (Kumparan)













