• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Tokoh Intelektual Papua Angkat Bicara Soal Kehadiran DOB

Tokoh Intelektual Papua Angkat Bicara Soal Kehadiran DOB

Mei 17, 2023
Indonesia Mendapat Tambahan Investasi Rp715 Triliun dari Freeport

Indonesia Mendapat Tambahan Investasi Rp715 Triliun dari Freeport

Oktober 6, 2026
Saksikan Penyerahan Rp 13,2 Triliun, Presiden Prabowo Ngaku Disogok

Saksikan Penyerahan Rp 13,2 Triliun, Presiden Prabowo Ngaku Disogok

Oktober 6, 2026
ADVERTISEMENT
PM Kepulauan Solomon Serukan Investasikan Uang Anda pada Alam

PM Kepulauan Solomon Serukan Investasikan Uang Anda pada Alam

Oktober 6, 2026
Mendagri Tito Tinjau Perbatasan Kaltara, DPRD Sebut Persoalan Pembangunan Mulai Diperhatikan Pusat

Mendagri Tito Tinjau Perbatasan Kaltara, DPRD Sebut Persoalan Pembangunan Mulai Diperhatikan Pusat

Oktober 6, 2026
DPR Menyetujui RUU Satu Data Indonesia Menjadi Undang-Undang 

DPR Menyetujui RUU Satu Data Indonesia Menjadi Undang-Undang 

Oktober 6, 2026
KPK Dorong Perbaikan Ekosistem Pendidikan Jelang Penilaian Integritas 2028

KPK Dorong Perbaikan Ekosistem Pendidikan Jelang Penilaian Integritas 2028

Oktober 6, 2026
Presiden Prabowo Ingatkan Adanya Ancaman Terhadap Kedaulatan Indonesia

Presiden Prabowo Ingatkan Adanya Ancaman Terhadap Kedaulatan Indonesia

Oktober 6, 2026
Panja RUU Pemilu Gelar Rapat saat Reses, Targetkan Rampung Awal 2027

Panja RUU Pemilu Gelar Rapat saat Reses, Targetkan Rampung Awal 2027

Oktober 6, 2026
Presiden FIFA Temui Prabowo di Istana Negara

Presiden FIFA Temui Prabowo di Istana Negara

Oktober 6, 2026
Prediksi BMKG: Awan Tebal Selimuti Sebagian Besar Jakarta, Hujan Ringan Turun Sore Hari

Prediksi BMKG: Awan Tebal Selimuti Sebagian Besar Jakarta, Hujan Ringan Turun Sore Hari

Oktober 6, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Rabu, Oktober 7, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Daerah

Tokoh Intelektual Papua Angkat Bicara Soal Kehadiran DOB

[Daerah]

Mei 17, 2023
in Daerah, News
0
0
SHARES
993
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT

MANOKWARI, SatukanIndonesia.Com – Drs. Arius Mofu, M.Pd, salah satu tokoh intelektual Papua angkat bicara mengenai kehadiran Daerah Otonomi Baru (DOB) di tanah Papua.

Menurutnya, pemekaran DOB merupakan upayakan Pemerintah Pusat (Pempus) membuka daerah yang terisolir, dan memberikan kesempatan bagi masyarakat asli untuk membangun diri, kelompok, dan daerahnya.

Hanya saja, kata dia, orang asli Papua (OAP) sendiri belum siap untuk menerimanya (DOB-red), karena saat ini OAP sendiri masih didominasi oleh keegoisan suku yang terlalu dominan.

“Sehingga keluarlah pernyataan-pernyataan yang berusaha untuk menekan saudara-saudara kita sesama suku asli Papua, agar tidak boleh mengambil bagian di dalam daerah itu,”kata salah satu tokoh Intelektual asli Papua, Drs. Arius Mofu, M.Pd kepada media ini, baru-baru ini.

Hal ini, menurutnya, akan mengakibatkan perpecahan dan apalagi terus disusupi oleh orang luar yang bukan bagian dari suku asli di tanah Papua, yang tentunya akan terus memprovokasi masyarakat asli dari wilayah pemekaran tersebut.

“Ini membuka peluang bagi imigran untuk masuk dengan tawaran-tawaran yang cukup berharga, seperti tawaran ekonomi dan politik. Jujur saja, seantero kita di tanah Papua ini. Dari sisi skil dan mental bekerja masih sangat jauh, karena indeks pembangunan manusia (IPM) kita masih rendah,”ujar tokoh pendidik di wilayah provinsi Papua Barat ini.

Dikemukakannya, IPM menjadi tolak ukur kesiapan daerah untuk membangun daerahnya, dan ada beberapa daerah di tanah Papua yang warga sangat siap untuk membangun daerahnya.

“Tetapi banyak juga daerah di tanah Papua , kurang lebih 90 persen tidak siap. Maka aka nada impor orang dari luar tanah Papua untuk mengisi posisi-posisi strategis dan teknis di pemerintahan atau birokrasi maupun dalam dunia industri serta sektor-sektor lainnya,”sebut Arius Mofu.

Misalnya, lanjut dia, saat ini banyak hal kecil yang terjadi seperti asosiasi pengusaha atau kontraktor asli Papua yang kini bermunculan sangat banyak, namun belum maksimal dalam bekerja.

“Itu hal-hal kecil yang kita lihat, untuk melihat yang hal besar dalam konteks daerah otonomi baru,”tuturnya.

Sehingga, kata dia, belakang ini banyak pemberitaan yang diberitakan oleh media online bahwa akan ada tenaga ASN dari luar tanah Papua, untuk mengisi Formasi Pemerintah di DOB di tanah Papua.

“Entah benar atau tidak? Ini menjadi satu pemantik untuk kita OAP yang saat ini tidur dalam pembaringan, yang saat ini santai, yang saat ini sedang berpesta pora, yang saat ini membiarkan anak-anak dan generasinya untuk hilang control. Sehingga terjadi masalah, padahal jumlah kita sedikit, dan kenapa generasi yang ada saat ini tidak dijaga,”aku Drs. Arius Mofu, M.Pd.

Sebagai seorang pendidik yang sudah lama mengabdi dalam dunia pendidikan di tanah Papua, dirinya mengajak semua kamu intelektual, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan di tanah Papua untuk bergandengan tangan.

“Ko mau dari wilayah adat mana, kita adalah satu yaitu orang asli Papua. Terkait dengan perselisihan pendapat mengenai wilayah adat, ingat bahwa kita satu di tanah Papua,”tegas Ketua Insos-Kabor dan Intelektual di tanah Papua ini.

Dirinya menilai, perselisihan antar OAP yang terjadi pasca pemekaran DOB patut di curigai, dalam artian jangan sampai ada yang diperalatkan untuk memecah belah OAP.

“Kita harus hati-hati, saya melihat ini macam sebuah strategi yang akan menghancurkan kita. Karena mereka tahu, watak, sikap, dan karakter kita OAP, Kemudian ada oknum-oknum OAP yang dipakai untuk membuat isu perpecahan diantara kita sesame orang asli Papua,”kata dia.

Sebagai tokoh pendidik, dia berharap kepada semua intelektual asli Papua, agar mampu menghindar dari isu DOB yang akan mencerai beraikan OAP.

“Kita harus mempertahankan kebersamaan kita sebagai dahulu kita jadi satu, kita disebut Papua berarti dari Sorong-Merauke. Sekalipun 7 provinsi sampai 10 provinsi, kita tetap satu yaitu orang asli Papua,”tegasnya.

Maka dia menambahkan, jangan lagi ada pernyataan primordialisme maupun sukuisme yang dikeluarkan hanya karena kepentingan politik sesaat. [GRW/Redaksi]

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: DOBDrs. Arius MofuTokoh intelektual papua
ShareTweetSend

Related Posts

Pencabutan Moratorium Pemekaran Dipertimbangkan melalui Capaian empat DOB Tanah Papua

Pencabutan Moratorium Pemekaran Dipertimbangkan melalui Capaian empat DOB Tanah Papua

Agustus 13, 2026
Menkeu Diminta Tinjau Ulang Efesiensi Anggaran Enam Provinsi di Tanah Papua

Menkeu Diminta Tinjau Ulang Efesiensi Anggaran Enam Provinsi di Tanah Papua

Februari 18, 2025
Wamendagri RI Hadiri Peringatan 23 Tahun Otsus di Papua Barat Daya

Wamendagri RI Hadiri Peringatan 23 Tahun Otsus di Papua Barat Daya

November 22, 2024

Tokoh Intelektual Papua asal Suku Besar Arfak Tutup Usia

Juli 17, 2024

Tokoh Intelektual Papua Ajak Rakyat Pilih Caleg OAP yang Memiliki Kapasitas dan Integritas

Februari 6, 2024
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?