• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Tom Lembong Nyesal Pernah Jadi Bagian Pemerintah

Tom Lembong Nyesal Pernah Jadi Bagian Pemerintah

Februari 12, 2024
DPR Soroti Kenaikan Harga BBM, Minta Tarif Listrik hingga Gas Melon Tetap Terjangkau

DPR Soroti Kenaikan Harga BBM, Minta Tarif Listrik hingga Gas Melon Tetap Terjangkau

Juni 13, 2026
Tersangka Korupsi MBG, Komisaris Penyedia Motor Listrik Ditahan

Tersangka Korupsi MBG, Komisaris Penyedia Motor Listrik Ditahan

Juni 13, 2026
ADVERTISEMENT
Menkomdigi: AI Harus Lindungi Masyarakat, Bukan Sekadar Dorong Pertumbuhan

Menkomdigi: AI Harus Lindungi Masyarakat, Bukan Sekadar Dorong Pertumbuhan

Juni 13, 2026
Kapuspen Mabes TNI: Pengerahan Personel saat Aksi Demonstrasi Dilakukan atas Permintaan Kepolisian

Kapuspen Mabes TNI: Pengerahan Personel saat Aksi Demonstrasi Dilakukan atas Permintaan Kepolisian

Juni 13, 2026
Truk Trailer Tak Kuat Menanjak di Fleyover Kranji Bekasi, Lalin di Sultan Agung ke Bekasi Lumpuh

Truk Trailer Tak Kuat Menanjak di Fleyover Kranji Bekasi, Lalin di Sultan Agung ke Bekasi Lumpuh

Juni 13, 2026
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Raih Penghargaan Nasional sebagai Pendorong Pertumbuhan Ekonomi Kota

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Raih Penghargaan Nasional sebagai Pendorong Pertumbuhan Ekonomi Kota

Juni 12, 2026
Baleg DPR Percepat Penyusunan RUU Masyarakat Adat

Baleg DPR Percepat Penyusunan RUU Masyarakat Adat

Juni 12, 2026
Kemenhub Percepat Pengembangan Jaringan KA untuk Dorong Konektivitas dan Efisiensi Logistik

Kemenhub Percepat Pengembangan Jaringan KA untuk Dorong Konektivitas dan Efisiensi Logistik

Juni 12, 2026
Siti Hediati Soeharto Tegaskan Pentingnya Penyusunan RUU Pangan 

Siti Hediati Soeharto Tegaskan Pentingnya Penyusunan RUU Pangan 

Juni 12, 2026
Logis 08 Geruduk KPK dan Kantor Pusat BRI, Minta Penetapan Tersangka Kasus BRI-Telkom

Logis 08 Geruduk KPK dan Kantor Pusat BRI, Minta Penetapan Tersangka Kasus BRI-Telkom

Juni 12, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Sabtu, Juni 13, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Politik

Tom Lembong Nyesal Pernah Jadi Bagian Pemerintah

[Politik]

Februari 12, 2024
in News, Politik
0
0
SHARES
94
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT

Jakarta, SatukanIndonesia.Com – Thomas Lembong mengungkapkan rasa penyesalan pernah menjadi bagian dari pemerintah Presiden Joko Widodo (Jokowi). Diketahui, Co-Captain Tim Nasional Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Timnas AMIN) ini sempat menjadi Menteri Perdagangan hingga Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

“Saya punya rasa sesal, nyesal yang lumayan besar karena saya pernah menjadi bagian dari pemerintah,” kata Tom Lembong, dalam diskusi “Pemuda Harsa: Bangga Bicara” di On3 Senayan, GBK, Jakarta, Jumat (9/2/2024) malam, sebagaimana dilansir detikFinance.

Tom Lembong menjabat posisi Menteri Perdagangan (Mendag) dari 12 Agustus 2015 hingga 27 Juli 2016 dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sejak 27 Juli 2016 hingga 23 Oktober 2019.

Tom Lembong pun membeberkan alasan dirinya menyesal menjadi bagian pemerintahan Jokowi, karena strategi yang dijalankan dalam membenahi ekonomi Indonesia kala itu tidak sepenuhnya berhasil. Strategi yang disepakati disebut gagal mengembangkan ekonomi di Indonesia.

“Di saat-saat kita menjalankan strategi yang menurut data yang saya lihat, rada-rada tidak berhasil. Kalau mau lebih keras lagi, ya banyak gagal,” beber Tom Lembong.

Menurutnya, salah satu bentuk kegagalan yang dimaksud adalah pemerintah Jokowi tidak bisa memperbaiki kondisi kelas menengah di Indonesia. Dalam 10 tahun terakhir, dia memaparkan, jumlah kelas menengah di Indonesia tidak mengalami perkembangan signifikan.

ADVERTISEMENT

Adapun salah satu indikatornya bisa dilihat dari data penjualan sepeda motor. Tom Lembong mengatakan pada 2013 lalu terjadi puncak penjualan sepeda motor hingga tembus 7,9 juta unit terjual.

Akan tetapi, setelah itu dari tahun ke tahun angka itu malah mengalami penurunan, apalagi akibat terbentur pandemi. Kini penjualan motor malah berada di angka kisaran 5 juta unit per tahun.

“Sepuluh tahun terakhir ini kelas menengah kita tidak berkembang. Minimum paling baik itu stagnan, tidak bertambah dan ada potensi cukup besar bahwa kelas menengah kita lalu menciut karena sekali lagi, bagi saya indikator yang paling tepat itu ya jumlah sepeda motor,” jelas Tom Lembong.

Tak jauh berbeda dengan data pertumbuhan pembelian mobil dan barang elektronik, jumlahnya juga terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Kondisi ini menunjukkan, kesejahteraan kelas menengah terus terhimpit. Menurutnya, kondisi ini bisa terjadi karena ketimpangan ekonomi.

Tom Lembong menilai, salah satu penyebabnya adalah aliran investasi yang hanya berfokus ke industri padat modal bukan padat karya di Indonesia. Hal ini membuat, hanya sekitar 20% hasil investasi yang masuk ke Indonesia bisa dinikmati masyarakat.

Dengan demikian, dari pertumbuhan ekonomi yang kini berada di kisaran angka 5%, manfaatnya sangat sedikit diterima masyarakat. (***)

 

Komentar Facebook

Tags: Co-Captain Timnas AMINpemerintahan jokowiThomas Lembong
ShareTweetSend

Related Posts

Pembebasan Hasto dan Tom Lembong Bertentangan dengan Semangat Pemberantasan Korupsi

Pembebasan Hasto dan Tom Lembong Bertentangan dengan Semangat Pemberantasan Korupsi

Agustus 4, 2025
Tom Lembong Sebut Kondisi Pasar Beras Indonesia Kacau Balau

Tom Lembong Sebut Kondisi Pasar Beras Indonesia Kacau Balau

Februari 27, 2024
Menteri Bahlil Bocorkan Rencana Pemerintah Mau Beli Lagi 10% Saham Freeport

Sindir Tom Lembong, Bahlil: Saya Diwarisi Proyek Rp 708 Triliun Dengan Status Mangkrak

Januari 24, 2024

Ekonom Senior: 7 Tahun Jokowi, Negeri Ini Jadi Budak China

Oktober 25, 2021
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?