• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
TPNPB : Enam Orang Warga Sipil Ditangkap Aparat Keamanan

TPNPB : Enam Orang Warga Sipil Ditangkap Aparat Keamanan

Agustus 22, 2025
MSG desak Indonesia Ijinkan Komisaris Tinggi PBB kunjungi Papua

MSG desak Indonesia Ijinkan Komisaris Tinggi PBB kunjungi Papua

September 5, 2026
Ibunda Wamenkes dr. Benny Octavianus Berpulang

Ibunda Wamenkes dr. Benny Octavianus Berpulang

September 5, 2026
ADVERTISEMENT
Komisi IX DPR Sebut Perlindungan Ketenagakerjaan Atur Perluasan Jamsos

Komisi IX DPR Sebut Perlindungan Ketenagakerjaan Atur Perluasan Jamsos

September 5, 2026
‎IWO Batam Kecam Dugaan Pemukulan Sekretaris IWO, Desak Polisi Usut Salman dan Audit Keterlibatan Oknum BP

‎IWO Batam Kecam Dugaan Pemukulan Sekretaris IWO, Desak Polisi Usut Salman dan Audit Keterlibatan Oknum BP

September 5, 2026
Cegah Pasal Tidak Sinkron, Hanura Minta DPR Putuskan RUU Pemilu Lebih Awal

Cegah Pasal Tidak Sinkron, Hanura Minta DPR Putuskan RUU Pemilu Lebih Awal

September 5, 2026
Polisi Tetapkan 112 Tersangka Kasus Karhutla hingga September 2026

Polisi Tetapkan 112 Tersangka Kasus Karhutla hingga September 2026

September 5, 2026
Masyarakat Adat Papua Tolak PSN dalam Pelaksanaan PAPEDA Summit 2026

Masyarakat Adat Papua Tolak PSN dalam Pelaksanaan PAPEDA Summit 2026

September 5, 2026
Pertegas Manfaat Ekonomi hingga 2055, Pemerintah Pusat Didesak Audit Proyek LNG Tangguh

Pertegas Manfaat Ekonomi hingga 2055, Pemerintah Pusat Didesak Audit Proyek LNG Tangguh

September 5, 2026
Wali Kota Bekasi Kukuhkan FKUB 2026-2031, Dorong Aksi Nyata Toleransi hingga Tingkat Wilayah

Wali Kota Bekasi Kukuhkan FKUB 2026-2031, Dorong Aksi Nyata Toleransi hingga Tingkat Wilayah

September 4, 2026
Sekda Kota Bekasi, Junaedi Buka Pelatihan Kota HAM, Dorong Tata Kelola Pemerintahan yang Responsif dan Inklusif

Sekda Kota Bekasi, Junaedi Buka Pelatihan Kota HAM, Dorong Tata Kelola Pemerintahan yang Responsif dan Inklusif

September 4, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Sabtu, September 5, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Daerah

TPNPB : Enam Orang Warga Sipil Ditangkap Aparat Keamanan

[Daerah]

Agustus 22, 2025
in Daerah, Hukum
0
0
SHARES
67
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
FOTO: Warga sipil yang diduga anggota TPNPB yang ditangkap//Doc-Komnas TPNPB

MANOKWARI, satukanindonesia.com – Enam warga sipil yang diduga sebagai anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) ditangkap Aparat Keamanan (TNI/Polri), di distrik Topo, kabupaten Nabire, Papua Tengah.

Hal ini diklaim Sebby Sambom, Juru Bicara (Jubir) TPNPB melalui keterangan tertulis, yang dikutip, Kamis (21/08/2025).

Sebby mengatakan, berdasarkan laporan yang diterima Manajemen Markas Pusat Komnas TPNPB pada 21 Agustus 2025, bahwa telah terjadi penangkapan terhadap enam warga sipil, Rabu (20/08/2025) sekira pukul 17.55 WIT.


“6 orang warga sipil tersebut awalnya dari Intan Jaya yang mengungsi ke Nabire akibat kampung mereka menjadi sasaran operasi militer Indonesia, sehingga warga sipil banyak mengungsi ke hutan. Ada juga yang ke Nabire, dan mereka yang ditangkap adalah warga sipil,”klaim Jubir TPNPB.

Dijelaskannya, mereka (enam warga sipil) bernama Jemi Mirip, Botanus Agimbau, Meinus Mirip, Yupinus Weya, Melianus Mirip dan Seprianus Weya.

“Mereka adalah warga sipil yang tinggal di Distrik Sugapa. Karena kampung mereka terus menjadi sasaran kontak senjata antara aparat militer Indonesia dengan TPNPB sejak 2019. Maka mereka terpaksa hidup tidak aman di Intan Jaya, sehingga terpaksa mengungsi ke Nabire,”katanya.

Namun, kata Sebby, keenam orang tersebut ditangkap dan dituduh sebagai anggota TPNPB dan itu tidak benar

“Faktanya mereka adalah warga sipil. Manajemen Markas Pusat Komnas TPNPB juga menegaskan kepada aparat militer Indonesia untuk hentikan kriminalisasi terhadap 6 warga sipil yang ditangkap, karena berambut gimbal dan kumis tebal,”tegas Sambom.

Menurutbya, di Papua terutama wilayah pegunungan tengah, orang yang berambut gimbal dan kumis tebal adalah identitas budaya dan ekspresi diri maupun simbol kebanggaan atas identitas lokal di seluruh Tanah Papua, sehingga aparat militer Indonesia diminta untuk hentikan kriminalisasi terhadap warga sipil yang sudah ditangkap.

“Dan juga Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB menghimbau kepada aparat militer Indonesia, untuk segera bebaskan 6 warga sipil yang tak bersalah dan tidak terlibat dalam aksi pembunuhan terhadap 2 Anggota Brimob di Kilo 128 Nabire,”ungkapnya.

Sebby Sambom mengklaim, kasus pembunuhan terhadap dua anggota Brimob adalah murni dilakukan oleh TPNPB Kodap VIII Intan Jaya dibawa pimpinan Mayor Aibon Kogoya, Komandan Batalion D Dulla.

“Sehingga penangkapan terhadap 6 warga sipil yang mengungsi ke Nabire adalah tidak tepat sasaran, dan segera dibebaskan,”

Dikemukakannya, banyak warga sipil sudah mengungsi dari kampung di Intan Jaya tujuan Timika, Puncak Ilaga dan Nabire.

“Pengungsian ini masih terus terjadi, sehingga aparat militer Indonesia diminta untuk hentikan melakukan penangkapan sewenang-wenang terhadap warga sipil yang menjadi korban selama konflik bersenjata terjadi di Intan Jaya,”sebutnya.

Oleh karena itu, Sebby mengatakan, Manajemen Markas Pusat Komnas TPNPB juga menegaskan kepada semua pihak untuk dapat menangani para pengungsi di Intan Jaya, agar tidak menjadi korban susulan dalam aksi penangkapan yang dilakukan oleh aparat militer Indonesia.

Perlu diketahui, penanggungjawab Komando Markas Pusat Komando Nasional TPNPB yakni Jenderal Goliat Tabuni (Panglima Tinggi TPNPB), Letnan Jenderal Melkisedek Awom
(Wakil Panglima TPNPB), Mayor Jenderal Terianus Satto (Kepala Staf Umum TPNPB), dan Mayor Jenderal Lekagak Telenggen
(Komandan Operasi Umum TPNPB). [**/GRW]

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: Enam Orang Warga SipilTentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB)TNI-POLRI
ShareTweetSend

Related Posts

1.000 Perwira TNI-Polri dan Inovasi Gambut Disiapkan Hadapi Karhutla

1.000 Perwira TNI-Polri dan Inovasi Gambut Disiapkan Hadapi Karhutla

Agustus 27, 2026
Aliansi SETARA Nyatakan Sikap Terhadap Situasi di Tanah Papua

Aliansi SETARA Nyatakan Sikap Terhadap Situasi di Tanah Papua

Mei 29, 2026
Komnas HAM RI Didesak Selidiki Dugaan Pelanggaran HAM Berat di Puncak Papua

Komnas HAM RI Didesak Selidiki Dugaan Pelanggaran HAM Berat di Puncak Papua

April 22, 2026

KASAL CUP 2026 Resmi Digelar, TNI AL Perkuat Pembinaan Atlet Karate Nasional

April 4, 2026

Jaringan Senjata TPNPB Terungkap, 5 Orang Ditetapkan sebagai Tersangka

Maret 16, 2026
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?