Jakarta, SatukanIndonesia.Com – Aksi penembakan terjadi di sinagoge Ateret Avraham kawasan Neve Yaakov, Yerusalem, Jumat (27/1/2023) malam waktu setempat. Buntutnya, tujuh orang tewas dan 10 lainnya luka-luka dalam peristiwa ini.
“Termasuk seorang berusia 70 tahun dalam kondisi kritis, seorang berusia 20 tahun dalam kondisi serius, dan remaja 14 tahun dalam kondisi sedang hingga serius,” kata MDA.
Dalam pernyataan resmi, polisi juga mengatakan telah menetralisasi kawasan tersebut.
“Serangan teror di sebuah sinagoge di Yerusalem. Penembakan teroris telah dinetralkan di tempat kejadian. Pasukan polisi berada di tempat kejadian.”
Penembakan terjadi di lingkungan Neve Yaakov di sektor timur Yerusalem, yang dianeksasi Israel setelah Perang Enam Hari pada 1967.
Di sisi lain, AS langsung mengutuk keras serangan mematikan di sinagoge Yerusalem timur. Mereka menyerukan solidaritas dengan Israel jelang kunjungan Menlu AS Antony Blinken ke Timur Tengah.
“Ini benar-benar mengerikan,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri Vedant Patel kepada wartawan.
“Kami mengutuk serangan teroris ini dengan tegas. Komitmen kami terhadap keamanan Israel tetap kuat, dan kami berhubungan langsung dengan mitra Israel kami.”
“Kami berdiri dengan orang-orang Israel dalam solidaritas,” katanya.
Ia juga memastikan serangan di Yerusalem tidak mengubah rencana kunjungan Blinken yang dimulai Minggu (29/1). Kunjungan dilakukan untuk membahas langkah-langkah untuk mengurangi ketegangan. (***)













