• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Sidang Kasus Penembakan Pembela HAM, Korban dan Keluarga Dihadiri sebagai Saksi

Sidang Kasus Penembakan Pembela HAM, Korban dan Keluarga Dihadiri sebagai Saksi

Juli 29, 2025
Kantor BGN Pusat Digeledah Kejagung di Jakarta

Kantor BGN Pusat Digeledah Kejagung di Jakarta

Juni 3, 2026
Pansus DPRD Kota Batam Gelar Rapat dan FGD, Bahas Perubahan Perda Pengelolaan Sampah

Pansus DPRD Kota Batam Gelar Rapat dan FGD, Bahas Perubahan Perda Pengelolaan Sampah

Juni 3, 2026
ADVERTISEMENT
Menteri Ekraf Hadiri Proficient Conference 2026, Tekankan Kolaborasi dalam Transformasi Digital

Menteri Ekraf Hadiri Proficient Conference 2026, Tekankan Kolaborasi dalam Transformasi Digital

Juni 3, 2026
Anggota Komisi III DPR Dorong Kejelasan Posisi Kompolnas dalam Revisi UU Polri

Anggota Komisi III DPR Dorong Kejelasan Posisi Kompolnas dalam Revisi UU Polri

Juni 3, 2026
BMKG: Cuaca Jakarta Cenderung Bervariatif, Waspadai Potensi Hujan di Jaksel dan Jaktim

BMKG: Cuaca Jakarta Cenderung Bervariatif, Waspadai Potensi Hujan di Jaksel dan Jaktim

Juni 3, 2026
Menkes Budi Gunadi Soroti Rendahnya Deteksi Hepatitis: Baru 10 Persen Tersentuh Skrining

Menkes Budi Gunadi Soroti Rendahnya Deteksi Hepatitis: Baru 10 Persen Tersentuh Skrining

Juni 3, 2026
Prabowo Berdialog dengan Siswa SMPN 111 Jakarta Saat Meninjau Program Makan Bergizi Gratis

Prabowo Berdialog dengan Siswa SMPN 111 Jakarta Saat Meninjau Program Makan Bergizi Gratis

Juni 3, 2026
Menkeu Purbaya Nilai Kebijakan DHE SDA Berpotensi Dongkrak Kinerja Himbara

Menkeu Purbaya Nilai Kebijakan DHE SDA Berpotensi Dongkrak Kinerja Himbara

Juni 2, 2026
Ditjen Imigrasi Siapkan Layanan Khusus untuk Percepat Kepulangan Jamaah Haji Indonesia 2026

Ditjen Imigrasi Siapkan Layanan Khusus untuk Percepat Kepulangan Jamaah Haji Indonesia 2026

Juni 2, 2026
Mensos Sebut 45 Persen Bansos Tak Tepat Sasaran Akibat Data Kurang Akurat

Mensos Sebut 45 Persen Bansos Tak Tepat Sasaran Akibat Data Kurang Akurat

Juni 2, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Rabu, Juni 3, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home News

Sidang Kasus Penembakan Pembela HAM, Korban dan Keluarga Dihadiri sebagai Saksi

[Hukum]

Juli 29, 2025
in News
0
0
SHARES
28
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
FOTO: Korban penembakan dan keluarga sesaat sebelum memberikan keterangan dihadapan majelis hakim//ISTIMEWA

MANOKWARI, satukanindonesia.com – Yan Christian Warinussy, Pembela HAM di Tanah Papua bersama Istri dan anak serta sopir dihadirkan sebagai saksi dalam sidang lanjutan penembakan dengan terdakwa Zakarias Tibiay, Senin (28/07/2025).

Sidang dipimpin oleh ketua majelis Hakim Helmin Somalay SH MH dan dua Hakim Anggota dihadiri oleh Jaksa Penuntut umum JPU Frederika Uriway, SH, MH.

“Saya sebagai saksi korban peristiwa percobaan pembunuhan pada Rabu (17 Juli 2024) di Jalan Yos Sudarso, Sanggeng-Manokwari hadir memberi keterangan di depan sidang perkara atas nama terdakwa Zakarias Tibiay di ruang sidang utama Pengadilan Negeri Manokwari Kelas I A. Sejak pagi sekitar pukul 08:30 WP, saya bersama istri serta sopir saya Adolof Marani dan dua putri bernama Winny dan Martha hadir memberikan keterangan sebagai saksi,”kata Yan Warinussy.

Ketika ditanyakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Frederika Uriway, SH, MH terkait peristiwa tersebut, Yan mengatakan, dia benar mengalami peristiwa dugaan percobaan pembunuhan tersebut dengan cara ditembak dalam jarak dekat.

“Tapi saya sama sekali tidak mengetahui siap pelakunya. Saya baru tahu jenis senjata yang digunakan, saat saya ditunjukkan proyektil peluru senjata jenis senapan angin waktu berada dalam perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Manokwari,”kata Yan kepada JPU.

Keterangan Saksi Korban diperkuat oleh saksi Adolof Marani maupun saksi Winny Warinussy dan saksi Martha Warinussy, saat memberikan keterangan kepada JPU.

“Kami hanya mengetahui saat bapa terlihat mendatangi kami di mobil dan memberitahukan agar kami mengecek ada orang yang katapel bapa, saat itu saya melihat baju kemeja bapa ada bolong (berlubang) juga tembus sampai ke kaos dalamnya dan di dada bapa terlihat ada luka berdarah. Sehingga, kami memastikan bahwa itu luka pasti bukan ketapel tapi peluru senjata api,”kata saksi Winny dan saksi Martha bersamaan.

Ketika dicecar oleh Penasihat Hukum Terdakwa Zakarias Tibiay Advokat Metuzalak Awom, apakah saksi korban Yan Warinussy sempat merasa diikuti oleh orang saat keluar dari Pengadilan? Saksi Warinussy menjelaskan bahwa pada pagi hari itu (Rabu, 17 Juli 2024) sempat menghadiri sidang kliennya dalam perkara Tipikor di pengadilan yang selesai dengan agenda pemeriksaan saksi ada sekitar pukul 13:30 WP.

Kemudian dia balik ke rumah bersama saksi Adolof Marani, dan di rumah Ia makan siang dan tinggal di rumah sekitar pukul 1 hingga 2 jam. “Jadi saya tidak langsung keluar dari rumah,”ujar saksi Warinussy.

Sementara keterangan saksi Warinussy bersama sopir dan kedua putrinya, sama sekali tidak menjelaskan tentang diri Terdakwa Zakarias Tibiay.

Ketika ditanyakan oleh Jaksa Penuntut Umum soal biaya perawatan di Rumah Sakit, saksi Yan Warinussy menjelaskan, pihaknya tidak menerima bantuan dari pihak manapun, termasuk Terdakwa Zakarias Tibiay sesudah kejadian perkara ini.

“Tapi nanti setelah Zakarias Tibiay (ZT) ditangkap oleh Pihak Polresta Manokwari, barulah keluarganya datang menyampaikan bahwa ZT tidak tahu menahu terkait peristiwa yang saya alami dan mereka memberikan seekor babi dan sejumlah uang kepada keluarga kami, terinci soal jumlahnya istri saya yang lebih tahu,”tutur Yan Warinussy di depan sidang tersebut.

Saksi korban bersama kedua putrinya dan sopir sama sekali tidak melihat dan tidak mengetahui siapa yang menembak saya, saat peristiwa setahun lalu tersebut.

Warinussy sempat ditunjukkan barang bukti proyektil peluru senapan angin serta baju kemeja milik saya warna biru tua bermotif kotak-kotak serta kaos dalam saya warna putih oleh JPU, di depan sidang.

“Tapi mengenai barang bukti lain berupa senjata api, kami sama sekali tidak mengetahuinya,”ujarnya.

Sidang ditunda ke Selasa (29/07/2025) dengan agenda mendengar keterangan saksi-saksi lain dari jajaran Polresta Manokwari. [**/GRW]

Komentar Facebook

Tags: Helmin SomalayKetua majelis HakimPembela HAMPenembakanYan Christian WarinussyZakarias Tibiay
ShareTweetSend

Related Posts

Indonesia Didesak Hentikan Pengamanan Berlebihan Setiap 1 Desember di Tanah Papua

Indonesia Didesak Hentikan Pengamanan Berlebihan Setiap 1 Desember di Tanah Papua

Desember 1, 2025
Presiden Republik Indonesia Didesak Menyelesaikan Akar Masalah Papua

Presiden Republik Indonesia Didesak Menyelesaikan Akar Masalah Papua

September 3, 2025
80 Tahun Indonesia, Papua Masih Jadi Tanah Darah dan Air Mata

80 Tahun Indonesia, Papua Masih Jadi Tanah Darah dan Air Mata

Agustus 19, 2025

Polisi Didesak Proses Hukum Pelaku Penembakan di Pasar Karang Nabire Papua

Juni 28, 2025

Presiden Republik Indonesia Didesak Hentikan Operasi Damai Cartenz di Papua

Juni 23, 2025
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?