• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
80 Tahun Indonesia, Papua Masih Jadi Tanah Darah dan Air Mata

80 Tahun Indonesia, Papua Masih Jadi Tanah Darah dan Air Mata

Agustus 19, 2025
Reses Anggota DPRD di Batu Aji, Tapis Dabbal Siahaan Prioritaskan Masalah Drainase Darurat Warga Bumi Agung

Reses Anggota DPRD di Batu Aji, Tapis Dabbal Siahaan Prioritaskan Masalah Drainase Darurat Warga Bumi Agung

April 11, 2026
Dandis Rajagukguk Anggota DPRD Batam Tampung Aspirasi Warga Perumahan Graha Nusa Batam Dalam Kegiatan Reses Masa Persidangan II Tahun 2026

Dandis Rajagukguk Anggota DPRD Batam Tampung Aspirasi Warga Perumahan Graha Nusa Batam Dalam Kegiatan Reses Masa Persidangan II Tahun 2026

April 11, 2026
ADVERTISEMENT
DPRD Kota Batam Terima Audiensi KPK, Perkuat Komitmen Pemberantasan Korupsi

DPRD Kota Batam Terima Audiensi KPK, Perkuat Komitmen Pemberantasan Korupsi

April 11, 2026
Konsep Otomatis

Kabupaten Tapanuli Utara Monitoring Lngsung Harga Pupuk Bersubsidi ke Pasar Tarutung

April 11, 2026
Percepat Penanganan Banjir dan Konektivitas Antar-Kabupaten, Bupati Taput Temui Kepala BBPJN Sumut

Percepat Penanganan Banjir dan Konektivitas Antar-Kabupaten, Bupati Taput Temui Kepala BBPJN Sumut

April 11, 2026
DPD RI dan MRP Didesak Akhiri Polimik, Fokus pada Implementasi Otsus

DPD RI dan MRP Didesak Akhiri Polimik, Fokus pada Implementasi Otsus

April 10, 2026
Puncak Arus Balik Libur Paskah, 44 Ribu Pemudik Sudah Tiba di Stasiun 

Puncak Arus Balik Libur Paskah, 44 Ribu Pemudik Sudah Tiba di Stasiun 

April 6, 2026
JK Akan Laporkan Ahli Digital Forensik Rismon Sianipar ke Bareskrim

JK Akan Laporkan Ahli Digital Forensik Rismon Sianipar ke Bareskrim

April 6, 2026
Menteri P2MI Bahas Peluang Kerja PMI di  Kawasan Eropa, Fokus Italia hingga Malta

Menteri P2MI Bahas Peluang Kerja PMI di  Kawasan Eropa, Fokus Italia hingga Malta

April 5, 2026
Menteri ATR/Kepala BPN Serahkan 33  Sertifikat untuk Rumah Ibadah di Sulteng

Menteri ATR/Kepala BPN Serahkan 33  Sertifikat untuk Rumah Ibadah di Sulteng

April 5, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Sabtu, April 11, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Daerah

80 Tahun Indonesia, Papua Masih Jadi Tanah Darah dan Air Mata

[Daerah]

Agustus 19, 2025
in Daerah
0
0
SHARES
347
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
Ilustrasi/Istimewa

JAYAPURA, satukanindonesia.com – Di saat seluruh rakyat Indonesia larut dalam sukacita memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, suasana di Tanah Papua justru masih dilingkupi luka, ketakutan, dan darah.

Pasalnya, lonjakan konflik bersenjata, jatuhnya korban jiwa, serta ketiadaan jalan damai menunjukkan bahwa Papua belum benar-benar menikmati makna kemerdekaan yang sesungguhnya.

Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari, Yan Christian Warinussy menegaskan, hingga kini, persoalan Hak Asasi Manusia (HAM) di Papua justru makin memburuk.

“Saya prihatin atas kondisi HAM di Tanah Papua secara luas yang tidak menunjukkan situasi aman dan membaik hingga NKRI mencapai usianya yang ke-80 tahun, 17 Agustus 2025. Di seluruh persada Nusantara rakyat merayakan sukacita penuh keharuan. “

Tapi di Papua, khususnya di Intan Jaya, Papua Pegunungan, dan Papua Tengah, korban terus berjatuhan. “Baik anggota TNI/Polri, TPNPB, maupun rakyat sipil yang sama sekali tidak bersalah. Papua masih jadi tanah darah dan air mata,”kata Warinussy kepada media ini, Senin (18/08/2025).

Pembela HAM di tanah Papua ini membandingkan, Papua dengan Aceh. Warinussy menekankan, momentum HUT RI ke-80 tahun ini bertepatan dengan peringatan 20 tahun damai Aceh pasca ditandatanganinya Memorandum of Understanding (MoU) Helsinki pada 2005. Masyarakat di provinsi Nanggroe Aceh Darussalam kini merayakan 20 tahun pasca ditandatanganinya MoU Helsinki.

“Itu adalah pembuka jalan bagi perdamaian di Aceh hingga saat ini. Tapi Papua justru sebaliknya. Bukan damai yang ditawarkan, tapi pemekaran hingga enam Daerah Otonomi Baru (DOB). Pola ini persis seperti politik devide et impera yang dulu dipakai pemerintah kolonial Belanda,”ujarnya.

Menurut Warinussy, pemekaran DOB hanyalah kedok untuk memperluas kontrol negara atas Papua. Ia menyebut, DOB membuat rakyat semakin terpecah, sementara kepentingan ekonomi negara semakin kuat mencengkeram.

Lanjut, Warinussy menyebut, pengelolaan sumber daya alam (SDA) adalah agenda utama di balik kebijakan negara terhadap Papua. Pemusatan kekuasaan di Papua dalam konteks pengelolaan SDA sangat jelas. Dari tambang emas di Tembagapura, Timika, Blok Wabu di Intan Jaya, gas alam cair di Teluk Bintuni, hingga food estate di Merauke.

“Semua menunjukkan upaya sistematis negara mengambil alih kendali penuh atas SDA di Tanah Papua,”ungkapnya.

Dia menilai, konflik bersenjata yang selalu digambarkan pemerintah sebagai gangguan keamanan dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), pada hakikatnya adalah skenario untuk membenarkan pengerahan militer demi melindungi kepentingan ekonomi.

Kata Warinussy, rakyat Papua asli sesungguhnya memiliki keinginan besar menyelesaikan konflik dengan cara damai. Hal itu bahkan telah diatur dalam Pasal 44, 45, dan 46 UU Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Papua. Namun, pemerintah justru seakan menutup mata.

“Pemerintah Indonesia tahu betul rakyat Papua ingin damai. Tapi dalam praktiknya negara segan, bahkan tidak pernah mau menyentuh penyelesaian konflik lewat dialog. Usulan Jaringan Damai Papua (JDP), gagasan pembentukan Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR) sesuai amanat UU Otsus, tidak pernah direspons. Ini fakta,”ungkapnya.

Ia menegaskan, penyelesaian konflik semestinya ditempuh melalui dialog, negosiasi, atau perundingan bukan kekerasan.

“Prinsip dasar penyelesaian konflik adalah jalan damai, seperti MoU Helsinki untuk Aceh. Tapi untuk Papua, jalan damai dianggap tidak relevan. Padahal itulah satu-satunya solusi yang bermartabat. Negara lebih memilih mengorbankan rakyat Papua demi kepentingan ekonomi,”imbuh Warinussy.

Warinussy menuding, hambatan terbesar perdamaian Papua adalah adanya kepentingan para penikmat eksploitasi SDA yang selama ini menganggap Papua sebagai ‘rumah masa depan’ bagi Indonesia.

“Selama masih ada pihak-pihak yang menikmati keuntungan dari eksploitasi ilegal SDA di Papua, maka konflik tidak akan pernah selesai. Papua dianggap rumah masa depan bagi Indonesia. Di usia 80 tahun ini, negara seharusnya menghadirkan keadilan, bukan menambah luka. Tapi yang terjadi justru sebaliknya Papua terus berdarah dan menangis,”kata Warinussy.

Keterangan Yan Christian Warinussy mempertegas paradoks besar di HUT RI ke-80 tahun ini, ketika seluruh bangsa bersorak gembira, Tanah Papua justru masih berkubang dalam ketidakadilan, konflik, dan penderitaan.

“Jalan damai yang pernah berhasil ditempuh di Aceh belum juga berlaku untuk Papua. Yang tersisa hanyalah pertanyaan: sampai kapan rakyat Papua harus terus menunggu hadirnya keadilan?”pungkasnya. [**/GRW]

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik IndonesiaLP3BH ManokwariYan Christian Warinussy
ShareTweetSend

Related Posts

Indonesia Didesak Hentikan Pengamanan Berlebihan Setiap 1 Desember di Tanah Papua

Indonesia Didesak Hentikan Pengamanan Berlebihan Setiap 1 Desember di Tanah Papua

Desember 1, 2025
Presiden Republik Indonesia Didesak Menyelesaikan Akar Masalah Papua

Presiden Republik Indonesia Didesak Menyelesaikan Akar Masalah Papua

September 3, 2025
Sidang Kasus Penembakan Pembela HAM, Korban dan Keluarga Dihadiri sebagai Saksi

Sidang Kasus Penembakan Pembela HAM, Korban dan Keluarga Dihadiri sebagai Saksi

Juli 29, 2025

Presiden Republik Indonesia Didesak Hentikan Operasi Damai Cartenz di Papua

Juni 23, 2025

Elit Politik dan Tokoh Papua Desak Kapolda Papua Barat Ungkap Dalang Penembakan Advokat YCW

Juli 24, 2024
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?