
JAKARTA, satukanindonesia.com – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia, Adies Kadir menegaskan, tidak ada kenaikan gaji bagi anggota dewan, namun beberapa tunjangan mengalami penyesuaian, salah satunya tunjangan bensin yang kini mencapai Rp 7 juta per bulan.
“Gaji tidak ada naik, gaji kami tetap terima kurang lebih Rp 6 juta setengah, hampir Rp 7 juta. Tunjangan-tunjangan beras kami cuma dapat Rp 12 juta dan ada kenaikan sedikit dari Rp 10 juta kalau tidak salah,”kata Adiees melalui keterangan yang dikutip, Rabu (20/08/2025).
Ia menambahkan, tunjangan lain juga ada kenaikan sedikit-sedikit, bensin itu sekitar Rp 7 juta yang tadinya kemarin sekitar Rp 4-5 juta sebulan. Walaupun mobilitas daripada kawan-kawan dewan lebih dari itu setiap bulannya.
Menurutnya, total penerimaan anggota DPR dari gaji hingga tunjangan mencapai sekitar Rp 70 juta per bulan.
“Jadi kalau dulu gaji kawan-kawan itu terima total bersihnya sekitar Rp 58 juta per bulan, mungkin dengan kenaikan, gaji tidak naik ya, saya tegas sekali gaji tidak naik. Tunjangan makan disesuaikan dengan indeks saat ini, mungkin terima hampir Rp 69-70-an juta per bulan,”jelasnya.
Ia menegaskan, yang mengalami kenaikan hanyalah tunjangan, termasuk tunjangan beras karena kenaikan harga bahan pokok seperti beras dan telur. Adies juga menyampaikan, apresiasi atas penyesuaian tersebut.
Selain tunjangan bensin, anggota DPR kini menerima tunjangan rumah sebesar Rp 50 juta per bulan. Adies menyebutkan, anggota dewan akan memaksimalkan kinerja mereka dengan tunjangan yang diterima.
“Tapi dengan gaji yang kurang lebih Rp 69 juta per bulan dengan kondisi ekonomi Jakarta yang sekarang, kawan-kawan di DPR juga memaksimalkan apa yang didapat untuk bekerja dengan baik,”ucap Adies.
“Walaupun gaji sudah 15 hingga 20 tahun tidak naik, anggota juga memahami situasi dan menerapkan efisiensi,”tandasnya. [**/GRW]













