• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Samosir Menjadi Model Pendidikan Terbaik di Indonesia

Urgensi Perubahan Pertanian di Kabupaten Samosir

November 7, 2020
Doa Bersama dan Tabur Bunga, Wawali Bekasi Kenang Korban Kecelakaan Kereta

Doa Bersama dan Tabur Bunga, Wawali Bekasi Kenang Korban Kecelakaan Kereta

Mei 1, 2026
Wawali Bekasi Kunjungi Korban Kebakaran di Bojong Rawalumbu

Wawali Bekasi Kunjungi Korban Kebakaran di Bojong Rawalumbu

Mei 1, 2026
ADVERTISEMENT
Ketua SMSI Sulut Voucke Lontaan Ucapkan Selamat Hari Buruh 1 Mei 2026

Ketua SMSI Sulut Voucke Lontaan Ucapkan Selamat Hari Buruh 1 Mei 2026

Mei 1, 2026
Bukan Sekedar Tren, Wakil Bupati Taput ,Minta Kepala Sekolah Manfaatkan AI untuk Kemajuan Mutu Pendidikan Disekolah

Bukan Sekedar Tren, Wakil Bupati Taput ,Minta Kepala Sekolah Manfaatkan AI untuk Kemajuan Mutu Pendidikan Disekolah

Mei 1, 2026
Noel Ancam Gugat Rp300 T, KPK Sarankan Fokus Saja di Persidangan

Noel Ancam Gugat Rp300 T, KPK Sarankan Fokus Saja di Persidangan

Mei 1, 2026
Polisi Segera Lakukan Gelar Perkara Kasus Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur

Polisi Segera Lakukan Gelar Perkara Kasus Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur

Mei 1, 2026
Prediksi BMKG Jakarta Diguyur Hujan Ringan Siang Ini, Jaksel Berpotensi Disertai Petir

Prediksi BMKG Jakarta Diguyur Hujan Ringan Siang Ini, Jaksel Berpotensi Disertai Petir

Mei 1, 2026
Menteri PKP: Anggaran Perumahan 2026 Difokuskan ke Rakyat, 400 Ribu Rumah Swadaya Jadi Prioritas Utama

Menteri PKP: Anggaran Perumahan 2026 Difokuskan ke Rakyat, 400 Ribu Rumah Swadaya Jadi Prioritas Utama

Mei 1, 2026
DPRD Kota Batam Buka Masa Persidangan III Tahun Sidang 2026, Sejumlah Pembahasan Ranperda Jadi Fokus Utama

DPRD Kota Batam Buka Masa Persidangan III Tahun Sidang 2026, Sejumlah Pembahasan Ranperda Jadi Fokus Utama

April 30, 2026
Wali Kota Bekasi Dampingi KDM Jenguk Korban, Pastikan Penanganan Maksimal di RS dan Tercover BPJS.

Wali Kota Bekasi Dampingi KDM Jenguk Korban, Pastikan Penanganan Maksimal di RS dan Tercover BPJS.

April 30, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Sabtu, Mei 2, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Fokus Berita

Urgensi Perubahan Pertanian di Kabupaten Samosir

[Opini]

November 7, 2020
in Daerah
0
0
SHARES
1k
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT

Urgensi Perubahan Pertanian di Kabupaten Samosir

oleh

Vandiko Timotius Gultom* & DR. Yohannes Samosir, PDipAgrSt.**

 

Vandiko Timotius Gultom, Alumnus Institut Teknologi Sepuluh November (ITS). Calon Bupati Samosir.

Samosir, SatukanIndonesia.com – Tidak dapat dipungkiri bahwa pertanian di Kabupaten Samosir sangat vital bagi kehidupan dan perekonomian. Sekitar 80 persen tenaga kerja diserap oleh sektor pertanian yang mencakup juga perikanan, peternakan, kehutanan. Akan tetapi perkembangan sektor ini sangat lambat dan jauh tertinggal dibandingkan dengan kebanyakan kabupaten lain di Sumut, apalagi terhadap daerah di Jawa. Apa akar permasalahannya?

Sejatinya masyarakat di Samosir sudah mempunyai visi yang hebat dalam pertanian sejak dahulu kala, ini tertuang dalam lagu yang sangat populer berjudul ‘Pulo Samosir’, ciptaan Nahum Situmorang.

“Gok disi hansang, nang eme nang bawang, rarat dohot pinahan di dolok i,… Molo masihol ho, di natinombur masihol ho, manang niura dohot na margota …”

Kata kunci ‘Gok‘ dan ‘rarat’ seharusnya sudah sangat visioner, sudah mencakup jargon-jargon modern seperti swasembada, surplus, dll.

Sedangkan kata kunci ‘natinombur, na margota’ juga memvisikan pengolahan (industri hilir) pertanian. Jadi saya tidak perlu mempersoalkan visi. Yang sangat penting adalah sejauh apa visi tersebut sudah dijabarkan dalam strategi dan program yang baik.

Sudah banyak pula pembahasan tentang mengapa pertanian di Samosir tertinggal dan program-program percepatan pembangunan pertanian. Pembahasan itu sudah lama, sudah melibatkan pakar-pakar yang peduli baik di bonapasogit (kampung halaman -red) maupun perantauan. Kita sangat bersyukur karena banyak pakar yang peduli dan memberikan sumbangan pemikiran.

Nah, kita sudah punya visi, dan banyak masukan dalam hal program, dan juga waktu sudah banyak berlalu sejak Samosir menjadi Kabupaten yang dimekarkan. Jadi akar permasalahan bukan di visi dan misi yang kurang baik.

Lalu apa yang kurang sehingga pembangunan pertanian masih tertinggal?

Menurut saya ada beberapa faktor yang perlu segera dicermati dan ditindak lanjuti supaya tidak tertinggal yaitu Perubahan konsep dan strategi, Identifikasi pilar, Urgensi dan Konsistensi.

Konsep dan strategi pembangunan pertanian di Samosir harus dirubah dengan melihat faktor-faktor penting (key factors) yaitu: Pertama, Kondisi alam (tanah dan iklim) di Samosir itu unik, sangat berbeda dengan daerah lain karena pengaruh jenis tanah beragam (termasuk tanah marginal/berbatu), curah hujan, pengaruh air Danau Toba, altituda, dan topografi. Ini membuat banyak keterbatasan/tantangan yang harus dihadapi seperti keterbatasan air, luas lahan yang sesuai (feasible) terbatas.

Kedua, Keindahan alam Samosir yang ditopang dengan kekayaan budaya membuat pertanian juga berpotesni erat terkait dengan pariwisata. Ketiga, Dengan jumlah penduduk yang relative rendah, maka pasar yang menyerap produk pertanian di Samosir itu terbatas. Jadi harus kompetitif menembus pasar di luar termasuk kota-kota di Sumut, bahkan ke Jawa dan ekspor.

Selanjutnya, Keempat, Jarak Samosir ke pasar-pasar dimaksud pada poin 2 cukup jauh yang menyebabkan biaya transport dan handling menjadi mahal dan resiko kerusakan fresh product menjadi tinggi (memar, busuk, dll).

Lalu, Kelima, isu atau tantangan non teknis dalam industri pertanian semakin kompleks/rumit, termasuk kebersihan dan kesehatan, issu lingkungan (sustainability, diversity, polusi), dan isu sosial (fair trade, petani yang miskin, buruh tani, petani perempuan, dll).

Ilustrasi – sawah

Konsep Pembangunan Pertanian yang sesuai

Konsep Pembangunan Pertanian yang sesuai yaitu dengan mengembangkan pertanian untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat lokal (utamanya padi), dengan demikian terjamin swasembada. Pembangunan infrastruktur irigasi dan juga bantuan sarana produksi adalah hal penting.

Selanjutnya pengembangan jenis produk pertanian unggulan yang bernilai tinggi dan bernilai tambah tinggi (olahan) untuk dijual ke pasar dalam negeri dan ekspor. Dalam hal ini, selain kita berupaya mengembangkan komoditi lokal seperti kopi, kemiri, coklat, mangga, bawang, kacang tanah, dan aren misalnya, kita harus terbuka dan jeli melihat komoditi unggulan lain yang berpotensi besar.

Ini tugas penelitian untuk meneliti, misalnya anggur, zaitun, kelor, dll. Mereka harus berani berfikir di luar kotak Samosir, dan kita juga jangan ego/fanatik komoditi. Hepeng i di onan do, ndang di porlak.

Pengembangan tersebut juga harus sinergi, terintegrasi, dan berkelanjutan (sustainable/ramah lingkungan). Sinergi dan terintegrasi dimaksud dalam sektor pertanian dalam arti luas (termasuk juga peternakan, perikanan, perkebunan, dan kehutanan) dan lintas sektor termasuk pariwisata, pendidikan, perindustrian, dll.

Selanjutnya, pengembangan sistem atau model usaha korporasi dimana petani juga terlibat langsung atau tidak langsung sehingga mereka mendapat manfaat lebih, selain dari hasil penjualan produk pertanian mereka.

Sebagai contoh, kita mencermati sinergi dan integrasi sapi, kambing atau kerbau dengan pertanian padi, jagung, dan hortikultura. Dalam hal ini sistem produksi dapat terkait dengan berbagai usaha seperti makanan ternak, kompos, pengolahan susu, pengolahan daging, dll. Dan tentunya bisa disinergikan dengan pariwisata menjadi tujuan wisata (Agrowisata) baru di tempat yang selama ini belum menjadi destinasi.

Contoh lain adalah Agrowisata berbasis perkebunan kopi, teh dan coklat, dimana view Danau Toba disinkronkan dengan lahan perkebunan dan pengolahannya.

Agrowisata berbasis komunitas pertanian juga bisa dikembangkan seperti touring/trekking di sawah, bekerja di sawah (tradisi marsiadap ari untuk mangombak balik, marsuan, maggotil, dll). Peluang atau potensi itu menjadi tidak terbatas jika kita visioner, hati dan pikiran kita terbuka.

Bagaimana untuk merealisasi keempat konsep pembangunan pertanian di atas?

Kunci realisasi itu ada pada identifikasi pilar, urgensi dan konsistensi. Menyadari kompleksitas isu dalam pertanian yang melibatkan kondisi tanah, iklim, keterbatasan air, jenis tanaman unggulan dan pengolahannya, dan juga sinerginya dengan sub-sektor dan sektor lain, maka pilar yang sangat diperlukan adalah lembaga riset.

Jika saya terpilih sebagai Bupati, maka tentu saya tidak bisa dan tidak ahli untuk tugas-tugas penelitian pertanian. Maka sebagai pimpinan, saya akan mendirikan SARI (Samosir Agriculture Research Institute). Ini urgen dan supaya cepat memberi manfaat, SARI segera menjalin kerjasama dengan lembaga-lembaga penelitian lain dan universitas di dalam dan luar negeri.

Urgensi yang saya maksud adalah berani mendorong dan memulai program yang strategis. Saya teringat dengan pola Perkebunan Inti Rakyat (PIR) pada kelapa sawit. Pemerintah berani memulai program strategis tersebut di awal tahun 1980an, dan dampaknya luar biasa.

Sebelum tahun 1980, pelaku industri kelapa sawit hanya PTPN dan segelintir perusahaan swasta dan hampir tidak ada perkebunan rakyat. Sekarang sudah sekitar 50% pelaku perkebunan sawit adalah rakyat.

Pelajaran penting ini harusnya mendorong kita berani berinovasi di Samosir. Misalnya mendorong swasta atau mendirikan BUMD membuka lahan untuk Agrowisata bermitra dengan petani. Hal yang serupa juga bisa didorong untuk industri pengolahan hasil pertanian dan tataniaganya dalam bentuk Agropark.

Konsistensi

Dukungan pada pembangunan pertanian harus terus menerus dan konsisten. Tidak bisa seperti membalikkan tangan. Sepertinya hal konsistensi ini sangat gamblang, tetapi kita sudah tahu bahwa ini yang sering dilupakan. Cukup banyak bantuan pertanian misalnya alat yang jadi mangkrak atau besi tua karena tidak ada follow up atau konsistensi.

Ada dua bonus gagasan untuk tambahan pada bagaimana merealisasi ke-empat konsep pembangunan pertanian tersebut, yaitu saya akan mendorong kaum milenial untuk menyenangi pertanian. Masa depan Samosir bertumpu pada sektor ini.

Bonus kedua adalah meningkatkan apresiasi kepada petani perempuan. Saya sudah perhatikan di lapangan bahwa kontribusi dan pengorbanan mereka secara langsung sangat besar pada pertanian.(*)

Info Penulis:

*  Vandiko Timotius Gultom, Alumnus Institut Teknologi Sepuluh November (ITS). Calon Bupati Samosir.

** DR. Yohannes Samosir, PDipAgrSt., Peneliti perkebunan pada BUMN, Pensiun sebagai Ahli Peneliti Utama (1989-2011), Dosen dan Peneliti Pertanian di University of Queensland – Australia (2002-2006), dan saat ini Kepala Lembaga Riset milik Swasta (2011-sekarang).

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: Kabupaten SamosirOpiniSamosirUrgensi Perubahan Pertanian di Kabupaten SamosirVandiko Timotius Gultom
ShareTweetSend

Related Posts

Satu Warga Dilaporkan Hilang Akibat Banjir di Samosir

Satu Warga Dilaporkan Hilang Akibat Banjir di Samosir

November 16, 2023
Tiga Hari Pencarian, Pelajar Samosir Yang Jatuh ke Sungai Ponot Belum Ditemukan

Tiga Hari Pencarian, Pelajar Samosir Yang Jatuh ke Sungai Ponot Belum Ditemukan

Agustus 24, 2023
Dapil dan Alokasi Kursi Anggota DPRD Pada Pemilu 2024 Dari Kabupaten Samosir

Dapil dan Alokasi Kursi Anggota DPRD Pada Pemilu 2024 Dari Kabupaten Samosir

Maret 25, 2023

Ganti Rugi Kawasan Proyek Tano Ponggol Danau Toba Bermasalah, Kantor BPN Biang Keroknya

Mei 31, 2022

Jaksa Hentikan Penuntutan Nenek 96 Tahun Tersangka Perusakan Ladang di Samosir

Maret 26, 2022
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?