
Jakarta, SatukanIndonesia.com – Foto Surat Bupati Humbang Hasundutan, Dosmar Banjarnahor, yang melaporkan warganya sendiri yang tergabung Ormas Generasi Muda Papatar (Gempar) viral di media sosial. Salah satu ihwal dari munculnya surat orang nomor satu di Kabupaten Humbang Hasundutan itu yang memperkarakan warganya timbul untuk merespon aksi GEMPAR yang menerobos masuk kedalam komplek rumah dinas bupati, pada hari Rabu, 7/72021.
“Bupati keberatan dan tidak terima dengan perlakuan warga yang masuk secara paksa dan menerobos masuk kerumah dinas karena hal itu menyangkut privasi Bupati”, kata Sekda Humbang Hasundutan Tonny Sihombing saat dihubungi media ini melalui telepon seluler nya, Kamis, 8/7/2021.
Menurut Tonny, setelah warga gagal bertemu dengan Bupati, berlanjut ke Kantor Sekda Humbang Hasundutan yang diterima langsung oleh Tonny Sihombing selaku Sekda.
“Saya selaku Sekda telah bertemu dan menampung aspirasi yang disampaikan warga Humbang Hasundutan yang telah menyampaikan beberapa poin menyangkut pembangunan jalan –jalan di beberapa tempat di Humbang Hasundutan, termasuk jalan ke desa yang viral di medsos digambarkan seolah-olah menandu anak di dalam sarung”, ujarTonny.
Tonny melanjutkan, hal-hal mengenai administrasi pemerintahan akan ditindak lanjuti sesuai dengan proedur yang berlaku, sedangkan menyangkut privasi Bupati yang dituntut warga turun langsung merupakan otoritas dan privasi Bupati.
“Saya selaku sekda Humbang Hasundutan menampung saran dan masukan warga dan telah saya laporkan kepada Bupati, selanjutnya menyangkut otoritas dan privasi Bupati yang dituntut warga untuk bertemu dan tuturun langsung merupakan hak Bupati, sedangkan menyangkut teknis administrasi pemerintahan kami menampungnya sesuai dengan prosedur”, tuturTonny.
Dalam Surat Laporan Dosmar Banjarnahor yang beredar luas di Medsos, dainataranya di WAG (WhatsApp Grup) “SUARA RAKYAT HUMBAHAS”, Dosmar berdalih tidak mau bertemu dengan Warganya karenakondisinya yang sedang sakit. “…. Bahwa pada saat itu posisi saya sedang dalam keadaan sakit dirumah Dinas berikut juga istri dan anak-anak saya sedang berada di rumah,” kilah Dosmar dalam suratnya.

Mengenai aksi masyarakat Humbang Hasundutan yang peduli dengan kemajuan dan pembangunan di Kabupaten Humbang Hasundutan tersebut, menurut Aduhot Simamora merupakan aksi yang sangat beralasan. Pasalnya, warga tidak sabar lagi melihat kebobrokan secara keseluruhan kepemerintahan di Humbang Hasundutan dibawah kepemimpinan Dosmar Banjarnaor, sehingga hendak bertatap muka dengan Bupati untuk menyampaikan berbagai hal demi kemajuan pembangunan di Humbang, namun Bupati tidak bersedia.
“Selama kepemimpinan Bupati Dosmar Banjarnahor, tidak ada kemajuan malah kemunduran dibandingkan dengan Baupati sebelumnya, karena itu warga yang tergabung dalam GEMPAR sudah beberapa kali menyampaikan usul dan ingin bertatap muka dengan Bupati, tapi tidak ada respon baik dari Bupati,’ kata Tokoh Masyarakat Humbang, Aduhot Simamora kepada SatukanIndonesia.com saat dihubungi melalui telpon selulernya, Kamis, 8/7/2021.
Menurut Aduhot, pihaknya sangat prihatin melihat kemampuan manajerial Bupati Dosmar mulai dari periode pertama hingga periode kedua tidak ada kamajuan, baik komunikasi politiknya dengan Legislatif DPRD dan lembaga DPRD Humbang Hasundutan itu sendiri sangat bobrok.
Baca Juga: Sebut Seluruh Dunia Berlutut pada Yahudi, Presiden Belarusia di Kecam Israel
“Sangat memalukan kemampuan kepemimpinan Bupati Dosmar di Humbang Hasundutan termasuk DPRD nya sendiri sangat bobrok dan memalukan, tidak ada kemajuan apapun,” ujar Aduhot yang juga mantan Anggota DPRD Sumut itu.
Terhadap sikap dan respon Bupati Dosmar Banjarnahor yang memperkarakan warganya, Jonsar Lumban Toruan peniliti senior dari Indonesia Democracy Watch (IDW) menyayangkan sikap Bupati tersebut.
Jonsar mengatakan, tidak layak dan sangat tidak terhormat seorang Bupati memperkarakan warganya karena menyampaikan aspirasi termasuk kritik yang bertujuan untuk kemajuan pembangunan daerah tersebut.
“Justru jika Bupati Dosmar benar-benar melaporkan warganya karena menyampaikan kritik dan masukan seperti yang dilakukan warga Humbang yang tergabung dalam GEMPAR untuk kemajuan pembangunan di daerahnya, menunjukkan sikap emosional, kebobrokan mental, kedangkalan wawasan dan pengetahuannya sendiri”, ujar Jonsar mantan Staf Ahli di DPR itu.
Baca Juga: Anggota Paspampres Bersitegang dengan Petugas PPKM, Berusaha Menerobos Pos Penyekatan
Menurut Jonsar, tidak eranya lagi penguasa atau kepala Pemerintahan menggunakan cara-cara arogan seperti yang dilakukan Bupati Humbang saat ini.
“Masyarakat sudah cerdas, zamannya sudah berbeda dari yang dulu, tidak tepat dan tidak masanya lagi memimpin dengan cara-cara arogan seperti yang dilakukan Bupati Dosmar melaporkan warganya untuk menakut-nakuti warganya,” ujar Jonsar menutup percakapannya dengan Media ini.
(TIM/SI).













