
MANOKWARI, SatukanIndonesia.com – Belasan orang hilang dan 1 meninggal dunia saat banjir dan tanah longsor melanda distrik Catubouw, kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf), provinsi Papua Barat, Jumat (16/05/2025).
Hal ini diungkapkan Kepala Basarnas kabupaten Manokwari, Yefri Sabaruddin melalui keterangan pers, Minggu (18/05/2025).
Ia mengatakan, pihaknya menerima informasi dari kepolisian setempat dan segera mengirimkan personel SAR ke lokasi kejadian pada Sabtu (17/05/2025), dan ditemukan satu warga meninggal dunia, sementara 19 orang lainnya masih dalam pencarian.
“Mayoritas korban beralamat di Kampung Muara Prafi dan Kampung Sembab, Distrik Masni, Kabupaten Manokwari,”kata Yefri.

Satu korban yang ditemukan meninggal dunia adalah Harun Meidodga (22), warga Kampung Sembab, Distrik Masni, Manokwari.
Sementara itu, empat orang berhasil selamat yakni Fretswan Unas (33), Juandi Takaliumang (22), Yeskiel Takaliumang (34), dan Karunyak Takaliumang (44).
Ditambahkannya, Basarnas terus berkoordinasi dengan TNI dan Polri, serta aparat pemerintah setempat guna mempercepat proses evakuasi dan pencarian korban.
Situasi di lapangan masih dinamis, dan potensi penambahan jumlah korban masih sangat terbuka mengingat luasnya area terdampak dan medan yang cukup berat.
“Tim SAR gabungan merencanakan kegiatan asesmen lanjutan menggunakan drone pada Minggu pagi pukul 07.30 WIT untuk memetakan kondisi lapangan dan mengantisipasi potensi banjir serta longsor susulan,”ucapnya.
Korban yang masih dalam pencarian yakni Pit Takaliumang (45), George Takaliumang (55), Yosi Takaliumang (40), Bili Takaliumang (50), Andri Mandage (20), Fence Mandage (41).
Jufri Sarenosa (35), Olden Mote (25), Jhon (40), Jun (25), Reki Mote (30), Melkianus Mandacan (30), Robertus Edison Nurak (30), Oktovainus Petrus (23), Laurensius Danilson (23), Yan Leo (26), Eleven Primus Elianus (29), Epen (20), dan Erik (25). [**/GRW]













